Breaking News
light_mode

Ancaman Golput Asmidi Mengakhiri Jabatannya Sebagai Ketua PPS Mengkurai

  • calendar_month Sen, 17 Des 2018
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Asmidi. Namanya tidak asing dikalangan masyarakat pekerja tambang emas.  Mengapa tidak. Lantaran yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua Persatuan Masyarakat Pekerja Tambang Emas.

Asmidi dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat pekerja tambang emas se-Kabupaten Sintang. Terbukti pada Selasa (11/12/2018) lalu. Persatuan Masyarakat Pekerja Tambang Emas mengeluarkan tiga poin kesepakatan untuk ditindaklanjuti oleh Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ditanda tangani langsung oleh Asmidi sebagai ketuanya.

Tiga poin kesepakatan bersama masyarakat pekerja tambang emas itupun, adalah:

  • Mengusahakan mediasi/ koordinasi kepada pihak terkait (Forkopimda). Terutama Bupati Sintang dan DPRD Sintang
  • Selama belum ada keputusan/solusi dari pemerintah. Pekerja tambang emas tetap diperbolehkan melakukan aktifitas kerja seperti biasa dengan jaminan perlindungan hukum  dan tanpa adanya gangguan dari pihak manapun
  • Apabila kegiatan pekerja tambang emas di Kabupaten Sintang baik yang beroprasi di Sungai Kapuas, Melawi , dan daratan tidak diperbolehkan dan atau dilarang pemerintah.  Maka kami seluruh keluarga besar anggota Pekerja Tambang Emas se-Kabupaten Sintang akan melaksanakan demo damai dan tidak akan mengikuti Pemilu 2019

Tiga poin kesepakatan Persatuan Masyarakat Pekerja Tambang Emas

Ancaman golput yang dilayangkan Asmidi terpaksa harus mengakhiri jabatannya sebagai Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Mengkurai, Kecamatan Sintang.

Pasalnya, berdasarkan Peraturan Bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) Nomor 13 Tahun 2012, Nomor 11 Tahun 2012, dan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum. Tidak diperbolehkan mengeluarkan pernyataan ajakan golput.  Apalagi saat ini sedang masuki tahapan Pemilu 2019.

“Sebagai penyelenggara Pemilu tidak bolah mengeluarkan penyataan golput. olehkarenanya, Asmidi saat ini berstatus mantan Ketua PPS Mengkurai. Karena telah mengundurkan diri,,” ungkap Ketua KPU Sintang, Hazizah saat ditemui Lensakalbar.com di ruang kerjanya, Senin (17/12/2018).

Kemudian, di Pasal 10 dalam Peraturan Bersama itu. Sudah jelas disebutkan bahwa penyelenggara pemilu tidak mengeluarkan pendapat atau pernyataan yang bersifat partisan atas masalah dan atau isu yang sedang terjadi dalam proses pemilu.

Sebelum mengudurkan diri, kata Hazizah, KPU Sintang melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah mengkonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan, terkait poin ketiga atas kesepakatan bersama Persatuan Masyarakat Pekerja Tambang Emas itu. Sebab, di poin ketiga dinilai ada bahasa ajakan tidak akan mengikuti Pemilu 2019 alias golput.

“Nah, setelah dikonfirmasi PPK. Ternyata Asmidi mengakuinya. Asmidi pun lebih memilih menjadi Ketua Persatuan Masyarakat Pekerja Tambang Emas. Artinya, beliau saat ini telah mengundurkan dirinya sebagai Ketua  PPS Mengkurai, Kecamatan Sintang,”  beber Hazizah.

Pengunduran diri Asmidi sebagai Ketua PPS, menurut Hazizah, atas dasar kesadaranya sendiri.  “Asmidi juga sudah membuat pernyataan pengunduran dirinya sebagai Ketua PPS Mengkurai secara tertulis dan bermaterai. Terhitung sejak Sabtu (15/12/2018) lalu,” ungkapnya.

Mantan Ketua PPS Mengkurai, Asmidi

Sementara, ketika dikonfirmasi Lensakalbar.com, Senin (17/12/2018) sekitar pukul 16.50 WIB. Asmidi memebenarkan perihal pengunduran dirinya sebagai Ketua PPS Mengkurai.

“Iya benar. Karena memang saya merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menjalankan tugas dan wewenang sebagai Ketua PPS.  Karena sibuk dengan untuk urusan pekerjaan mencari nafkah,” ungkap Asmidi.

Asmidi mengaku  menjabat sebagai Ketua PPS sejak dari Pilgub 2018.  Dan mengundurkan diri pada Sabtu  (15/12/2018) lalu. (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sintang Soroti Bonus Demografi, Ekonomi dan Infrastruktur yang Masih Tertinggal

    Bupati Sintang Soroti Bonus Demografi, Ekonomi dan Infrastruktur yang Masih Tertinggal

    • calendar_month Jum, 11 Apr 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pembangunan daerah. Ihwal inipun diungkapkannya dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Jumat (11/4/2025). Pada kesempatan tersebut, Bupati Sintang memaparkan mengenai kondisi objektif Kabupaten Sintang. Iapun menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas […]

  • Bupati Jarot Minta Status Jalan Provinsi Diprioritaskan

    Bupati Jarot Minta Status Jalan Provinsi Diprioritaskan

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2020
    • 1Komentar

    LensaKalbar – Tatkala menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (15/01/2020) lalu, Bupati Sintang, Jarot Winarno berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalbar terkait ruas jalan status provinsi yang rusak yakni, Jalan Sintang – Semubuk, kemudian Simpang Medang – Nanga Mau, Nanga Mau – Tebidah, kemudian […]

  • Sarankan Pemkab Sintang Bangun Big Data yang Terintegrasi dan Komprehensif

    Sarankan Pemkab Sintang Bangun Big Data yang Terintegrasi dan Komprehensif

    • calendar_month Kam, 14 Jul 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sintang, Lim Hie Soen menyampaikan bahwa solusi big data yang dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki layanan publik. Bahkan menurutnya, big data juga dapat menjadi solusi untuk menuntaskan berbagai masalah. “Pemanfaatan big data dapat dijadikan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perbaikan layanan publik, pencarian solusi atas permasalahan masyarakat […]

  • Pemilik 39 Pohon Ganja Masih Menyesal

    Pemilik 39 Pohon Ganja Masih Menyesal

    • calendar_month Kam, 16 Nov 2017
    • 1Komentar

    LensaKalbar – Masih ingat dengan Fedelis Ari terdakwa kepemilikan 39 batang pohon ganja di Kabupaten Sanggau? Usai menjalani masa tahanan selama delapan bulan lantaran menanam pohon ganja untuk obat istrinya yang kini sudah meninggal, Aparatur Sipil Negara (ASN) itu akhirnya menghirup udara bebas, Kamis (16/11) dari Rutan Sanggau. Pascabebas, Fedelis langsung ke Kabupaten Sintang. Dia […]

  • Terima Kembali Sang Merah Putih

    Terima Kembali Sang Merah Putih

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Usai Upacara Penurunan Sang Merah Putih di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Bendera Pusaka diserahkan Kembali kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson di depan Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (17/8/2022). Acara dilanjutkan dengan Penutupan Pemusatan Pelatihan Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2022 di Balai Petitih Kantor Gubernur […]

  • Ini Logo Harjad ke-656 Kota Sintang Beserta Maknanya…

    Ini Logo Harjad ke-656 Kota Sintang Beserta Maknanya…

    • calendar_month Sel, 17 Apr 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Untuk kali ketiga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang bersama seluruh elemen masyarakat merayakan Hari Jadi (Harjad) Kota Sintang. Tahun ini logonya mengusung tema “Sintang untuk Semua”. “Logonya memiliki latarbelakang warna kuning, karena sejarah semua kerajaan memang menggunakan warna kuning,” jelas Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang Ade Kartawijaya, ketika Rapat Perayaan […]

expand_less