Lepung Iring Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan, DPRD Sintang: Jangan Sampai Potensi Terbengkalai
- calendar_month Jum, 27 Mar 2026
- comment 0 komentar

Sebastian Jaba, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba mendesak pemerintah daerah segera menggarap serius potensi wisata Lepung Iring di Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai.
Sebastian Jaba menilai kawasan tersebut memiliki daya tarik besar, namun terancam sia-sia jika tidak ditangani dengan perencanaan dan dukungan infrastruktur yang memadai.
Dorongan ini bukan tanpa alasan. Hingga kini, Sintang dinilai masih kekurangan destinasi wisata yang benar-benar layak jual dan dikelola secara profesional. Di tengah kebutuhan itu, Lepung Iring muncul sebagai peluang yang belum disentuh optimal.
“Kita sangat mendorong Lepung Iring ini jadi objek wisata yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Sebastian Jaba, Jumat (27/3/2026).
Menurut politisi Partai PDIP ini, persoalan klasik yang terus berulang dalam pengembangan wisata di daerah adalah lemahnya pengelolaan. Banyak lokasi yang sebenarnya potensial justru dibiarkan tanpa arah, minim penataan, dan akhirnya kehilangan daya tarik.
“Seharusnya kawasan yang punya potensi harus kita kembangkan. Jangan sampai terbengkalai,” ujar Sebastian Jaba menekankan.
Selain itu, Sebastian Jaba juga menyoroti bahwa kunci utama pengembangan Lepung Iring terletak pada pembenahan infrastruktur dasar, terutama akses jalan menuju lokasi. Tanpa konektivitas yang baik, potensi sebesar apa pun akan sulit menarik kunjungan wisatawan.
“Masalah utama kita adalah Infrastruktur. Akses ke lokasi harus diperhatikan sehingga orang mudah datang,” ucap Sebastian Jaba.
Pengembangan kawasan wisata, kata Sebastian Jaba, bukan hanya soal estetika atau kunjungan, melainkan soal dampak ekonomi langsung ke masyarakat. Jika dikelola dengan baik, Lepung Iring diyakini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Dedai, khususnya Kabupaten Sintang.
Tak hanya itu, menurut Sebastian Jaba, geliat wisata akan memicu tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa pendukung lainnya.
“Kalau tempat ini berkembang, pasti akan muncul usaha baru di sekitar. Itu bisa mendongkrak ekonomi masyarakat setempat” kata Sebastian Jaba.
Walau demikian, Sebastian Jaba mengingatkan bahwa pengembangan wisata tidak boleh dilakukan secara sporadis. Dibutuhkan perencanaan matang, penataan kawasan yang terarah, serta komitmen jangka panjang dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait.
Olehkarenanya, Sebastian Jaba meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Sintang untuk tidak menunda langkah. Menurutnya, momentum pengembangan harus segera diambil sebelum potensi yang ada kehilangan nilai strategisnya.
“Pemerintah daerah harus merespon. Perlu penataan dan pembangunan di kawasan itu,” pungkas Sebastian Jaba, wakil rakyat asal Dapil Kecamatan Kelam Permai, Kecamatan Dedai, dan Kecamatan Sungai Tebelian. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar