Breaking News
light_mode

Ternyata, Ini Alasan Menteri Desa PDTT Kunker di Sadaniang

  • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Ternyata. Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar ke Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah bukan tanpa alasan.

Selain meresmikan pasar kawasan perdesaan agropolitan. Dia mengaku belanja masalah dari beberapa desa pedalaman yang dikunjunginya , termasuk di wilayah Kecamatan Sadaniang.

Langkah itu dinilainya penting untuk dilakukan, agar dalam mengambil sebuah kebijkan dapat lebih tepat sasaran.

“Perjalanan ke pedalaman ini saya belanja masalah, sehingga kebijakan yang diambil sesuai permasalahannya. Seperti, penggunaan dana desa saya melihat bukan pada permasalahan transparansi anggaran, atau akuntabilitas pelaporan, tapi kebanyakan permasalahan pada sisi perencanaan,” katanya, Minggu (12/1/2020).

Awal pertama menjadi Menteri Desa, PDTT, dia melihat banyak perencanaan pembangunan yang masih kurang baik. Dan itu bisa dimaklumi.

“Saya melihat kurang baiknya perencanaan karena terbatas data yang di miliki. Maka dalam penyusuanannya perlu sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Paling pentingnya lagi dengan melibatkan semua pihak dalam penyusunan perencanaan desa, terlebih di Sadaniang ini merupakan kawasan pedesaan yang masuk prioritas nasional 2018-2019,” ungkapnya.

Terkait sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat di beberapa desa Kecamatan Sadaniang, dia berjanji akan mencarikan solusinya.

“Masalah listrik ini, walaupun PLN merupakan BUMN tapi juga harus mencari keuntungan. Karena itu kita carikan solusinya. Di mana diketahui indonesia merupakan penghasil baterai kering yang cukup besar, nantinya ini akan kita kembangkan,” tuturnya.

Pihaknya, menurut dia, akan mencarikan solusi terbaik agar penggunaan baterai kering sebagai bagian dari pembangkit listrik tenaga surya. Ihwal tersebut diyakininya dapat menghemat pengeluaran masyarakat, kaena bisa lebih murah dari PLN.

“Selama ini masalah tenaga surya bukan pada solar selnya tapi penampung arusnya yaitu baterai keringnya. Nah, kita nanti carikan solusi terbaik dan ini akan dikelola pihak desa nantinya,” katanya.

Sementara, untuk sarana dan prasarana telekomunikasi. Menteri Desa, PDTT memastikan telah menemukan titik temunya dengan pihak Telkom.

“Titik temunya sudah ada, tinggal bagaimana kerja konkritnya dan saya yakin kebutuhan telekomunikasi di desa bisa terpenuhi sesuai yang kita harapkan bersama, “ pungkasnya. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Siap Awasi Program Pembangunan Pemerintah

    Dewan Siap Awasi Program Pembangunan Pemerintah

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman menyatakan siap mengawasi setiap kebijakan atau program yang diambil pemerintah daerah dalam membangun kabupaten ini. Selain itu, Hikman Sudirman juga akan  mengingatkan pemerintah daerah agar lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan atau program yang dijalankan. Menurut Hikman Sudirman, pemerintah daerah harus benar-benar […]

  • Paroki Santo Martinus Kelam Permai Bangun 21 Gereja
    OPD

    Paroki Santo Martinus Kelam Permai Bangun 21 Gereja

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pastor Paroki Santo Martinus Kelam Permai, RD. Leonardus Miau menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pembangunan 21 gereja di wilayah Paroki Santo Martinus Kelam Permai. “Jadi, perlu saya sampaikan juga bahwa di saat bersamaan kami sedang membangun 21 gereja. Dan beberapa di antaranya berukuran besar,” ungkap RD. Leonardus Miau ketika menghadiri pelatakan batu pertama […]

  • Filipina Tertarik Aloevera Pontianak

    Filipina Tertarik Aloevera Pontianak

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dorecita Delima, Regional Director, DTI Region 12, delegasi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Phillipines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) asal Filipina, mengaku tertarik dengan aloevera atau lidah buaya. Rombongan delegasi asal Mindanao, Filipina ini juga berkunjung ke Aloevera Center milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. “Kami tertarik untuk melihat langsung Aloevera Center sebab kami tidak memiliki industri aloevera […]

  • Berharap Universitas Widya Dharma Cetak SDM Berkualitas

    Berharap Universitas Widya Dharma Cetak SDM Berkualitas

    • calendar_month Jum, 11 Mar 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Universitas Widya Dharma Pontianak terus memperluas sarana dan prasarana perkuliahan. Kampus yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota akan menambah gedung baru di lokasi tersebut. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendukung peningkatan fasilitas dan sarana perkuliahan yang dimiliki Universitas Widya Dharma. Dengan jumlah mahasiswa yang tercatat hampir […]

  • PPKM Level 4 di Pontianak Diperpanjang Hingga 9 Agustus 2021

    PPKM Level 4 di Pontianak Diperpanjang Hingga 9 Agustus 2021

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Pusat kembali memperpanjang PPKM Level 4 hingga tanggal 9 Agustus 2021. Kota Pontianak merupakan satu diantara 25 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa-Bali yang ditetapkan penerapan PPKM Level 4. Hal tersebut  tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 28 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, […]

  • Tangan Kanan dan Kening Digigit Ular Kobra, Kakek-kakek di Toho Tewas

    Tangan Kanan dan Kening Digigit Ular Kobra, Kakek-kakek di Toho Tewas

    • calendar_month Sen, 27 Jan 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Seorang kakek-kakek bernama Norjani (70), warga Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah tewas setelah digigit ular berjenis ‘King Kobra’ pada, Sabtu (25/1/2020). Sebelumnya, kakek-kakek itu melakukan sebuah atraksi dengan ular king kobra dengan panjang 5 meter. Atraksinya pun disaksikan sejumlah warga dan beredar di media sosial. Dalam antraksinya, kakek yang diduga merupakan pawang ular itu, […]

expand_less