DPRD Apresiasi Tambahan Kuota Elpiji 3 Kg dari Pertamina
- calendar_month Sen, 16 Mar 2026
- comment 0 komentar

Sebastian Jaba, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Langkah cepat pemerintah bersama Pertamina dengan menambah 40 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menuai apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba.
Kebijakan ini dinilainya sebagai respons krusial di tengah keluhan masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan gas bersubsidi dan harus membeli dengan harga melambung tinggi di pasaran.
Sebastian Jaba menegaskan, tambahan kuota tersebut bukan cuma angka, melainkan solusi konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang Lebaran saat konsumsi rumah tangga meningkat tajam.
“Kita bersyukur dengan adanya penambahan kuota 40 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram, khususnya untuk masa Lebaran. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” ujar Sebastian Jaba.
Di balik kebijakan itu, realitas di lapangan menunjukkan persoalan yang belum sepenuhnya tuntas. Dalam beberapa bulan terakhir, warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang masih harus berjuang mendapatkan gas elpiji bersubsidi. Kelangkaan ini bahkan memicu praktik penjualan dengan harga yang jauh di atas ketentuan, membebani masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.
“Masih sering kita dengar masyarakat kesulitan mendapatkan gas subsidi. Bahkan ada yang menjual sampai Rp40 ribu per tabung,” ungkap Sebastian Jaba, menyoroti kondisi yang dinilainya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Menurut Sebastian Jaba, penambahan kuota oleh pemerintah dan Pertamina merupakan langkah tepat dan mendesak untuk meredam lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Walau demikian, Sebastian Jaba juga mengingatkan bahwa solusi jangka pendek tidak cukup untuk menjawab persoalan struktural yang selama ini terjadi.
Olehkarenanya, Sebastian Jaba mendorong agar kebijakan penambahan pasokan tidak hanya bersifat musiman, tetapi dirancang secara berkelanjutan dengan perhitungan kebutuhan riil masyarakat. Tanpa langkah tersebut, potensi kelangkaan dan lonjakan harga dikhawatirkan akan terus berulang setiap momentum tertentu.
Tak hanya itu, Sebastian Jaba juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi yang selama ini dinilai masih lemah. Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperketat kontrol di lapangan, guna memastikan elpiji bersubsidi tidak diselewengkan atau jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak.
“Distribusi harus diawasi dengan ketat, sehingga elpiji 3 kilogram ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima,” tegas Sebastian Jaba.
Sebastian Jaba menilai, tanpa pengawasan yang serius, penambahan kuota sekalipun berisiko tidak efektif dan justru membuka celah penyimpangan baru. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat pengawas, dan Pertamina menjadi kunci untuk memastikan kebijakan ini benar-benar memberikan dampak nyata.
“Dengan kombinasi antara penambahan pasokan yang terukur dan pengawasan distribusi yang ketat, kami berharap persoalan klasik kelangkaan dan mahalnya harga elpiji bersubsidi di Kabupaten Sintang dapat segera dituntaskan, bukan hanya menjelang Lebaran, tetapi secara permanen,” pungkas Sebastian Jaba. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar