LensaKalbar – Setakat ini, progres pembangunan eks residence Pendopo Bupati Sintang baru mencapai 30 persen. Target rampung pada Agustus 2019 dipastikan tidak bisa!. Pasalnya terkendala soal material bangunan.
Ihwal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Wilayah Permukiman Sintang, Zulkarnaen, Rabu (17/7/2019).
“Kendalanya di material. Sekarang saja lagi kosong,” katanya.
Material yang digunakan, kata Zulkarnaen, adalah kayu jenis belian. Sementara kebutuhan untuk pembangunan tersebut masih banyak kurang. Contohnya, saat ini kita butuh 36 batang kayu Belian dengan panjang 6 meter.
“Masih dicari kayunya. Pekerja berhenti bukan karena apa ya. Tapi karena bahannya yang tidak ada,” jelasnya.
Ini, kata Zulkarnaen, bukanlah kesalahan dari kontraktornya. Namun, memang untuk memenuhi kebutuhan bahan material pada pembangunan eks residence Pendopo Bupati Sintang sangat susuag didapat.
“Kita sudah coba cari di Ketapang juga tidak ada. Kalau yang sudah terpasang itu, kita cari di sini. Cuma untuk panjang 6 meter itu belum ada,” katanya.
Olehkarenanya, Zulkarnaen memastikan pembangunannya pun tidak bakal selesai sesuai target yang digaungkan pada Agustus 2019. “Tidak ngejar kalau Agustus 2019. Jadi, bukanlah kesalahan kontraktor, tapi bahan material yang susah didapat,” pungkasnya. (Dex)