
LensaKalbar – Masyarakat Kabupaten Sintang diminta untuk mampu menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebab MEA tidak lagi mengenal batasan untuk melakukan usaha.
“Untuk itu masyarakat, dan pelaku usaha yang berdomisili di Kabupaten Sintang harus mampu bersaing dan menghadapi tantang secara global itu,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno, ketika meresmikan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan gedung Dakwah Muhammadiyah, kemarin.
Olehkarenanya, aktifitas anak-anak muda di Kabupaten Sintang mesti didukung agar mampu bersaing secara global dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Selama aktifitas itu postif dan tidak negatif wajib kita dukung mereka. Karena anak-anak kita kedepan akan dihadapkan dengan MEA yang menuntut mereka agar berinovasi dalam dunia usaha maupun pendidikan,” ungkapnya.
Apalagi, kata Jarot, pada tahun 2020 mendatang, Indonesia akan memasuki yang namanya bonus demografi. Dimana jumlah manusia produktif lebih banyak dari pada manusia yang tidak produktif.
“Usia 15-64 tahun atau 64 persen itu adalah usia produktif yang mampu bersaing secara global. Sementara 36 persenya adalah yang tidak produktif. Jadi dengan itu semua kita harus dapat mengembangkan SDM yang kita miliki, bonus demografi tidak akan bisa dinikmati kalau SDM kita rendah,” paparnya.
Menurutnya, Kabupaten Sintang tidak akan bisa berkembang, jika bekerja sendiri-sendiri. Olehkarenanya semua pihak harus bersinergi dan bersama-sama bekerja untuk meningkatkan pelayanan terutama di bidang pendidikan di Kabupaten Sintang.
“Ayo bersama – sama kita bekerja dalam menghadapi tantang secara global tersebut,” ajaknya. (Dex)