LensaKalbar – Sejak awal pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK di Kabupaten Sintang, Senin (2/4) hingga sekarang berjalan lancar. Namun, sayang sarananya sangat terbatas.
“Jadi pelaksanaan UNBK dilakukan dengan bergantian. Satu hari dibagi menjadi beberapa sesi. Ini tentu harus menjadi perhatian Pemerintah Pusat dan Provinsi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, kemarin.
Menurut Jeffray, pelaksanaan UNBK ini tidak memakan banyak biaya kecual pada awal pelaksanaannya, lantaran memang harus memiliki sarana penunjang seperti komputer dan lainnya.
“Ketika pelaksanaan, tentu lebih praktis,” tuturnya.
Ketika meninjau UNBK, Jeffray mengungkapkan, siswa dan guru juga mengaku lebih praktis dengan UNBK dibandingkan UN menggunakan pensil dan kertas.
“Nilai yang keluar pun murni dari usaha siswa,” ucapnya. (Dex)