Breaking News
light_mode

Pembangunan Skuadron Penerbad Butuh 32 Hektar Lahan

  • calendar_month Rab, 26 Feb 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Tim Kelompok Kerja Staf Ahli KASAD yang dipimpin Kolonel Inf. Heri Kuswanto berkunjung ke Kabupaten Sintang, Kamis (26/2/2020).

Kedatangannya untuk melihat secara langsung lahan untuk pembangunan skuadron penerbad di Sintang.

Kolonel Inf. Heri Kuswanto selaku Paban Sahli Bidang Ideologi menyampaikan bahwa pihaknya sedang membuat kajian dan masukan kepada pimpinan angkatan darat.

“kami juga mau mengkaji tentang Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk ketahanan nasional. Undang-undang ini belum dikenal oleh banyak daerah. Negara ingin agar pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan aspek pertahanan negara. Kami sudah mengumpulkan data tentang Kabupaten Sintang. Ini kami hanya memverifikasi data tersebut,” ungkap Kolonel Inf. Heri Kuswanto.

Selain itu, pihaknya juga akan mengecek pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas pertahanan negara. Misalkan ada jalan yang panjang bisa dijadikan landasan pacu pesawat tempur. “Jadi dalam keadaan darurat perang, jalan ini bisa digunakan. Kami juga mengharapkan agar ada sinergisitas antara pembangunan infrastruktur dengan aspek pertahanan keamanan. Mengapa perlu sinergisitas. Karena pembangunan skuadron penerbad di Sintang memerlukan lahan sekitar 32 hektar,” terang Kolonel Inf. Heri Kuswanto.

Kolonel Inf. Heri Kuswanto  juga menyampaikan bahwa jembatan yang ada di perbatasan juga harus ada data soal daya dukungnya seperti  harus mampu dilewati oleh alutsista TNI. “Kami mendukung kawasan perbatasan dibangunkan tower supaya jangan sampai blank spot sehingga dapat mempermudah komunikasi,” katanya.

Mendengarkan maksud kedatangan Tim Kelompok Kerja Staf Ahli KASAD, Yustinus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa Pemda Sintang sangat mendukung rencana pembangunan skuadron di Sintang. “Namun ada kendala aturan yang memperbolehkan Pemda hanya membebaskan 5 hektar per tahun. Sehingga perlu campur tangan pemerintah provinsi Kalbar bahkan pemerintah pusat. Supaya bisa membebaskan tanah 32 hektar sekaligus,” terang Yustinus J.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sintang Supomo menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan pembangunan skuadron penerbad  yang akan dibangun di sekitar Bandara Tebelian. “Masalahnya hanya belum ada pembebasan lahan di sana. Rencana akan dibangun di wilayah di zona 1 dan zona 2,” pungkasnya. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harpandu dan Hartunas 2025 Siap Gaungkan Pantun ke Panggung Internasional

    Harpandu dan Hartunas 2025 Siap Gaungkan Pantun ke Panggung Internasional

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, bersiap menjadi sorotan dunia dengan menjadi tuan rumah perayaan akbar Hari Pantun Dunia (Harpandu) dan Hari Pantun Nasional (Hartunas) yang akan digelar pada 16–17 Desember 2025. Perhelatan budaya ini digadang-gadang menjadi tonggak sejarah dalam upaya melestarikan pantun sebagai warisan budaya takbenda yang telah diakui UNESCO. Wali Kota Pontianak, Edi […]

  • Lisdes Tapang Tanjung, Bukti Negara Hadir di Tengah Masyarakat

    Lisdes Tapang Tanjung, Bukti Negara Hadir di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Kam, 31 Jan 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Setelah sekian lama menanti, masyarakat di Dusun Tapang Tanjung, Desa Tanjung Balai, Kecamatan Sepauk, akhirnya dapat merasakan bahwa Negara hadir ditengah perosalan mereka. Terutama menjawab kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Olehkarenanya, Pemerintah Pusat (Pempus) melalui PT PLN (Persero) menjawab kebutuhan masyarakat setempat dengan membangun jaringan listrik desa (Lisdes). Pembangunannya pun telah selesai dilakukan. […]

  • Minta 14 Kabupaten/Kota Tingkatkan Kualitas Jasa Keuangan

    Minta 14 Kabupaten/Kota Tingkatkan Kualitas Jasa Keuangan

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mempawah, H Ismail menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (27/6/2023). Kegiatan tersebut dibuka dipimpin langsung Gubernur Kalbar, H Sutarmidji yang dihadiri TPAKD 14 kabupaten/kota serta pihak perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada kesempatan tersebut, Gubernuru Sutarmidji […]

  • Wabup Pagi Respon Positif PT Mito Energi Indonesia Berinvestasi di Kalbar

    Wabup Pagi Respon Positif PT Mito Energi Indonesia Berinvestasi di Kalbar

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi menghadiri Grand Opening PT Mito Energi Indonesia Cabang Pontianak di Ballroom Hotel Kapuas Palace Pontianak, Rabu (20/7/2022). Direktur PT Mito Energi Indonesia, Taufan mengaku bahagia bisa berinvestasi di Kalimantan Barat dan optimis akan perkembangan perusahaannya dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Kalimantan Barat. Produk yang dihasilkan […]

  • Pengganti KPE, Pegawai Pemkot Kantongi Kartu ASN

    Pengganti KPE, Pegawai Pemkot Kantongi Kartu ASN

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerjasama dengan Bank Kalbar mulai memberlakukan Kartu Aparatur Sipil Negara (ASN). Kartu ini dipergunakan selain sebagai identitas diri ASN juga untuk transaksi gaji pegawai bersangkutan. Layaknya kartu ATM, Kartu ASN berfungsi dalam melakukan transaksi perbankan di mesin ATM. “Kartu ASN bisa untuk mengambil uang tunai, transaksi pembayaran maupun transfer […]

  • Sintang Menuju Ekonomi Kreatif

    Sintang Menuju Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar –  Masyarakat Sintang dinilai sudah harus berubah pola pikirnya. Terutama soal kreatifitas ekonomi. Pasalnya Sintang memiliki potensi untuk mengeksplorasi bahan kuliner yang dimulai dari penyajian, pengolahan, dan memasarkannya di pentas nasional bahkan internasional. “Kita harus berubah dari ekonomi ekstraktif kearah ekonomi kreatif, karena kita memiliki kekayaan kuliner yang melimpah,” ungkap Bupati Sintang, Jarot Winarno […]

expand_less