Jalan Tebidah–Serawai–Ambalau Rusak Puluhan Tahun, Sandan: Terkendala Anggaran, Perbaikan Tak Bisa Instan
- calendar_month Sab, 11 Apr 2026
- comment 0 komentar

Sandan, Wakil Ketua DPRD Sintang
LensaKalbar – Kondisi jalan dan jembatan Tebidah menuju Serawai dan Ambalau yang dikeluhkan masyarakat karena rusak parah dan disebut tidak pernah diperbaiki selama puluhan tahun, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan.
Sandan menegaskan, persoalan tersebut bukan diabaikan, melainkan terkendala keterbatasan anggaran daerah yang saat ini mengalami efisiensi.
Sandan menyampaikan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki perencanaan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk ruas jalan tersebut. Namun, realisasi di lapangan tidak bisa dilakukan secara cepat karena harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta mekanisme penganggaran yang berlaku.
Menurut politisi Partai Gerindra, dalam kondisi saat ini, hampir seluruh daerah menghadapi situasi serupa, di mana anggaran pembangunan mengalami penyesuaian sehingga berdampak pada tertundanya sejumlah program prioritas.
“Semua daerah sekarang anggarannya sudah efisiensi. Perencanaan dari pemerintah daerah juga sebenarnya sudah ada dan sudah dipikirkan, tetapi kalau dananya tidak ada, mau bagaimana. Mudah-mudahan dengan kondisi seperti ini ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk mengatasinya,” ujar Sandan.
Sandan menegaskan, pemerintah tidak mungkin membiarkan kondisi jalan tersebut terus rusak tanpa penanganan. Namun demikian, proses pembangunan tetap harus mengikuti aturan dan tahapan yang berlaku, termasuk persetujuan anggaran agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Tidak mungkin dibiarkan. Tapi kita juga tidak bisa instan, karena semua butuh proses. Anggaran itu harus melalui persetujuan. Kalau kita mendahului anggaran, justru bisa menimbulkan masalah,” tegas Sandan.
Walau demikian, Sandan memastikan bahwa DPRD Kabupaten Sintang akan terus mendorong agar perbaikan ruas jalan Tebidah–Serawai–Ambalau bisa menjadi prioritas dalam pembahasan anggaran mendatang. Mengingat, akses jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman.
Selain itu, Sandan juga mengakui bahwa kondisi geografis wilayah Serawai dan Ambalau yang cukup terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta perencanaan yang matang agar pembangunan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Olehkarenanya, Sandan mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk memahami kondisi keuangan daerah saat ini, sembari tetap bersama-sama mendorong pemerintah agar pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama.
“Ini menjadi perhatian serius kita semua. DPRD akan terus memperjuangkan agar ada alokasi anggaran yang memadai untuk perbaikan jalan tersebut, karena dampaknya sangat besar bagi kehidupan masyarakat,” pungkas Sandan. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar