Rentetan Gempa di Kayan Hilir, DPRD Sintang Saran Mitigasi dan Kesiapsiagaan
- calendar_month Sel, 17 Mar 2026
- comment 0 komentar

Juni, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Rentetan gempa bumi yang kembali mengguncang wilayah Kecamatan Kayan Hilir dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa harus diliputi kepanikan.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan yang berkembang di lapangan, gempa telah terjadi berulang kali sepanjang tahun ini, khususnya di kawasan Kayan Hilir. Frekuensi yang cukup intens tersebut dinilai sebagai sinyal serius yang tidak boleh diabaikan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Pada tahun ini gempa sudah terjadi berkali-kali, khususnya di wilayah Kayan Hilir. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu berdoa agar bencana ini tidak kembali terjadi,” ujar Juni.
Juni menekankan, dalam situasi seperti ini, ketenangan dan kesiapsiagaan harus berjalan beriringan. Masyarakat diminta tidak panik, namun juga tidak lengah terhadap potensi gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Menurutnya, sikap reaktif tanpa kesiapan justru berisiko memperburuk keadaan.
Lebih jauh, Juni mengingatkan pentingnya literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Warga, terutama yang tinggal di wilayah rawan, harus memahami langkah-langkah dasar penyelamatan diri saat gempa terjadi, mulai dari mengenali titik aman, jalur evakuasi, hingga tindakan cepat yang harus dilakukan dalam hitungan detik.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Jangan sampai kita tidak tahu harus berbuat apa ketika gempa datang. Pengetahuan sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” tegas Juni.
Di sisi lain, Juni juga mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya bersifat reaktif, tetapi proaktif dalam memperkuat sistem mitigasi bencana. Menurutnya, pemantauan aktivitas gempa harus terus ditingkatkan, disertai dengan sosialisasi yang masif dan berkelanjutan kepada masyarakat.
Juni menilai, edukasi kebencanaan tidak boleh dilakukan secara sporadis atau hanya saat terjadi bencana, melainkan harus menjadi agenda rutin yang terstruktur. Dengan demikian, masyarakat akan terbentuk menjadi komunitas yang tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.
“Pemerintah harus hadir memberikan informasi yang akurat dan edukasi yang berkesinambungan. Ini penting agar masyarakat tidak hanya waspada, tetapi juga teredukasi,” kata Juni.
Selain itu, Juni juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. Dalam situasi rawan bencana, arus informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan massal.
Juni menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah dan instansi terkait, sehingga setiap langkah yang diambil tetap terarah dan tidak menimbulkan kebingungan.
“Yang terpenting, tetap tenang, waspada, dan ikuti arahan dari pihak berwenang. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya,” pesan Juni.
Juni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Ia menilai, dalam menghadapi ancaman bencana, kebersamaan menjadi kekuatan utama yang mampu meminimalisir dampak dan mempercepat proses pemulihan.
‘Bencana bisa datang kapan saja, tetapi dengan kesiapan dan kebersamaan, kita bisa menghadapinya dengan lebih baik,” pungkas Juni. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar