Breaking News
light_mode
OPD

DPMPD Prihatin Kantor Desa Munggu Gelombang Hangus Terbakar

  • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang mengaku prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Kantor Desa Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah pada Kamis (24/10/2024) malam.

“Tentunya kami sangat prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Kantor Desa Munggu Gelombang ini ya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Syarif Yasser Arafat ketika ditemui Lensakalbar.co.id di Ruang Kerjanya, Selasa (29/10/2024).

Syarif Yasser Arafat mengaku bahwa dirinya mendapatkan informasi peristiwa kebakaran tersebut, pada Jumat (25/10/2024) pagi. Selain itu, dia juga sudah bertemu dengan kepala desa (Kades) Mungguk Gelombang tersebut.

“Saat kejadian kepala desanya sedang tidak berada ditempat, karena sedang ada urusan di luar,” kata Syarif Yasser Arafat.

Kemudian, Syarif Yasser Arafat mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa kebakaran tersebut terjadi, Kantor Desa Mungguk Gelombang telah disegel oleh masyarakat setempat.

“Disegel karena ada persoalan terkait pengelolaan keuangan desa itu saja. Nah, sekarang ranahnya masih di inspektorat. Artinya ada masalah pengelolaan keuangan desa di tahun anggaran 2023. Untuk detail dan masalah persisnya seperti apa bukan kewenangan saya msnjawab, karena ranahnya inspektorat,” ungkap Syarif Yasser Arafat.

Kendati demikian, Syarif Yasser Arafat telah meminta Kepala Desa (Kades) Mungguk Gelombang tersebut, untuk membuat laporan kepada Bupati Sintang atas musibah kebakaran yang terjadi.

“Terkait musibah kebakaran ini, kami juga meminta kepada kepala desa melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait peristiwa itu,” ungkap Syarif Yasser Arafat.

Selain itu, Syarif Yasser Arafat juga meminta kepada Kepala Desa (Kades) mengantisipasi tempat pelayanan publik sebagai pengganti sementara supaya pemerintahan desa tetap berjalan dan tidak terganggu meskipun sedang mengalami musibah.

“Saya sudah sampaikan kepada kadesnya agar pelayanan publik tetap berjalan meski kita sedang dalam musibah,” ujar Syarif Yasser Arafat.

Adapun kerugian materil yang dialami akibat peristiwa kebakaran di Kantor Desa Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah ini, sebesar Rp.165.000.000,-.  (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berharap Eksekutif dan Legislatif Kompak Membangun Mempawah

    Berharap Eksekutif dan Legislatif Kompak Membangun Mempawah

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina mengajak seluruh anggota DPRD Mempawah agar dapat bergandengan tangan bersama dengan eksekutif untuk membangun dan menjaga masyarakat agar dapat lebih maju dan sejahtera. “Saya ingin kebersamaan dan dukungan yang ditunjukan saat menangani pandemi covid-19 ini menjadikan momentum untuk semakin mempererat hubungan antara eksekutif dan legislatif. Karena saya menilai tujuan […]

  • Mempawah Komitmen Wujudkan Masyarakat Qur’ani

    Mempawah Komitmen Wujudkan Masyarakat Qur’ani

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Penjabat (Pj) Bupati Mempawah, Ismail membuka Rapat Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) Kabupaten Mempawah yang dirangkaikan dengan Pelatihan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an di Aula Masjid Agung Al Falah Mempawah, Sabtu (3/8/2024). Pj Bupati Ismail dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan mendukung pelaksanaan pelatihan dan pemantauan guru TPQ untuk mendidik […]

  • 1 Oktober 2018, Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Ade M Djoen Pindah di Jalan YC Oevang Oeray

    1 Oktober 2018, Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Ade M Djoen Pindah di Jalan YC Oevang Oeray

    • calendar_month Rab, 26 Sep 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dibawah kepemimpinan Jarot Winarno – Askiman (JAS), terjadi perubahan signifikan dalam dunia kesehatan di Kabupaten Sintang. Buktinya, dalam kurun waktu 2.5 tahun menjabat sebagai kepala daerah. Mereka berdua mampu membangun banyak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) baik di dalam kota maupun di wilayah pedalaman Sintang. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Sintang kembali menjawab kebutuhan masyarakatnya […]

  • Pontianak Akan Miliki Dua IPALD

    Pontianak Akan Miliki Dua IPALD

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Untuk mengatasi persoalan air limbah di Kota Pontianak, pemerintah pusat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membangun Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) skala kota. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, pembangunan SPALD ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional dengan anggaran sebesar Rp1,9 triliun yang bersumber dari pinjaman Asian Development […]

  • Media dan BPJS Ngopi Bersama, Ini yang Disampaikan Idham Kholid…

    Media dan BPJS Ngopi Bersama, Ini yang Disampaikan Idham Kholid…

    • calendar_month Ming, 9 Des 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebagai upaya untuk menjalin hubungan kemitraan antara BPJS kesehatan dan media massa. BPJS Kesehatan Cabang Sintang, Jumat (7/12/2018) menggelar kegiatan NGOPI (Ngobrol Bareng Program Terkini), di ruang rapat Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sintang. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Idham Kholid menyambut baik partisipasi media massa yang hadir dengan langsung membuka dan memimpin jalannya […]

  • Soal Harga Pupuk Non Subsidi Melambung di Tingkat Desa, Ini Penjelasan Distanbun
    OPD

    Soal Harga Pupuk Non Subsidi Melambung di Tingkat Desa, Ini Penjelasan Distanbun

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Gunardi Sudarmanto mengungkapkan adanya perbedaan signifikan harga pupuk antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Menurutnya, harga pupuk di kampung akan  cenderung lebih tinggi dibandingkan di pusat kota seperti Sintang, terutama untuk pupuk non-subsidi. “Pupuk di desa atau kampung itu harganya jauh lebih tinggi dibanding dengan harga […]

expand_less