Breaking News
light_mode

Mediasi Polemik Cagah Budaya di Pulau Temajo

  • calendar_month Kam, 27 Mei 2021
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Tak mau kisruh di masyarakat berlarut, Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah menggelar mediasi terkait persoalan Benda Cagar Budaya (BCB) Makam I Patimmah Daeng Takontu di Tanjung Matowa, Pulau Temajo, Kecamatan Sungai Kunyit. Mediasi tersebut dirangkaikan dengan pemasangan plang BCB di Pulau Temajo, Kamis (27/5/2021).

Hadir dalam mediasi yang dipimpin Kepala Disdikporapar Kabupaten Mempawah, El Zuratnam itu, di antaranya perwakilan pemilik lahan, zuriat makam I Patimmah Daeng Takontu, Kerajaan Amantubillah Mempawah, Polres Mempawah, BPN Mempawah beserta jajaran Bidang Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar).

“Dari mediasi awal tadi, dipastikan kerusakan bangunan atap makam I Patimmah Daeng Takontu  bukan dilakukan oleh pemilik lahan. Dan pemilik lahan tidak pernah memerintahkan siapapun untuk menganggu keberadaan makam I Patimmah Daeng Takontu,” ungkap El Zuratnam.

Kemudian, lanjut El Zuratnam, pihaknya juga mengkonfirmasi kepada pemilik lahan tidak pernah berniat untuk memindahkan lokasi makam I Patimmah Daeng Takontu dari Tanjung Matowa, Pulau Temajo.

“Jadi tidak benar jika ada pihak-pihak yang mengatakan makam I Patimmah Daeng Takontu akan dipindahkan ke tempat lain. Pemilik lahan sudah memastikan tidak pernah membuat statmen seperti itu (memindahkan makam),” ujarnya.

Terkait kerusakan bangunan atap makam, El Zuratnam mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal. Dugaannya, kerusakan disebabkan kondisi kayu yang sudah lapuk.

“Kemungkinan bangunan rusak akibat faktor alam. Mengingat kondisi kayu memang sudah lapuk,” terkanya.

Berkenaan dengan pemasangan plang peringatan di bangunan Mushollah, El Zuratnam menyebut masih akan dibicarakan lebih lanjut antara pemilik lahan dengan pihak terkait lainnya. Mengingat, bangunan Mushollah tidak masuk dalam BCB Kabupaten Mempawah.

“Mushollah bukan bagian dari BCB, karena jarak antara Mushollah dengan makam sangat jauh kurang lebih 800 meter. Nanti akan di musyawarahkan lagi dan pemilik lahan siap untuk  berdiskusi mencari jalan keluar terbaik,” katanya.

Setelah mediasi tersebut, Kadis berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak lagi terprovokasi dengan kesimpangsiuran informasi yang beredar luas di media sosial. Dia memastikan makam I Patimmah Daeng Takontu berstatus BCB yang dilindungi oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Kita berharap kedepan semua permasalahan berkaitan dengan makam I Patimmah Daeng Takontu bisa diselesaikan dengan baik. Termasuk lokasi area makam agar tidak dimiliki atau dikuasai oleh pihak mana pun. Nanti akan dikaji lagi oleh BPN dan pihak terkait,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemilik akun facebook Mulia Mulia membuat postingan terkait kondisi terkini makam YM I Fatimmah Daeng Takontu yang juga Putri Raja Gowa ke-16, Sultan Hasanuddin di Pulau Temajo. Menurut dia, makam hampir terancam kelestariannya.

Kemudian, akun Mulia Mulia juga menampilkan sejumlah foto kondisi bangunan makam yang terlihat roboh dan adanya pemasangan spanduk peringatan di lokasi rencana pembangunan Surau I Patimmah Daeng Takontu.

Spanduk tersebut betuliskan ‘PERHATIAN, tanah ini bersertifikat hak milik, barang siapa bukan haknya memasuki/mendirikan bangunan atau melakukan kegiatan apapun juga diatas tanah tersebut adalah perbuatan melanggar hukum (pasal 385 ancaman 4 tahun penjara). Tertanda pemilik tanah’. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sibu Serawak Terkesan dengan Pontianak

    Sibu Serawak Terkesan dengan Pontianak

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pertama kali mengunjungi Kota Pontianak, Mayor of Sibu Municipal Council, Sibu Sarawak, Mr Clarence Ting mengaku sangat terkesan dengan kota berjuluk Khatulistiwa ini. Meski hanya sehari berada di Pontianak, Clarence bersama rombongan Majlis Perbandaran Sibu sebanyak 16 orang sempat mengunjungi Tugu Khatulistiwa dan Museum Negeri. “Saya sangat terkesan dengan kota ini dan kami […]

  • Usai Smelter, Presiden Jokowi Tinjau Pasar Sebukit Rama Mempawah

    Usai Smelter, Presiden Jokowi Tinjau Pasar Sebukit Rama Mempawah

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Setelah melakukan peninjauan langsung ke Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Kecamatan Sungai Kunyit, Presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Sebukit Rama, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Rabu (20/3/2024). Kunjungan Presiden disambut antusias masyarakat dan para pedagang yang ingin melihat langsung orang nomor satu di Indonesia tersebut. Usai melaksanakan penyerahan bantuan, Presiden […]

  • Pemkab Mempawah Terima Hibah 148 PJU Tenaga Surya Senilai Rp2,2 Miliar dari Kementerian ESDM

    Pemkab Mempawah Terima Hibah 148 PJU Tenaga Surya Senilai Rp2,2 Miliar dari Kementerian ESDM

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah kembali menerima dukungan strategis dari pemerintah pusat. Sebanyak 148 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya senilai Rp2,2 miliar resmi diserahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Pemkab Mempawah melalui skema hibah Barang Milik Negara (BMN). Penyerahan ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Hibah […]

  • Desa Menaong Deklarasi ODF

    Desa Menaong Deklarasi ODF

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Open Defecation Free (ODF) adalah salah satu program pemerintahan pusat, kususnya Kemenkes RI melalui sanitasi. Program ini menggalakan kepada masyarakat agar tidak lagi buang air besar sembarangan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyebaran berbagai penyakit yang dapat ditularkan baik dari kotoran itu sendiri maupun lainnya. Olehkarenanya, Bupati Sintang, Jarot Winarno kembali mendeklarasikan […]

  • Ingat Tahun Politik! Perbaikan Jalan Simba Terancam Dibatalkan, Masyarakat Jangan Mau Dipolitisir

    Ingat Tahun Politik! Perbaikan Jalan Simba Terancam Dibatalkan, Masyarakat Jangan Mau Dipolitisir

    • calendar_month Rab, 13 Feb 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar –  Aksi pemblokiran ruas Jalan Sintang – Ketungau bikin Gubernur Kalbar, Sutarmidji setengah hati. Pasalnya ruas jalan yang tadinya telah dianggarkan, kini terancam dibatalkan. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Sintang, Florensius Ronny kepada sejumlah awak media, Selasa (12/2/2019), setelah melakukan komunikasi dengan Gubernur Kalbar. “Saya sudah hubungi Pak Gubernur. Lalu beliau bilang […]

  • DPRD Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sadar Pajak

    DPRD Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sadar Pajak

    • calendar_month Rab, 5 Jun 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Ketua DPRD Sintang, Terry Ibrahim mengimbau kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran membayar pajak. Namun peran pemerintah dibutuhkan agar dapat mewujudkan masyarakat yang sadar pajak. Dikatakannya ada dua hal penting dilakukan bagi para pemangku kepentingan yang dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sintang, agar masyarakat membayar pajak tulus dan ikhlas, yaitu bagaimana peran membuat […]

expand_less