Breaking News
light_mode

Audiensi LAN ke BNNK Sintang, Ini Hasilnya

  • calendar_month Sel, 29 Jan 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – DPC Lembaga Anti Narkoba (LAN) Sintang siap bersinergi dengan pemerintah, BNN dan aparat kepolisian dalam melakukan pemberantasan narkoba dengan maksimal.

Olehkarenannya, Senin (27/1/2019), LAN Sintang beraudiensi langsung dengan Kepala BNNK Sintang. Tujuannya, untuk meningkatkan silaturahmi pengurus dan potensi kerja dalam melaksanakan program kerja LAN di Kabupaten Sintang. Terutama soal program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Ini silaturahmi pertama kita dengan BNNK Sintang. Harapannya dapat terjalin kerjasama dalam menekan dan mencegah dini penyalahgunanan narkoba di lingkungan masyarakat kita,” kata Ketua DPC LAN Sintang, Ade M Iswandi kepada Lensakalbar.com, Selasa (29/1/2019).

Ada pun misi dan visi LAN Sintang, kata Ami sapaan akrabnya, tidak lepas dari mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat dan bebas dari ancaman bahaya narkoba. Kemudian membantu instansi terkait dalam mensukseskan program P4GN.

“Intinya, kita ingin mengajak masyarakat untuk Save Sintang, Save Narkoba,” tegas Ami.

Audiensi yang dilakukan, tambah Ami, tidak hanya di BNNK Sintang. Tetapi, hari ini LAN Sintang juga melakukan audiensi di Pengadilan Negeri Sintang dan Kodim 1205/Stg.

” Rencananya Kamis (31/1/2019) nanti, kita akan audiensi dan bersilaturahmi dengan Bupati Sintang. Sekaligus kita akan paparkan program kerjanya LAN Sintang dihadapan bupati,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmadin menyambut baik dengan keberadaan organisasi Lembaga Anti Narkoba (LAN) Sintang. Harapannya, LAN dapat menjadi partnernya BNNK Sintang yang benar-benar konsen dalam menekan peredaran narkoba. Khususnya di wilayah Kabupaten Sintang.

“Kita sangat menyambut baik sekali ya. Apalagi saat ini belum ada organisasi yang benar-benar komitmen dan konsen dalam menekan peredaran narkoba di Sintang. Saya harapkan LAN dapat menjadi partnernya BNNK Sintang. Tetapi, harus sesuai dengan tugas dan fungsinya,” katanya.

Untuk melakukan penindakan terhadap pelaku narkoba, kata Agus, sudah menjadi kewenangannya aparat hukum seperti BNNK dan Polisi. “Kita harapkan kawan-kawan LAN berjalan sesuai visi-misinya,” ujarnya.

Meksipun demikian, Agus mengaku bahwa untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, tidak hanya menjadi tanggungjawab penuh BNN atau Polri. Tetapi perosalan ini menjadi tanggungjawab bersama.

“Ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Mari kita ajak saudara kita semua untuk stop narkoba. Karena hal itu sangat merusak kehidupan dan kesehatan masyarakat kita,” tutup Agus. (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilgub, Pilbup dan Pilwako, Cornelis Ajak Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif

    Pilgub, Pilbup dan Pilwako, Cornelis Ajak Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Gubernur Kalbar, Cornelis meminta bupati, walikota dan camat untuk tetap mejaga wilayahnya agar tetap aman dan kondusif. Pasalnya, 2018 mendatang, Pemerintah Provinsi Kalbar akan menyelenggarakan pesta demokrasi pada Pilgub, Pilbup dan Pilwako. “Saya minta bupati dan wali kota yang menyelenggarakan Pilkada untuk mengecek kembali daftar pemilih, supaya benar-benar akurat dan masyarakat terdaftar dan […]

  • 2 Kg Sabu Dimusnahkan

    2 Kg Sabu Dimusnahkan

    • calendar_month Sen, 25 Sep 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dua kilogram narkotika jenis sabu dimusnahkan, Senin (25/9).  Pemusnahan barang haram ini pun dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar. “Barang haram ini merupakan hasil tangkapan dari jaringan narkoba yang dikendalikan narapidana dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak waktu lalu” kata Kepala BNNP Kalbar, Brigjen Pol Nasrullah, usai memusnahkan dua kilogram […]

  • Dihantam Banjir, Warga Khawatir Biaya Ekonomi Tinggi

    Dihantam Banjir, Warga Khawatir Biaya Ekonomi Tinggi

    • calendar_month Kam, 12 Okt 2017
    • 2Komentar

    LensaKalbar – Debit air di aliran anak Sungai Kapuas mulai meningkat drastis. Pasalnya sejumlah ruas jalan di Desa Tanjung Ria Kecamatan Sepauk mulai tergenang air. Melihat kondisi itu, masyarakat setempat mulai khawatir. Sebab, jika debit air semakin hari semakin meningkat maka ruas jalan di Desa Tanjung Ria akan tegenang air. “Kalau sudah banjir besar mobilitas […]

  • Wako Edi Siap Sambut Lawatan Jurnalis Sarawak

    Wako Edi Siap Sambut Lawatan Jurnalis Sarawak

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebanyak 20 orang jurnalis dari Sarawak Malaysia yang tergabung dalam Federation Sarawak Journalists Association (Persatuan Wartawan Sarawak) akan berkunjung ke Kota Pontianak. Kedatangan rombongan dijadwalkan akan diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center Kantor Wali Kota pada Kamis (6/7/2023). Edi menyambut baik kedatangan para jurnalis dari negera […]

  • Rendahnya Literasi Masyarakat Pedesaan
    OPD

    Rendahnya Literasi Masyarakat Pedesaan

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Minat baca masyarakat perkotaan Sintang masuk kategori sedang. Sedangkan masyarakat di pedesaan masih kategori rendah. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Iwan Setiadi, Jumat (16/4/2021). “Jadi, ini merupakan hasil survei kami pada Februari 2021 lalu. Dimana, tingkat literasi kita untuk yang di desa dan kecamatan, literasinya rendah. Sementara untuk […]

  • Bukan Lagi Soal Pupuk, Tapi Buruknya Infrastruktur Hambat Kemitraan Ideal Petani dan Pabrik
    OPD

    Bukan Lagi Soal Pupuk, Tapi Buruknya Infrastruktur Hambat Kemitraan Ideal Petani dan Pabrik

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Meski harga pupuk yang digunakan petani kelapa sawit cenderung tinggi, hal itu bukan lagi menjadi kendala utama. Menurut Kepala Bidang Pengembangan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Arif Setya Budi, persoalan terbesar yang dihadapi petani saat ini adalah kondisi infrastruktur jalan produksi yang memprihatinkan. “Kalau soal pupuk, sekarang pupuk tersedia banyak. […]

expand_less