Breaking News
light_mode

DPRD Sintang Desak Pengawasan Elpiji Subsidi dengan Maksimal

  • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, melontarkan kritik keras terhadap lemahnya pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram yang dinilai masih amburadul dan sarat celah penyimpangan. Ia mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk tidak lagi setengah hati dalam mengontrol distribusi di lapangan, demi memastikan gas bersubsidi benar-benar tepat sasaran.

“Distribusi harus diawasi dengan ketat, sehingga elpiji 3 kilogram ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima,” tegas Sebastian Jaba.

Sorotan ini bukan tanpa alasan. Di lapangan, distribusi elpiji bersubsidi kerap diwarnai berbagai persoalan klasik, mulai dari kelangkaan, harga yang melambung di atas ketentuan, hingga dugaan penyelewengan yang membuat pasokan tidak sampai ke masyarakat kecil. Lemahnya pengawasan disebut menjadi akar persoalan yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Sebastian Jaba menilai, selama pengawasan tidak diperketat secara sistematis dan berkelanjutan, kebijakan apa pun yang diambil pemerintah, termasuk penambahan kuota, hanya akan menjadi solusi semu. Bahkan, ia mengingatkan bahwa penambahan pasokan tanpa kontrol yang kuat justru berpotensi memperbesar ruang penyimpangan baru.

“Kalau pengawasan masih lemah, penambahan kuota tidak akan efektif. Justru bisa membuka peluang bagi oknum untuk bermain,” ujar Sebastian Jaba.

Sebastian Jaba menegaskan, praktik distribusi yang tidak transparan dan minim pengawasan berisiko membuat elpiji bersubsidi jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak, seperti pelaku usaha skala besar yang seharusnya tidak menikmati subsidi. Akibatnya, masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama justru kesulitan mendapatkan akses.

Lebih jauh, Sebastian Jaba mendorong adanya langkah konkret dan terukur dari pemerintah daerah, tidak hanya sebatas imbauan atau pengawasan administratif. Ia meminta penguatan pengawasan langsung di lapangan, pelibatan aparat penegak hukum, hingga evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi elpiji bersubsidi.

Menurut Sebastian Jaba, sinergi antara pemerintah daerah, aparat pengawas, dan pihak Pertamina harus benar-benar dioptimalkan, bukan hanya formalitas. Tanpa koordinasi yang solid dan tindakan tegas terhadap pelanggaran, persoalan distribusi elpiji akan terus berulang tanpa solusi yang jelas.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai subsidi yang seharusnya membantu masyarakat kecil justru dinikmati oleh pihak yang tidak berhak,” tegasnya lagi.

Walau demikian, Sebastian Jaba menaruh harapan agar langkah penambahan pasokan yang telah dilakukan dapat diimbangi dengan pengawasan yang disiplin dan konsisten, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, hanya dengan kombinasi antara distribusi yang terkontrol dan pengawasan yang ketat, persoalan kelangkaan dan mahalnya harga elpiji bersubsidi bisa diselesaikan secara menyeluruh.

“Dengan kombinasi antara penambahan pasokan yang terukur dan pengawasan distribusi yang ketat, kami berharap persoalan klasik kelangkaan dan mahalnya harga elpiji bersubsidi di Kabupaten Sintang dapat segera dituntaskan, bukan hanya menjelang Lebaran, tetapi secara permanen,” pungkas Sebastian Jaba. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Ajak Masyarakatnya Syukuri dan Hargai Pengorbanan Pejuang

    Gubernur Ajak Masyarakatnya Syukuri dan Hargai Pengorbanan Pejuang

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Gubernur Kalbar, H Sutarmidji meminta masyarakat Kalbar untuk dapat mensyukuri Detik-detik Proklamasi berjalan lancar dan menghargai apa yang sudah diberikan para pejuang. “Kita wajib mengisi kemerdekaan ini dengan wujud pembangunan untuk mencapai kondisi yang lebih sejahtera dan makmur. Ini cita-cita perjuangan para pejuang kita,” kata H Sutarmidji, saat ditemui usai menjadi Irup Peringatan […]

  • Pontianak Dapat Bantuan Teknis Tangani Banjir

    Pontianak Dapat Bantuan Teknis Tangani Banjir

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pontianak menjadi satu di antara kota di Indonesia yang menerima bantuan teknis pengelolaan resiko dan ketahanan bencana banjir dari World Bank dan The Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR). Bantuan tersebut sumber dananya berasal dari Switzerland melalui Bank Dunia. “Mereka akan membantu dengan menurunkan tim untuk menangani permasalahan genangan atau banjir […]

  • Buruan Cek, Kota Pontianak Buka 233 Formasi CPNS 2018

    Buruan Cek, Kota Pontianak Buka 233 Formasi CPNS 2018

    • calendar_month Kam, 20 Sep 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pada penerimaan CPNS 2018, Pemerintah Kota Pontianak mengusulkan 295 formasi kepada Pemerintah Pusat (Pempus). Tetapi, yang disetujui hanya 233 formasi. 233 formasi itupun didominasi kan untuk tenaga kesehatan dan pendidikan. Sebab, Kota Pontianak sampai saat ini masih minim tenaga kesehatan dan pendidikan. “Dua profesi tersebut memang sangat dibutuhkan karena kondisi ASN tenaga kesehatan […]

  • Pemkab Mempawah Peringati Harkitnas ke-117

    Pemkab Mempawah Peringati Harkitnas ke-117

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Mempawah, Selasa (20/5/2025). Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid. Dalam sambutannya, Wabup Juli menekankan bahwa Harkitnas bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi […]

  • Usai Dilantik, Jarot Ajak HKTI Bersinergi dengan Semua Pihak

    Usai Dilantik, Jarot Ajak HKTI Bersinergi dengan Semua Pihak

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Setelah resmi dilantik sebagai Ketua HKTI Sintang periode 2019-2024. Bupati Sintang, Jarot Winarno pun memberikan sambutan perdananya, di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (3/10/2019). Jarot Winarno mengungkapkan bahwa petani selalu dihadapkan dengan tiga permasalahan yaitu, hak atas tanah yang dikelolanya, akses permodalan, dan pemasaran produk yang dihasilkan. “Secara keseluruhan petani bermasalah dengan nilai jual […]

  • Pontianak Urutan Kedua Angka Kemiskinan Terendah se-Kalbar

    Pontianak Urutan Kedua Angka Kemiskinan Terendah se-Kalbar

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tren angka kemiskinan di Kota Pontianak dari tahun ke tahun terus menunjukkan penurunan. Hal itu tergambar dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Tahun 2024, angka kemiskinan di Kota Pontianak tercatat 4,20 persen atau turun 0,25 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang menyentuh angka 4,45 persen. Hasilnya menempatkan Kota […]

expand_less