Infrastruktur jadi Kunci Urat Nadi Pembangunan Daerah
- calendar_month Sen, 23 Mar 2026
- comment 0 komentar

Yohanes Rumpak, Wakil Ketua I DPRD Sintang
LensaKalbar – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang dipastikan tetap menjadi prioritas utama karena memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi hingga memperluas akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, menilai infrastruktur, khususnya jalan, merupakan urat nadi pembangunan daerah. Dengan akses jalan yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pada prinsipnya kita di DPRD Sintang tetap mendorong perbaikan. Infrastruktur ini kunci untuk ekonomi, kesehatan, dan pendidikan,” tegas Yohanes Rumpak.
Menurut politisi Partai PDI Perjuangan, kondisi geografis Sintang yang luas serta masih adanya wilayah yang sulit dijangkau membuat pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, berbagai program pembangunan di sektor lain akan sulit berjalan optimal.
Yohanes Rumpak menjelaskan, akses jalan yang layak akan membuka keterisolasian wilayah, mempercepat arus barang kebutuhan pokok, serta menekan biaya distribusi yang selama ini menjadi kendala di daerah pedalaman. Di sisi lain, masyarakat juga akan lebih mudah menjangkau fasilitas kesehatan dan pendidikan, yang selama ini sering terkendala jarak dan kondisi jalan.
Walau demikian, Yohanes Rumpak mengakui bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara instan. Keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi pemerintah dalam merealisasikan pembangunan secara merata.
Karena itu, Yohanes Rumpak menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan penentuan skala prioritas agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
“Keterbatasan anggaran bukan berarti tidak ada upaya. Justru di situlah diperlukan strategi dan tahapan yang jelas agar pembangunan tetap berjalan dan tepat sasaran,” ujar Yohanes Rumpak.
Olehkarenanya, Yohanes Rumpak mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan secara lebih objektif dan tidak hanya membandingkan dengan daerah lain yang memiliki kapasitas anggaran lebih besar. Ia menilai, setiap daerah memiliki tantangan dan kemampuan yang berbeda, sehingga pendekatan pembangunan pun harus disesuaikan dengan kondisi riil yang ada.
Selain itu, kata Yohanes Rumpak, pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa proses pembangunan membutuhkan waktu, konsistensi, serta dukungan dari semua pihak. Tanpa pemahaman yang sama, upaya yang telah dilakukan pemerintah kerap dinilai belum maksimal.
“Jadi perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat. Dengan kolaborasi ini menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur di Sintang dapat terus berjalan secara bertahap, terarah, dan berkelanjutan,” kata Yohanes Rumpak.
Dukungan dari pemerintah pusat melalui alokasi anggaran, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, dinilai sangat menentukan keberhasilan pembangunan jangka panjang.
Dengan pendekatan yang terencana dan kerja sama lintas pihak, Yohanes Rumpak optimistis pembangunan di Sintang akan terus mengalami kemajuan, meskipun tidak bisa dicapai dalam waktu singkat.
“Kalau kita saling memahami kondisi yang ada, saya yakin pembangunan di Sintang tetap bisa berjalan dengan baik, meskipun tidak secepat yang kita harapkan,” pungkas Yohanes Rumpak. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar