Breaking News
light_mode

Isra Mikraj, Semangat Membangun Peradaban

  • calendar_month Jum, 20 Apr 2018
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Peringatan perjalanan suci Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratil Muntaha (Isra Mikraj) memiliki hikmah beragam bagi kalangan umat Islam.

Menurut Bupati Sintang, Jarot Winarno, selain untuk menerima perintah Salat lima waktu, Isra Mikraj juga menjadi semangat untuk membesarkan atau membangun kota atau peradaban yang aman dan tentram.

“Dengan semangat itu, kita mengharapkan Sintang menjadi Kabupaten yang madani, tentram, ramah dan makmur dalam keadaan rukun dan damai,” kata Jarot, ketika peringatan Isra Mikraj 1439 Hijriah di halaman Masjid al-Amin Sintang di Jalan Lintas Melawi, Kamis (19/4) malam.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Jarot, tentunya memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat di Bumi Senentang ini.

Alhamdulillah Kabupaten Sintang sekarang dalam keadaan aman saja,” ucapnya.

Ia mengatakan, tentunya saat ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi dan tentunya memerlukan waktu yang tidak serta merta.

“Tetapi dengan ada dukungan dari masyarakat dan doa, mudah-mudahan Kabupaten Sintang lebih aman dan tentram lagi,” papar Jarot.

Selain semangat membangun kota, lanjut Jarot, Isra Mikraj juga memiliki hikmah bahwa dalam hidup yang penuh cobaan ini harus dihadapi dengan sabar.

“Harus tetap sabar dalam menjalani kehidupan,” katanya.

Jarot menyampaikan penilaiannya terkait hikmah peristiwa yang “menantang” kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tersebut, di hadapan umat Islam yang memadati halaman Masjid al-Amin Sintang

Umat Islam di Kabupaten Sintang memang nampak sangat antusias menghadiri peringatan Isra Mikraj tersebut, untuk mendengarkan nasihat (tausiyah) dari Ustaz Habib Muhammad bin Abdurrahman Alqadrie.

“Saya berharap agar kegiatan ini dapat sering dilaksanakan,” tutur Jarot.

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini pun berpesan kepada generasi muda yang hadir mencermati betul tausiyah Ustaz Habib Muhammad.

“Refleksikan dalam kehidupan sehari-hari tentang apa isi dan makna yang disampaikan Ustaz, agar dapat bermanfaat bagi kita semua di Kabupaten Sintang ini,” jelas Jarot.

Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Masjid al-Amin Sintang, Amin Sodik mengatakan, peringatan Isra Mikraj ini bertujuan mempersatuan umat Islam di Kabupaten Sintang.

“Sesuai dengan tema yang kita usung yaitu Bersatu Dalam Keberagaman untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiah menuju Masyarakat Kabupaten Sintang yang berakhlakul karimah,” kata Amin. (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Butuh Gudang Penyimpanan Logistik Pemilu, KPU Audiensi ke Pemkot

    Butuh Gudang Penyimpanan Logistik Pemilu, KPU Audiensi ke Pemkot

    • calendar_month Jum, 19 Mei 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak beserta Komisioner Penyelenggara Pemilu Kota Pontianak melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Pertemuan ini untuk membahas proses Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Serentak di Kota Pontianak Tahun 2024. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menerima kedatangan KPU beserta rombongan di Ruang Rapat Wali Kota, Jumat (19/5/2023). Bahasan […]

  • Bangun Tower Induk BTS USO di Belakang Gedung Serbaguna

    Bangun Tower Induk BTS USO di Belakang Gedung Serbaguna

    • calendar_month Sel, 15 Jun 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno memastikan pembangunan tower induk BTS USO rencananya di belakang Gedung Serbaguna Sintang. “Tower induknya nanti berfungsi sebagai penguat dan penghubung tower BTS USO yang akan di bangun di beberapa desa Kecamatan Kayan Hulu. Jadi, rencana kita bangun di belakang Gedung Serbaguna Sintang,” ujar Bupati Jarot usai menerima audiensi dari pihak […]

  • Ritual Adat Balala’ Nagari Dumulai, 19 Kampung “Lockdown”

    Ritual Adat Balala’ Nagari Dumulai, 19 Kampung “Lockdown”

    • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Mulai Rabu (26/5/2021) pukul 18.00 WIB, masyarakat Dayak di Kabupaten Mempawah melaksanakan ritual adat Balala’ Nagari. Ada 19 desa atau kampung di tiga kecamatan di ‘lock down’ selama 24 jam. Selagi ritual adat berlangsung maka masyarakat tak boleh melakukan aktivitas di luar rumah. Di Kecamatan Sungai Pinyuh, ritual adat Balala’ Nagari dipusatkan di Jalan Asisi, […]

  • Optimalkan Dana Penanganan Covid-19 untuk Kesehatan dan Keselamatan Warga

    Optimalkan Dana Penanganan Covid-19 untuk Kesehatan dan Keselamatan Warga

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina mengaku bahwa anggaran yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah tergolong kecil dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Kalbar. Awalnya, kata Erlina, Pemerintah Kabupaten Memlawah hanya mengolokasikan anggaran penanganan virus Corona atau Covid-19 sebesar Rp1,5 miliar. Namun, setelah ada edaran dari Pemerintah Pusat (Pempus) dan Gubernur Kalbar, maka kita menyiapkan dana tambahan […]

  • Bupati Jarot Berikan Pemahaman Covid-19 di Perbatasan

    Bupati Jarot Berikan Pemahaman Covid-19 di Perbatasan

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 tidak hanya terfokus di kawasan perkotaan saja. Perbatasan pun dinilai rentan. Karena itu, Jumat (29/5/2020), Bupati Sintang berkunjung ke Kecamatan Ketungau Hulu tepatnya di Desa Sungai Pisau. Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sintang inipun memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat setempat terkait langkah dan penanganan […]

  • Komitmen Perbaiki Jalan yang Rusak

    Komitmen Perbaiki Jalan yang Rusak

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah menegaskan komitmennya dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan yang dikeluhkan masyarakat. Bupati Mempawah, Hj Erlina menyatakan bahwa perbaikan jalan tengah dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi anggaran, dan bukan karena kelalaian pemerintah. “Saya memahami bahwa jalan rusak bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan warga. Kami terus bekerja, bukan diam,” […]

expand_less