Beranda Mempawah Pendidikan, Generasi Z dan Era Industri 4.0

Pendidikan, Generasi Z dan Era Industri 4.0

Wakil Bupati Mempawah, M Pagi menghadiri seminar pendidikan dengan tema "Tantangan Pendidikan Pada Abad 21 Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidik Di Era Digital" yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM), Senin (20/1/2020) lalu. FOTO: HUMPRO

LensaKalbar – Baru saja generasi milenial atau generasi Y mengguncang dunia, kini generasi baru di bawahnya mulai muncul ke permukaan.

Generasi baru tersebut dikenal sebagai generasi Z. Mereka adalah anak muda yang lahir pada era 2000-an. Itu artinya, saat ini mereka tengah berproses sebagai seorang remaja.

Generasi Z memiliki karakteristik berbeda dibandingkan generasi Y atau bahkan generasi X (baby boomers). Generasi Z lahir saat teknologi digital tengah berkembang pesat. Generasi ini juga lebih melek internet dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Olehkarenanya, Wakil Bupati Mempawah, M Pagi menyambut baik seminar pendidikan dengan tema “Tantangan Pendidikan Pada Abad 21 Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidik Di Era Digital” yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM), Senin (20/1/2020) lalu.

Menurutnya, pendidikan masa depan adalah pendidikan yang tanggap dengan tantangan persaingan dan kerjasama global. Terutama dalam menjawab tantangan di era revolusi industry 4.0.

Karena itu, tenaga pendidik juga diharapkan mampu menyesuaikan perekembangan zaman dan menjawab tantang revolusi industry 4.0 itu.

“Saya minta tenaga pendidik di Kabupaten Mempawah terus semangat dalam memberikan ilmu kepada anak didiknya, dan tidak lupa juga untuk terus dan selalu menciptakan inovasi dan kreasi dalam menyampaikan pesan kepada anak didiknya,” katanya.

Inovasi dan kreasi yang dimaksud, Wabup Mempawah itu suatu metode pembalajaran yang dapat dipahami dan dimengerti oleh anak-anak didiknya, sehingga mereka dapat cepat paham dalam menerima ilmu yang diterapkan masing-masing sekolah.

“Seminar pendidikan ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi tenaga pendidik maupun anak didik. Saya sangat senang pihak STAIM dalam HUT ke 5 ini mengadakan kegiatan seminar yang sangat bermanfaat bagi guru-guru kita dan menambah khasanah ilmu serta kompetensi pribadi,” ujarnya.

Ketua STAIM, Rondang mengatakan bahwa seminar pendidikan yang dilaksanakan tersebut sebagai bentuk STAIM konsen terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Mempawah. Apalagi,
melihat tantangan yang akan dihadapi oleh tenaga pendidik pada saat ini.

“Kami sebagai institusi yang bergerak di dunia pendidikan, melihat tantangan tenaga pendidik semakin kompleks, karena dituntut untuk bersaing dalam revolusi industry 4.0. Ini sangat berat. Namun, harus dilalui bersama,” pumgkasnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here