Breaking News
light_mode

Hidup Sebatang Kara dan Sakit-sakitan, Mbah Mirah Butuh Bantuan dan Perhatian Pemerintah

  • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Mbah Mirah, seorang nenek berusia 60 tahun, warga RT 03/RW 01 Gang Sejahtera, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang ini hidup sebatang kara dan tinggal di rumah tak layak huni.

Mirisnya lagi, saat ini kondisi Mbah Mirah sedang sakit-sakitan (diabetes) dan butuh bantuan.

Sementara itu, saat sejumlah awak media menyambangi kediaman nenek renta ini, sungguh tragis nasib yang dialaminya.

Bagaimana tidak? di sisa hidupnya dia hidup sebatang kara tanpa sanak famili serta tidak mempunyai keturunan.

Mbah Mirah tinggal di rumah dengan atap reot serta tempat tidur seadanya. Lebih tragisnya lagi, Mbah Mirah ini makan hanya berharap dari pemberian orang. Jika tidak ada yang memberikan makanan, Mbah Mirah tersebut harus menahan lapar sampai ada yang memberinya makanan.

Hal ini dikarenakan Mbah Mirah sudah tidak sanggup lagi bekerja untuk mencari nafkah. Ditambah kondisinya yang sakit-sakitan.

Saat ini, Mbah Mirah sangat membutuhkan uluran tangan semua pihak, dan juga perhatian pemerintah daerah setempat.

Kondisi Mbah Mirah tentunya mengingatkan kita kembali, ditengah pembangunan yang semakin maju justru masih menyisahkan berbagai persolan kehidupan warga yang kerap kali luput dari perhatian.

“Kasian Mbah Mirah, dia sakit sejak ditinggal almarhum suaminya 6 tahun lalu. Mulanya Mbah Mirah sakit bisul, tapi tak kunjung sembuh, bahkan menyebar ke badanya. Makanya, kami tetangga kanan kiri ambil inisiatif dengan membawa Mbah Mirah ke rumah sakit untuk dirawat, rupanya si embah punya penyakit diabetes,” cerita Ning, satu di antara tetangga Mbah Mirah.

Supriyono, Ketua RT setempat membenarkan bahwa seorang warganya belakangan ini dikabarkan sudah tidak mampu bangun dari tempat tidurnya dan menimbulkan aroma yang tidak sedap akibat penyakit diabetes yang dideritanya.

Karena itu, dia dan warga setempat lainya mengambil inisiatif melarikan Mirah ke rumah sakit. “Saya dapat laporan dari warga kalau Mbah Mirah sakit parah dan terbaring di tempat tidur, bahkan mandi dan makan pun nunggu uluran tangan tetangga,” katanya.

Namun, yang menjadi persoalan saat ini adalah biaya pengobatan Mbah Mirah di rumah sakit. Kendati, menggunakan BPJS Kesejatan. Mbah Mirah masih membutuhkan biaya untuk membeli obat-obatnya, sebab tidak semua obat ada di rumah sakit, sehingga mesti beli di luar.

“Sebenarnya mbah Mirah juga pasien BPJS, tapi untuk obat tidak semua ada di RSUD sehingga harus beli obat di luar. Nah, untuk beli obat di luar dan biaya lain-lainya kita butuh dana yang besar,” kata Supriyono.

Walau demikian, dia berusaha semaksimal mungkin agar Mbah Mirah mendapatkan biaya pengobatannya selama berada di rumah sakit. Bahkan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan setempat dan berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Murah Bukti Pemerintah Hadir di Tengah Tekanan Ekonomi Warga

    Pasar Murah Bukti Pemerintah Hadir di Tengah Tekanan Ekonomi Warga

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ribuan warga menyerbu pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Pontianak di enam kecamatan. Setelah sukses di Pontianak Timur, giliran Kecamatan Pontianak Barat menjadi lokasi berikutnya. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan dua hingga tiga ribu kepala keluarga memadati setiap titik pelaksanaan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan lonjakan jumlah pembeli mencerminkan pentingnya pasar […]

  • Jangan Mainkan Harga Sembako di Tengah Pandemi Covid-19
    OPD

    Jangan Mainkan Harga Sembako di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Lim Hie Soen meminta kepada pedagang di kawasan Masuka, Inpres, dan Tugu BI agar tidak melakukan kenaikan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. “Boleh naik, tapi tidak terlalu signifikan harganya. Jadi, sewajarnya sajalah,” ucap Lim Hie Soen, Kamis (15/4/2021). Anggota […]

  • Jangan Beda-bedakan Warga dalam Pelayanan Publik

    Jangan Beda-bedakan Warga dalam Pelayanan Publik

    • calendar_month Rab, 11 Nov 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan publik. “Jangan ada perlakuan yang membeda-bedakan dalam melayani masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/11/2020). Menurutnya, pelayanan publik sudah menjadi kewajiban ASN. Sebagaimana prinsip pelayanan prima yakni cepat, mudah dan […]

  • Bentuk Kualitas Unggul Anak Sejak Dini

    Bentuk Kualitas Unggul Anak Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina membuka “Sosialisasi Penguatan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di Gedung BMKMT Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong, Jongkat, dan Sungai Pinyuh, Senin (5/6/2023). Dalam sambutannya, Bupati Erlina mengatakan kualitas pengembangan SDM sangat ditentukan oleh proses perawatan, pengasuhan dan stimulasi yang didapatkan sejak awal kehidupan. “Rangsangan atau layanan pendidikan akan […]

  • Ingat! Dana Aspirasi Dewan Adalah Hak Masyarakat

    Ingat! Dana Aspirasi Dewan Adalah Hak Masyarakat

    • calendar_month Ming, 6 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Lusi mengatakan bahwa masyarakat khususnya di wilayah perbatasan sudah tidak percaya sama wakil rakyat yang duduk di Gedung DPRD Sintang. Pasalnya, dana aspirasi yang dititipkan pemerintah kepada dewan tidak pernah sampai kepada masyarakat.  Contohnya, berapa banyak wakil rakyat yang duduk di DPRD Sintang berasal dari […]

  • Bahasan Jawab PU Fraksi DPRD Kota Pontianak

    Bahasan Jawab PU Fraksi DPRD Kota Pontianak

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kota Pontianak tahun 2020. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menuturkan, pada prinsipnya fraksi-fraksi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk menuntaskan infrastruktur di Kota Pontianak. “Karena infrastruktur itu menyentuh langsung ke masyarakat sehingga perlu direalisasikan supaya pemanfaatannya bisa dirasakan langsung dan […]

expand_less