Konflik Timur Tengah Dinilai Picu Krisis Ekonomi Global
- calendar_month Ming, 15 Mar 2026
- comment 0 komentar

Hikman Sudirman, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, menyerukan penghentian segera konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pasalnya, eskalasi perang yang terus berlangsung tidak hanya memicu krisis kemanusiaan, tetapi juga telah memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi dan harga minyak dunia.
Menurut Hikman Sudirman, situasi konflik yang kian memanas telah menciptakan tekanan serius terhadap pasokan energi global. Ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz bahkan berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia secara signifikan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
“Perang ini harus segera dihentikan. Kita melihat dampaknya sudah meluas, bukan hanya di kawasan konflik, tetapi juga memukul ekonomi dunia, termasuk negara berkembang seperti Indonesia,” tegas Hikman Sudirman.
Hikman Sudirman menilai, lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat. Sebab, Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi akan merasakan dampak berantai, mulai dari kenaikan harga BBM hingga inflasi pada kebutuhan pokok.
Data menunjukkan bahwa konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah menyebabkan gangguan besar terhadap distribusi minyak global, bahkan hingga mengancam pasokan energi dunia. Sebagian jalur vital seperti Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak global turut terdampak, sehingga memicu lonjakan harga minyak mentah secara signifikan.
Tak hanya itu, ketidakpastian geopolitik akibat konflik ini juga membuat harga minyak dunia melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel, disertai penurunan pasar saham global dan meningkatnya tekanan ekonomi di berbagai negara.
Olehkarenanya, Hikman Sudirman menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Kalau konflik ini terus berlanjut, dampaknya akan semakin luas. Harga energi naik, inflasi meningkat, dan masyarakat kecil yang paling terdampak. Ini yang harus kita cegah bersama,” ujar Hikman Sudirman.
Politisi Partai Demokrat inipun mendorong komunitas internasional untuk segera mengambil langkah diplomasi yang konkret guna meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju perdamaian.
Selain itu, Hikman Sudirman juga mengajak seluruh negara yang terlibat untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dibandingkan konfrontasi militer, demi menjaga stabilitas global.
“Perdamaian adalah satu-satunya jalan. Dunia tidak boleh terus menerus berada dalam bayang-bayang konflik yang merugikan semua pihak,” pungkas Hikman Sudirman. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar