Erlina-Juli Temui Korban Kebakaran Sungai Pinyuh, Membawa Bantuan dan Secercah Harapan
- calendar_month 23 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Deretan puing dan bangunan yang menghitam masih terlihat jelas di kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh, Rabu (10/6/2026). Sehari setelah kebakaran hebat menghanguskan 18 unit ruko, suasana duka masih menyelimuti para korban yang kehilangan tempat tinggal, usaha, dan berbagai harta benda yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Di tengah kondisi tersebut, Bupati Mempawah Erlina bersama Wakil Bupati Juli Suryadi hadir langsung menemui para korban.
Kehadiran keduanya tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang sedang berjuang bangkit dari musibah.
Saat berdialog dengan para korban, Bupati Erlina menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi pada Selasa sore (9/6/2026). Ia mengajak masyarakat terdampak untuk tetap tabah dan tidak kehilangan harapan di tengah cobaan yang sedang dihadapi.
Menurut Bupati Erlina, pemerintah daerah akan berupaya memberikan pendampingan dan bantuan yang dibutuhkan selama masa pemulihan. Selain memenuhi kebutuhan dasar korban, pemerintah juga memastikan proses administrasi bagi warga yang kehilangan dokumen penting dapat diselesaikan dengan cepat.
Untuk itu, Bupati Erlina meminta para ketua RT, pihak kelurahan, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen yang hilang akibat kebakaran.
“Kita minta proses administrasi dapat dilaksanakan dengan cepat untuk membantu para korban,” ujar Bupati Erlina.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Mempawah turut menyerahkan santunan tunai serta bantuan logistik berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, selimut, dan kasur.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban yang saat ini masih berupaya menata kembali kehidupan mereka.
Di balik kerugian material yang ditimbulkan, Bupati Erlina menilai kebakaran juga meninggalkan luka psikologis yang tidak ringan. Kehilangan tempat tinggal dan usaha dalam waktu singkat menjadi ujian berat bagi banyak keluarga yang terdampak.
Meski demikian, semangat untuk bangkit tetap terlihat dari wajah-wajah para korban yang saling menguatkan. Di tengah puing-puing yang tersisa, harapan untuk memulai kembali perlahan tumbuh, seiring hadirnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar.
“Musibah ini tentu menjadi ujian yang berat bagi saudara-saudara kita. Namun, saya mengajak seluruh korban untuk tetap kuat, tabah, dan tidak kehilangan harapan,” tutup Bupati Erlina. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar