Breaking News
light_mode

Pembangunan Jembatan Sungai Dahange Dimulai

  • calendar_month Rab, 2 Agu 2017
  • comment 0 komentar

LensaKalbar –  Jarot – Askiman berkomitmen membangun Infrastukrut jalan maupun jembatan yang dimulai dari pinggiran. Buktinya, 2017  Pemerintah Kabupaten Sintang terus membangun infrastruktur menuju Nanga Kemangai Kecamatan Ambalau.

Sebelumnya, Pemkab Sintang sudah membangun jembatan Sungai Demu, Jembatan Sungai Tempe dan Jembatan Sungai Mentibar.

“Tahun ini kita akan membangun Jembatan Sungai Dahange,” kata  Wakil Bupati Sintang saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan sungai dahange, Rabu (2/8), di Kecamatan Serawai.

Askiman mengatakan, pembangunan jembatan sesuai dengan kebijakan strategis Pemkab Sintang yang tertuang dalam prime mover. Sebab,  ada kebijakan untuk membangun Sintang dari pinggiran.

“Kita sejak tahun 2016 sudah memulai pembangunan jalan dan jembatan dari Kecamatan Serawai menuju Kecamatan Ambalau. Tahun 2017 ini kita mulai membangun jembatan Sungai Dahange. Ini merupakan wujud nyata dan  tekad kami agar pada tahun 2021 nanti, kendaraan roda empat sudah bisa tiba di Nanga Kemangai tanpa kendala,” ungkapnya.

Menurutnya, tahun 2016 lalu, Pemerintah Sintang sudah mengalokasikan anggaran sekitar 10 miliar untuk membangun jalan sampai ke Nanga Kemangai. “Saya berharap agar proses pembangunan jembatan sungai dahange ini lancar dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan peluang kepada para pekerja untuk mengerjakan proyek ini agar berjalan lancar.  Dan apabila ada kendala, saya minta didiskusikan secara baik bersama Pemkab Sintang” pinta Askiman.

Nantinya, kata Askiman, pembangunan jembatan sungai dahange akan menghubungkan dua kecamatan yakni Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau tepatnya di Dusun Dahange Desa Sawang Sengiang Kecamatan Serawai.  “Dananya berasal dari DAK Penugasan Tahun Anggaran 2017 sebesar 4 milyar dengan waktu pengerjaan 180 hari kalender dan pemeliharaan 180 hari kalender,” tuturnya.

Camat Serawai Oktavianus Harsumpeda mengharapkan agar jembatan bisa dikerjakan dengan baik dan selesai tepat waktu karena merupakan penghubung antara Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau.

“Memang yang lebih banyak menggunakan jembatan ini adalah masayarakat Kecamatan Ambalau, karena merupakan akses utama menuju Nanga Kemangai. Selama ini akses masyarakat ke Nanga Kemangai sangat sulit. Mudah-mudahan dengan terbangunnya jembatan ini bisa mempermudah akses ekonomi, pendidikan, lalu lintas dan sektor lainnya bisa berjalan lancar untuk kebutuhan hdup masyarakat,” kata Oktavianus.

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Lakukan Penyesuaian Jam Kerja Selama Ramadan

    Pemkot Lakukan Penyesuaian Jam Kerja Selama Ramadan

    • calendar_month Sen, 12 Apr 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melakukan penyesuaian jam kerja selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Pontianak Nomor 9/BKPSDM/2021 tentang jam kerja selama bulan suci Ramadan 1442 H. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Mulyadi menerangkan, penyesuaian jam kerja selama bulan puasa ini mengacu pada SE Menteri […]

  • Malam Ini Festival Meriam Karbit Siap Digelar

    Malam Ini Festival Meriam Karbit Siap Digelar

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Festival Meriam Karbit akan digelar Kamis (20/4/2023) malam. Seremonial peresmian festival bertempat di Jalan Tanjung Harapan, Gang Muhajirin, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pelaksanaan Festival Meriam Karbit menjadi sebuah event yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Bahkan tidak sedikit warga dari luar Provinsi Kalbar yang datang […]

  • Di Sintang, Anak Bawah Umur Curi Motor

    Di Sintang, Anak Bawah Umur Curi Motor

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2017
    • 1Komentar

      LensaKalbar – Anak di bawah umur kembali terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kabupaten Sintang. Bd, remaja berusia 17 tahun diciduk anggota Sat Reskrim Polres Sintang di persimpangan Tugu Beji Sintang, Rabu (1/11). Penangkapan terhadap Bd, berdasarkan laporan pemilik sepeda motor yang dicurinya, Berdi Panuju, (19), di Mapolres Sintang Senin (31/10) siang. “Berdasarkan […]

  • Peningkatan IDM Libatkan Semua Stakeholder

    Peningkatan IDM Libatkan Semua Stakeholder

    • calendar_month Kam, 27 Jun 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kendati berumur 12 tahun pada Juli mendatang. Kabupaten Kubu Raya terus berlari lebih kencang dalam mewujudkan dan melahirkan Desa Mandiri. Salah satu dimensi yang merupakan bagian dari penilaian dan pencapaian indeks desa membangun (IDM) adalah berkaitan dengan ekologi atau ketahanan lingkungan. Untuk merancang kebijakan dan program bersama yang dapat mendorong pencapaian IDM dalam […]

  • Selain Menimbulkan Dampak Lingkungan Negatif, PETI Adalah Aktifitas Ilegal!

    Selain Menimbulkan Dampak Lingkungan Negatif, PETI Adalah Aktifitas Ilegal!

    • calendar_month Jum, 14 Des 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar –  Secara hukum Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) adalah aktifitas illegal. Pasalnya, tidak mengantongi izin.  Apalagi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Tentunya sangat berdampak negatif. Olehkarenanya, langkah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dinilai sudah tepat.  Apalagi aktifitas tersebut banyak dilakukan di aliran Sungai Kapuas dan Melawi di Kabupaten Sintang. “PETI menurunkan kwalitas mutu air. Sehingga […]

  • 4 Desa di Sungai Kunyit Terdampak Relokasi Jalan Nasional

    4 Desa di Sungai Kunyit Terdampak Relokasi Jalan Nasional

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan sosialisasi pengadaan lahan untuk pembangunan relokasi Jalan Nasional ruas Sungai Duri – Mempawah. Relokasi inipun memakan lahan sebanyak 9 hektar. Dan bakal ada 4 desa yang terkena dampak relokasi tersebut. Keempat desa terkena dampak relokasi inipun, adalah: Desa Sungai Limau Desa Sungai Kunyit Laut Desa sungai Bundung Laut Desa […]

expand_less