
LensaKalbar – Tepat tanggal 10 Mei 2019 mendatang adalah hari istimewa bagi masyarakat Sintang. Pasalnya Sintang memasuki usainya yang ke-657.
Berbagai acara digelar untuk semarakkan peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Sintang. Ada 11 kegiatan yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Sintang.
11 kegiatan itupun, adalah:
- Lomba Sampan Bidar se-Kalbar pada Sabtu/Minggu, 27-28 April 2019
- Lomba Gerak Jalan Indah antar Pelajar se-Kabupaten Sintang pada Sabtu, 27 April 2019
- Kontes Burung Berkicau pada Minggu, 28 April 2019
- Lomba bercerita tentang sejarah Kabupaten Sintang antar pelajar menggunakan bahasa lokal pada Selasa, 30 April 2019
- Festival Perahu Hias pada Rabu, 1 Mei 2019
- Umpan Benua pada Rabu, 1 Mei 2019
- Senam Massal/Jalan Sehat/Sepeda Hias pada Jumat 3 Mei 2019
- Upacara puncak HUT Kota Sintang ke-657 Tahun 2019 pada Sabtu, 4 Mei 2019
- Saprahan Massal pada Sabtu, 4 Mei 2019
- Parade Gebyar Budaya “Sintang adalah Kita” pada Sabtu, 4 Mei 2019
- Syukuran Hari Jadi (Harjad) Kota Sintang sekaligus buka puasa bersama pada Jumat, 10 Mei 2019
“Lomba-lomba yang kita laksanakan tahun ini sangat menarik dan baru. Mudah-mudahan bisa menarik masyarakat menjadi ramai dan meriah,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Sintang, Yosepha Hasnah, Rabu (27/3/2019).
Ketua Panitia Umum Harjad Sintang itupun meminta kepada seluruh panitia untuk memberikan perhatian khusus pada perlombaan sampan Bidar. Pasalnya melibatkan peserta se-Kalbar.
“Peminat lomba ini selalu banyak dan menarik. Maka saya minta diperhatikan khusus perlombaan ini. Begitu juga untuk pelaksanaan Gebyar Budaya nanti, saya akan ajak semua kepala OPD untuk ikut gebyar budaya. Saya juga siap ikut,” ujarnya.
Menurutnya, tahun ini Pemerintah Kabupaten Sintang melaksanakan 5 jenis perlombaan dan 6 kegiatan budaya dan seremonial. Tema yang diambil tahun ini adalah “Sintang Adalah Kita”.
Di tempat yang sama, Sekertaris Umum Panitia Harjad Kota Sintang ke-657, Yaser Arafat mengatakan bahwa dalam kegiatan gelar budaya nantinya akan melibatkan pelajar, OPD, dan sanggar.
“Kita juga sedang pertimbangkan untuk memberikan bantuan dana kepada sekolah dan sanggar agar mereka bisa membuat kreasi pakaian yang unik dan menarik karena peserta akan dinilai oleh panitia,” ungkapnya. (Dex)