Breaking News
light_mode

Mempawah Siapkan Empat Langkah Strategis Antisipasi Karhutla 2026

  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, menegaskan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla Kabupaten Mempawah Tahun 2026 di Kafe KTamb, Kamis malam (23/4/2026).

Dalam rapat strategis yang dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal dan kepala perangkat daerah terkait itu, Wabup Juli Suryadi menekankan ancaman karhutla tahun ini tidak boleh dipandang biasa, terlebih dengan adanya prediksi fenomena alam ekstrem yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wakil Bupati menyoroti potensi fenomena “Godzilla El Nino” atau El Nino berkekuatan sangat kuat yang diperkirakan memengaruhi Indonesia pada April hingga Oktober 2026.

“Meskipun saat ini intensitas fenomena tersebut mulai berkurang, kita harus tetap dalam kondisi siap siaga apabila potensi Karhutla kembali meningkat di masa mendatang,” kata Wabup Juli.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Mempawah menetapkan empat instruksi strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan karhutla secara terpadu.

Fokus pertama diarahkan pada penguatan sistem komando melalui mekanisme pelaporan cepat dan aksi dini (early response), termasuk pemetaan intensif wilayah rawan kebakaran. Menurut Juli, langkah ini penting agar potensi ancaman dapat teridentifikasi lebih awal sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Selain itu, pemantauan titik panas atau hotspot secara real-time serta patroli rutin di kawasan rawan menjadi bagian dari strategi pencegahan yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh unsur terkait.

“Deteksi dini menjadi kunci. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Semua unsur harus responsif sejak indikasi awal,” ujar Wabup Juli.

Instruksi kedua menitikberatkan pada kesiapan infrastruktur pencegahan, khususnya di kawasan gambut. Wakil Bupati meminta seluruh fasilitas pembasahan gambut seperti sekat kanal dan embung dipastikan berfungsi maksimal untuk menjaga tinggi muka air tanah, sehingga lahan tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

Menurutnya, kesiapan sarana fisik menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi, mengingat karakteristik lahan gambut di sejumlah wilayah Mempawah memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran.

Instruksi berikutnya menekankan tindakan cepat di lapangan jika terjadi kebakaran. Personel diminta melakukan pemadaman pada kesempatan pertama guna mencegah api meluas dan meminimalisir munculnya kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat maupun aktivitas ekonomi.

Langkah ini, kata Wabup Juli, harus menjadi komitmen bersama seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan hingga relawan di lapangan.
Tidak hanya fokus pada pencegahan dan penanganan darurat, Pemkab Mempawah juga memasukkan langkah rehabilitasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Upaya restorasi pasca-kebakaran dipandang penting untuk memulihkan ekosistem terdampak serta menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan.

Dalam arahannya, Wabup Juli juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan karhutla. Ia meminta diseminasi informasi, edukasi, dan sosialisasi terus diperkuat agar kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran semakin meningkat.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor krusial dalam menjaga fungsi ekologis lahan sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan risiko bencana.

“Penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ini butuh sinergi semua pihak, termasuk masyarakat sebagai ujung tombak pengawasan di lapangan,” ujar Wabup Juli.

Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi forum konsolidasi lintas sektor dalam memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau, terutama dalam memastikan seluruh personel, sarana, dan sistem pengendalian berjalan efektif.

Menutup arahannya, Wabup Juli berharap kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat dapat menjadi kekuatan utama mencegah karhutla di Mempawah.

Dengan kesiapsiagaan yang diperkuat sejak dini, ia optimistis Kabupaten Mempawah dapat meminimalisir risiko kebakaran serta tetap terbebas dari ancaman kabut asap sepanjang musim kemarau 2026. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • STQ Nasional, LPTQ Minta Mempawah Siapkan Qari dan Qari’ah Berkualitas

    STQ Nasional, LPTQ Minta Mempawah Siapkan Qari dan Qari’ah Berkualitas

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah diminta agar mempersiapkan kembali Qari dan Qari’ahnya, agar dapat keluar sebagai juara pada event Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang akan digelar di Provinsi Maluku Utara (Malut). “Jadi, kami minta Mempawah mempersiapkan diri di event STQ tersebut. Dan kami juga berharap agar Mempawah kembali mengharumkan nama Kalbar seperti pada event MTQ tingkat […]

  • Tren IDM Tahun 2017 dan 2018, Sintang Belum Punya Desa Mandiri
    OPD

    Tren IDM Tahun 2017 dan 2018, Sintang Belum Punya Desa Mandiri

    • calendar_month Sel, 8 Jun 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tahun 2017 dan 2018 silam, tren Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Sintang masih jauh dari harapan. Pasalnya, Sintang belum memiliki satupun status desa mandiri. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Imus ketika mendampingi Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto menghadiri acara Penandatanganan Berita […]

  • Waduh, 45 Hektar Lahan Mengandung Karbon Tinggi

    Waduh, 45 Hektar Lahan Mengandung Karbon Tinggi

    • calendar_month Jum, 10 Agu 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sebanyak 45 hektar lahan di Kabupaten Sintang mengandung karbon yang begitu tinggi. Olehkarenanya, Bupati Sintang, Jarot Winarno meminta kepada masyarakat, perusahaan, dan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menjaga bersama-sama lahan tersebut. “Kawasan konservasi tersebut harus dijaga baik-baik oleh masyarakat, perusahaan, dan Pemerintah,” ujar Bupati Sintang, Jarot Winarno ketika menghadiri rapat Ekspose Pengelolaan Usaha Perkebunan […]

  • Mempawah Lepas 56 Atlet POPDA

    Mempawah Lepas 56 Atlet POPDA

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Kalbar akan dihelat pada tanggal 29 Juni hingga 03 Juli 2022. Ajang bergengsi ini melibatkan pelajar dari kabupaten/kota se Kalimantan Barat (Kalbar). Senin (27/6/2022). Pemerinta Kabupaten Mempawah melepas kontingen 56 atlet dan 10 pelatih dari cabang olahraga (Cabor) bulutangkis, bola voly, bola basket, sepak bola, sepak takraw, […]

  • Hari Santri, Momentum Mengenang Peran dan Sejarahnya untuk Indonesia

    Hari Santri, Momentum Mengenang Peran dan Sejarahnya untuk Indonesia

    • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. itulah tema peringatan Hari Santri Tahun 2022. Dalam sejarahannya santri memiliki peran dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Olehkarenanya, santri tidak pernah mengatakan tidak!, ketika Indonesia memanggil. Sebab santri dengan berbagai latar belakangnya selalu siap mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara ini. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi […]

  • Segera Optimalkan 10 Program Pokok PKK

    Segera Optimalkan 10 Program Pokok PKK

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan se-Kabupaten Sintang diharapkan segera mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dengan bekerja sama secara lintas sektoral. “Untuk itu TP-PKK harus terus berkonsolidasi secdara internal untuk penguatan SDM (Sumber Daya Manusia), pengurus, budaya dan sistem organisasi,” kata Henri Harapan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Sekretariat Daerah (Setda) […]

expand_less