Breaking News
light_mode

Infrastruktur Mandek di 2025, Yohanes Rumpak  Sentil Ketergantungan pada Pusat

  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sintang Tahun 2025 mendapat sorotan keras dari DPRD. Alih-alih menunjukkan capaian konkret, sektor infrastruktur yang digadang-gadang sebagai prioritas justru dinilai belum menampakkan hasil.

Kondisi ini memantik kritik tajam sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah daerah.

Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, secara terbuka menyebut pelaksanaan pembangunan infrastruktur sepanjang 2025 belum berjalan sesuai harapan. Padahal, sektor tersebut merupakan tulang punggung dalam visi dan misi kepala daerah.

“Infrastruktur itu prioritas, tapi di tahun 2025 belum terlihat hasilnya,” tegas Yohanes Rumpak saat ditemui sejumlah awak media di DPRD Sintang, Jumat (27/3/2026).

Pernyataan itu menegaskan adanya kesenjangan antara perencanaan dan realisasi. Program yang semestinya menjadi motor penggerak pembangunan daerah justru belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Namun, memasuki tahun 2026, situasi mulai menunjukkan perubahan. Yohanes Rumpak mengungkapkan bahwa sejumlah proyek pembangunan kini sudah mulai berjalan di berbagai wilayah.

“Sekarang sudah ada pergerakan. Kita mulai lihat ada pembangunan,” ujar Yohanes Rumpak.

Di balik mulai bergeraknya pembangunan tersebut, Yohanes Rumpak menilai peran pemerintah pusat sangat dominan. Suntikan anggaran dari pusat menjadi faktor utama yang mendorong kembali aktivitas pembangunan di daerah.

“Kalau jita lihat yang banyak bergerak ini dari pusat, daerah kita terbantu dengan itu,” ungkap Yohanes Rumpak.

Olehkarenanya, Yohanes Rumpak menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang dinilai berkontribusi besar dalam mengarahkan anggaran pembangunan ke Kabupaten Sintang.

“Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Lasarus yang sudah membantu,” ucap Yohanes Rumpak.

Dampak dari pembangunan yang mulai berjalan tersebut kini perlahan dirasakan masyarakat. Infrastruktur seperti jalan dan akses penghubung dinilai mulai meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

“Kalau pembangunan jalan dan lainnya berjalan, masyarakat juga ikut merasakan,” kata Yohanes Rumpak.

Walau demikian, Yohanes Rumpak mengingatkan bahwa ketergantungan pada pemerintah pusat bukanlah solusi jangka panjang. Pemerintah daerah harus tetap memainkan peran strategis agar pembangunan tidak timpang dan berkelanjutan.

“Pemda juga harus tetap berusaha, jangan hanya berharap dari luar,” tegas Yohanes Rumpak.

Salah satu persoalan mendasar yang dihadapi, lanjutnya, adalah keterbatasan anggaran daerah. Penurunan kapasitas fiskal membuat banyak program tidak dapat dijalankan secara optimal sepanjang 2025.

“Anggaran kita berkurang, jadi banyak yang belum bisa dilakukan,” beber Yohanes Rumpak.

Sorotan terhadap LKPj ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh. DPRD menilai, ke depan dibutuhkan strategi yang lebih adaptif dan inovatif agar pembangunan tetap berjalan meski di tengah tekanan anggaran.

“Kami berharap pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada bantuan eksternal, tetapi juga mampu memaksimalkan potensi internal guna mempercepat pembangunan yang merata,” pungkas Yohanes Rumpak, wakil rayat dari daerah pemilihan (Dapil) Sintang 1. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Welbertus Minta Pemerintah Perhatikan Peternak Babi di Sintang

    Welbertus Minta Pemerintah Perhatikan Peternak Babi di Sintang

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupatten Sintang, Welbertus minta pemerintah daerah memperhatikan para peternak babi di kabupaten ini. Permintaan tersebut bukan tanpa asalan. Pasalnya, perternak babi di Kabupaten Sintang rerata mengalami kerugian besar akibat terserang penyakit African swine fever (ASF) yang memberika dampak kematian pada hewan ternak babi. “Saya mohon kepada pemerintah […]

  • Musim Hujan dan Banjir, Jarot: Selamat Datang Jalan Berlumpur

    Musim Hujan dan Banjir, Jarot: Selamat Datang Jalan Berlumpur

    • calendar_month Rab, 19 Des 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – “Musim hujan, musim banjir. Selamat datang jalan berlumpur,” ucap Bupati Sintang, Jarot Winarno, Rabu !19/12/2018), di Stadion Baning Sintang. Orang nomor satu di Bumi Senentang itupun tidak menampik bahwasanya sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sintang terendam banjir. Begitu juga dengan rumah penduduknya. Apalagi, 80 persen kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang berstruktur tanah. […]

  • Mendes PDTT Resmikan Pasar Agropolitan di Sadaniang

    Mendes PDTT Resmikan Pasar Agropolitan di Sadaniang

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pasar Kawasan Perdesaan Agropolitan di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah telah diresmikan, Minggu (12/1/2020). Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar didampingi Bupati Mempawah, Hj Erlina, Wakil Bupati Mempawah, M Pagi, Sekretaris Daerah Mempawah, H Ismail, Camat Sadaniang dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan […]

  • Terima Sertifikat Lintas Tugu Khatulistiwa, Sandiaga Kampanyekan “Ayo ke Pontianak”

    Terima Sertifikat Lintas Tugu Khatulistiwa, Sandiaga Kampanyekan “Ayo ke Pontianak”

    • calendar_month Kam, 10 Mar 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno merasa senang ketika menerima sertifikat yang menandakan dirinya telah melintasi Tugu Khatulistiwa. Sertifikat itu diserahkan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pada saat kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke Tugu Khatulistiwa. Sandi, sapaan akrab Sandiaga, menyatakan bahwa hidup di Zamrud Khatulistiwa belum lengkap apabila belum […]

  • Stop Distribusi Sarden Mengandung Cacing

    Stop Distribusi Sarden Mengandung Cacing

    • calendar_month Rab, 4 Apr 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Hebohnya berita terkait cacing dalam ikan kaleng atau sarden, menyedot perhatian banyak kalangan. Tetapi, informasi tersebut tentu akan sedikit terlambat sampai di daerah. Sehingga warga masih saja mengonsumsinya. “Warga di daerah pedalaman mungkin akan telat mendapatkan informasi ini. Jadi, jika didistribusikan ke sana, akan dikomsumsi juga. Makanya Saya minta distributor tidak menyalurkannya ke […]

  • Pemberantasan Miras, Ini Tanggapan Dewan Sintang…

    Pemberantasan Miras, Ini Tanggapan Dewan Sintang…

    • calendar_month Sen, 30 Apr 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ketegasan Wakapolri yang akan mencopot Kapolda dan Kapolres bila pada hari pertama Ramadan 1439 Hijriyah masih beredar Minuman Keras (Miras) di wilayah tugasnya, mendapat tanggapan positif dari banyak kalangan, tidak terkecuali dari DPRD Kabupaten Sintang. “Kita setuju atas ketegasan Wakapolri itu,” kata anggota Komisi A DPRD Sintang, Hardoyo, Senin (30/4). Menurut Hardoyo, memang […]

expand_less