Beranda Mempawah Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Mempawah dan Solidaridad Teken PKS

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Mempawah dan Solidaridad Teken PKS

Solidaridad dan Pemkab Mempawah teken nota perjanjian kerja sama pembangunan berkelanjutan di ruang kerja Sekda Mempawah, Jumat (24/1/2020)

LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan kerja sama dengan Yayasan Solidaridad Network Indonesia. Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk nota perjanjian kerja sama yang ditandatangani Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Mempawah, Gusti Basrun di ruang kerja Sekretaris Daerah Mempawah, Jumat (24/1/2020).

Kerja sama yang dilakukan merupakan bentuk pendampingan Solidaridad kepada para petani di Bumi Galaherang untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Sehingga diharapkan target untuk mencapai visi dan misi pembangunan Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat terealisasi dengan maksimal.

Nila Silvana, Koordinator Project NISCOPS Kalbar mengatakan bahwa perjanjian kerja sama (PKS) yang ditandatangani merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Pemerintah Kabupaten Mempawah pada September 2019 lalu.

“Jadi, kita mengusung inisiatif pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan. Kita harap dengan perjanjian ini kita bisa membantu dampak perubahan iklim terutama dalam sektor pertanian yang terfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca,” katanya.

Menurut dia, Mempawah adalah PKS terakhir dari Yayasan Solidaridad. Sementara yang sudah PKS dengan pihaknya ada 6 kabupaten seperti Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, Bengkayang, Landak.

“Totalnya ada 7 kabupaten yang sudah bekerja sama dengan Yayasan Solidaridad Network Indonesia,” katanya.

Pihaknya, kata dia, tidak hanya akan berfokus pada kelapa sawit, tetapi juga pada beberapa komoditas lain, terutama komoditas utama di Kabupaten Mempawah.

Peningkatan kapasitas petani swadaya dan penguatan kelembagaan petani akan menjadi titik fokusnya. Selain itu, meningkatkan produktivitas dan fasilitasi pasar adalah hal penting lain yang juga akan dijalankan.

“Dukungan untuk pengelolaan hutan kemasyarakatan juga akan menjadi bagian dari program. Intinya kita menyelaraskan semua strategi kami untuk membantu pemerintah mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Khusus petani sawit, kata dia, pihaknya lebih mengarah ke ISPO. “Jadi, bagaimana petani bisa mempraktekan perkebunan sawit rakyat yang berkelanjutan. Kita akan coba terapkanĀ  empat prinsip yang ada di dalam ISPO itu agar bisa dimiliki oleh petani sawit mandiri,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Mempawah, Gusti Basrun mengatakan bahwa perjanjian kerja sama merupakan bentuk komitmen bersama dalam rangka kita meningkatkan dan mendorong pengembangan komoditas perkebunan yang berkelanjutan di Kabupaten Mempawah.

“Kita berkomitmen untuk melakukan perwujudan usaha perkebunan yang berkelanjutan. Jadi, Mempawah berat sekali dengan kejadian Karhutla. Hasil investigasi kita beberapa waktu lalu, kebanyakan ini sumbernya dari masyarakat juga,” ujarnya.

Nah, dengan adanya perjanjian kerja sama ini, Gusti Basrun berharap Solidaridad dapat memberikan pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat Mempawah, terutama dalam upaya mengurangi kebakaran hutan dan lahan. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here