Tak Hanya Tebidah–Serawai–Ambalau, DPRD Sebut Infrastruktur Rusak Merata di Sintang
- calendar_month Ming, 12 Apr 2026
- comment 0 komentar

Sandan, Wakil Ketua DPRD Sintang
LensaKalbar – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan tidak hanya terjadi di ruas Tebidah–Serawai–Ambalau, tetapi hampir merata di sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang.
Kondisi tersebut menjadi tantangan serius pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran yang bergantung pada pemerintah pusat.
Menurut Sandan, berbagai keluhan masyarakat terkait jalan rusak dan jembatan yang memprihatinkan memang terus disampaikan kepada pihaknya. Namun ia menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya terjadi di satu kawasan tertentu, melainkan hampir di seluruh daerah.
“Bukan hanya di Tebidah, Serawai, Ambalau saja. Hampir semua daerah mengalami kerusakan jalan dan jembatan,” ujar Sandan.
Sandan menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah mengusulkan perbaikan infrastruktur tersebut untuk tahun anggaran 2026. Namun, kondisi efisiensi anggaran yang terjadi saat ini membuat realisasi pembangunan belum bisa berjalan maksimal.
“Kita harapkan masyarakat bisa bersabar. Ini sudah kita usulkan di 2026, tapi karena efisiensi anggaran, ya kita mau bagaimana lagi,” kata Sandan.
Lebih lanjut, Sandan mengungkapkan bahwa keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu faktor utama lambatnya penanganan infrastruktur. Menurutnya, kemampuan keuangan daerah sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.
“Kita di daerah ini memang sangat bergantung pada pusat. Jadi kemampuan keuangan kita terbatas,” ungkap Sandan.
Walau demikian, DPRD Sintang memastikan akan terus mendorong pemerintah daerah agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan dan jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat.
Sandan juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal usulan-usulan pembangunan agar tetap masuk dalam skala prioritas, mengingat pentingnya konektivitas antarwilayah dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
“Kita tetap perjuangkan, karena ini kebutuhan dasar masyarakat. Mudah-mudahan ke depan kondisi keuangan membaik sehingga pembangunan bisa lebih maksimal,” pungkas Sandan. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar