Jamkrida Nol, Bank Kalbar Justru Untungkan Sintang Rp14 Miliar
- calendar_month Rab, 8 Apr 2026
- comment 0 komentar

Jimi Manopo, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Sintang, Jimi Manopo, menegaskan bahwa penyertaan modal pemerintah daerah ke PT Jamkrida Kalbar hingga kini belum menunjukkan hasil, berbeda dengan investasi serupa di BPD Bank Kalbar yang dinilai sudah memberikan dampak nyata bagi daerah.
Menurut Jimi Manopo, sejak penyertaan modal dilakukan, PT Jamkrida Kalbar belum mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Sintang. Kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD karena dana yang digelontorkan belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Kalau di Jamkrida, sampai sekarang belum ada hasil yang bisa kita lihat. Belum ada deviden yang kembali ke daerah,” tegas Jimi Manopo.
Sebaliknya, Jimi Manopo mengungkapkan bahwa penyertaan modal di BPD Bank Kalbar justru menunjukkan kinerja yang signifikan. Dalam dua tahun terakhir, Pemkab Sintang telah menerima dividen sebesar Rp14 miliar, dengan rincian sekitar Rp7 miliar per tahun.
“Dua tahun ini kita sudah dapat deviden Rp14 miliar. Artinya, hasilnya jelas dan bisa langsung dirasakan oleh daerah,” ujar Jimi Manopo.
Jimi Manopo menilai capaian tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan investasi daerah ke depan. Bahkan, menurutnya, pengembalian dividen dari Bank Kalbar dapat dikatakan sebanding dengan nilai penyertaan modal yang telah diberikan.
“Kalau di Bank Kalbar ini nampak hasilnya. Modal Rp14 miliar, kembalinya juga Rp14 miliar. Ini berbeda jauh dengan Jamkrida,” kata Jimi Manopo.
Lebih lanjut, Jimi Manopo menyebutkan bahwa capaian tersebut akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Pansus 2 DPRD Sintang, khususnya dalam merumuskan rekomendasi terkait kelanjutan penyertaan modal ke depan.
“Nah, deviden Rp14 miliar ini tentu akan menjadi catatan kita. Apakah akan kita gunakan lagi sebagai penyertaan modal atau bahkan ditambah, karena hasilnya jelas,” jelas Jimi Manopo.
Politisi Partai PDI Perjuangan menambahkan, seluruh pertimbangan tersebut akan dibahas secara komprehensif dalam Pansus 2 sebelum akhirnya disampaikan kepada kepala daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.
“Nanti akan ada catatan-catatan penting dari Pansus 2, dan itu akan kita sampaikan juga kepada Pak Bupati sebagai bahan pertimbangan ke depan,” pungkas Jimi Manopo. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar