Belum Ada Dividen, DPRD Sintang Soroti Penyertaan Modal ke Jamkrida Kalbar
- calendar_month Rab, 8 Apr 2026
- comment 0 komentar

Jimi Manopo, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Sintang, Jimi Manopo, menyoroti belum adanya pengembalian dividen dari penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Sintang kepada PT Jamkrida Kalbar senilai Rp875 juta sejak tahun 2024.
Menurut Jimi Manopo, hingga saat ini investasi daerah tersebut belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. Pemerintah daerah, kata dia, telah menanamkan modal cukup lama, namun belum ada keuntungan yang kembali ke kas daerah.
“Penyertaan modal ini sudah dilakukan sejak 2024 sebesar Rp875 juta. Tapi sampai hari ini belum ada dividen yang kembali. Alasannya, mereka belum bisa membagi karena jangka waktunya belum sampai,” ujar Jimi Manopo.
Jimi Manopo menegaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD, mengingat tujuan penyertaan modal adalah untuk memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Namun realitasnya, hingga kini belum ada pemasukan yang dihasilkan dari investasi tersebut.
“Artinya, modal yang sudah diberikan itu belum ada hasil sama sekali sampai sekarang. Ini tentu menjadi pertanyaan kita,” tegas Jimi Manopo.
Lebih lanjut, Jimi Manopo mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini pihak Jamkrida Kalbar kembali mengajukan permohonan tambahan penyertaan modal. Namun, DPRD Sintang melalui Pansus 2 masih melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan.
“Mereka minta tambahan lagi tahun ini. Tapi kami tidak bisa langsung menyetujui. Kami kaji dulu secara menyeluruh,” jelas politisi Partai PDI Perjuangan ini.
Jimi Manopo memastikan, hasil kajian Pansus nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya, apakah penyertaan modal akan dilanjutkan atau tidak.
“DPRD akan memberikan rekomendasi resmi. Apakah kita bantu lagi atau tidak, itu nanti berdasarkan hasil kajian Pansus,” kata Jimi Manopo.
Jika pun penyertaan modal kembali diberikan, Jimi Manopo menegaskan bahwa DPRD akan memberikan sejumlah catatan penting agar pengelolaan investasi lebih transparan dan memberikan kepastian keuntungan bagi daerah.
“Kalau kita bantu lagi, tentu ada catatan-catatan khusus. Karena yang Rp875 juta saja sampai hari ini belum ada dividen yang kembali. Ini harus jadi perhatian serius,” pungkas Jimi Manopo. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar