Nama Dicatut di Medsos, Supriyadi: Jangan Dilayani, Ini Modus Penipuan
- calendar_month Rab, 15 Apr 2026
- comment 0 komentar

Supriyadi, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Supriyadi, angkat suara terkait dugaan pencatutan identitas dirinya di media sosial yang diduga kuat digunakan untuk menjalankan modus penipuan. Ia secara tegas meminta masyarakat tidak melayani akun yang mengatasnamakan dirinya tersebut.
Peringatan ini disampaikan setelah beredarnya tangkapan layar sebuah akun mencurigakan yang menggunakan foto dirinya. Akun itu diduga aktif menghubungi sejumlah orang, meminta nomor telepon, hingga membangun komunikasi dengan berbagai alasan yang belum jelas.
“Saya tegaskan, itu bukan akun saya. Jangan dilayani kalau ada yang menghubungi atas nama saya,” tegas Supriyadi.
Politisi Partai NasDem itu menilai, modus pencatutan identitas seperti ini bukan hal baru, namun semakin marak dan kian berani menyasar masyarakat.
Karena itu, Supriyadi mengingatkan bahwa pelaku biasanya memanfaatkan kepercayaan publik terhadap figur tertentu untuk melancarkan aksinya.
Dalam sejumlah kasus serupa, pelaku kerap memulai komunikasi secara persuasif, kemudian berujung pada permintaan data pribadi hingga potensi penipuan finansial.
Olehkarenanya, Supriyadi meminta masyarakat tidak lengah dan selalu melakukan verifikasi terhadap akun yang menghubungi.
“Sekarang ini banyak modus penipuan. Jangan mudah percaya, apalagi kalau sudah menyangkut permintaan nomor atau hal-hal yang tidak jelas,” ujar politisi Partai NasDem.
Supriyadi juga menegaskan bahwa pencatutan identitas tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga bisa menimbulkan dampak luas jika masyarakat menjadi korban. Menurutnya, penyalahgunaan identitas di ruang digital harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Supriyadi pun mendorong masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan akun serupa agar bisa ditindaklanjuti. Ia berharap ada kesadaran kolektif untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin berkembang.
“Mohon abaikan kalau akun ini ajak pertemanan, minta nomor dan lain-lain. Foto saya dipakai orang yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Supriyadi.
Dengan meningkatnya kasus penipuan berbasis media sosial, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan merespons pesan dari akun yang tidak dikenal serta tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar