Breaking News
light_mode

Kesal Infrastruktur Hancur Akibat Angkutan Sawit

  • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Rerata, rusaknya infrastruktur jalan di 14 kecamatan Sintang disebabkan oleh angkutan perusahaan perkebunan sawit yang melebihi tonase.

Karena itu, perusahaan perkebunan diminta ikut bertanggungjawab atas kerusakan tersebut. “Sebagian besar jalan kita rusak akibat angkutan perusahaan perkebunan,” ucap Anggota DPRD Sintang, Nekodimus kepada Lensakalbar.co.id, Senin (21/10/2019).

Kedepan, tegas Nekodimus, teman-teman legislatif telah sepakat bahwa harus ada kejelasan terkait jalan yang ditangani pemerintah dan jalan ditangani pihak perusahaan. Sebab pengguna utama ruas jalan di 14 kecamatan Sintang didominasi angkutan perusahaan perkebunan.

“Tentunya ini yang harus kita dorong. Sepertinya kawan-kawan di DPRD Sintang sepakat,”  tegasnya.

Terkait soal Corporate Social Responsibility (CSR), Nekodimus mengaku tidak tahu sejuah mana program CSR itu berjalan. “Apakah dapat dirasakan langsung masyarakat atau tidak, kita belum tahu. Mestinya, CSR perusahaan untuk pemeliharaan jalan yang mereka lalui. Faktanya sampai sejauh ini tidak dilakukan,” kesalnya.

Selain itu, Nekodimus membeberkan kondisi ruas jalan rusak dari Simba Raya menuju Ketungau. Ruas jalan tersebut banyak dilalui oleh perusahaan perkebunan.

“Jalannya hancur karena banyak mobil perusahaan dengan angkutan berat lalu lalang. Nah, siapa yang bertanggung jawab? Itu yang kita bingung” katanya.

Kemudian, sambung Nekodimus, di titik-titik jalan yang rusak pihak perusahaan seharusnya menyediakan alat berat. Terutama saat musim hujan. Sehingga, fungsional jalan betul-betul bisa dilaksanakan dengan baik.

“Jangan sampai jalan itu putus. Jadi, sifat fungsional harus berjalan. Apalagi jika jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi angkutan barang dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Olehkarenanya, Nekodimus berharap, DPRD Sintang, pemerintah serta masyarakat bersama-sama untuk melihat persoalan ini. Agar, jalan yang ada bisa tetap fungsional apapun musimnya.

“Kita harus mencari solusi ini bersama-sama,” pungkasnya. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erni: Jaga Amanah dan Jalankan Tugas Sesuai Aturan

    Erni: Jaga Amanah dan Jalankan Tugas Sesuai Aturan

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Keluarga mendukung Florensius Ronny menjadi Ketua Sementara DPRD Sintang periode 2019-2024. Namun, Erni berpesan kepada suaminya agar selalu menjaga amanah rakyat dan menjalankan tugas serta tanggungjawabnya dengan memperhatikan aturan yang ada. Agar tidak tersangkut persoalan hukum. Sebab, Erni mengaku miris belakangan ini banyak pejabat daerah di seluruh Indonesia yang tersangkut persoalan hukum, terutama […]

  • Jadilah Pemimpin yang Siddiq

    Jadilah Pemimpin yang Siddiq

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono berpesan agar menjadi pemimpin harus amanah sesuai dengan sifat yang ada pada Nabi Muhammad SAW “Jadi, pemimpin itu harus sidik, amanah sesuai dengan sifat kepemimpinan yang ada pada diri Rasulullah Muhammad SAW,” kata Senen Maryono pada kegiatan Pengajian Rutin Muhammadiyah di Masjid Nurul […]

  • Jalan Ketungau Hancur, Postingan Nitizen Dinilai ‘Hoax’

    Jalan Ketungau Hancur, Postingan Nitizen Dinilai ‘Hoax’

    • calendar_month Kam, 31 Agu 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar  –  Wakil Bupati Sintang, Askiman angkat bicara terkait postingan akun ‘Hadi Sutik Sutikno’ pada 28 Agustus lalu. Askiman menilai kondisi infrastruktur dan realita yang terjadi saat ini sangat bertolak belakang. “Kondisi infratsruktur jalan yang yang diposting adalah hoax dan tidak benar,” tegas Wakil Bupati Sintang, Askiman, Kamis (31/8). Dikatakan Askiman, untuk saat ini kondisi […]

  • Aduh, Ada 74,03 Hektare Kawasan Kumuh di Singkawang

    Aduh, Ada 74,03 Hektare Kawasan Kumuh di Singkawang

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Aduh. Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kota Singkawang mencatat kawasan kumuh di Kota Singkawang seluas 74,03 hektare. Padahal, Singkawang sebagai kota kedua di Provinsi Kalbar Kondisi ini pun ditetapkan berdasarkan SK (Surat Keputusan) Walikota Singkawang pada 2016 ada enam kawasan kumuh yang tersebar di lima kecamatan. Kepala Bidang (Kabid) Permukiman, Dinas Perumahan, Permukiman, dan […]

  • 391 Desa di Sintang Kejar Target Pembentukan Koperasi Merah Putih
    OPD

    391 Desa di Sintang Kejar Target Pembentukan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Pusat (Pempus)  tengah mengakselerasi upaya pemberdayaan ekonomi desa melalui program pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2025. Program strategis ini mencakup seluruh wilayah Indonesia dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi berbasis kerakyatan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang, Syarif Yasser Arafat, […]

  • Tolong! Perhatikan Infrastruktur Jalan di Sepauk Hulu

    Tolong! Perhatikan Infrastruktur Jalan di Sepauk Hulu

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Kusnadi mengingatkan pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan atau 8perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah SepaukHulu, Kecamatan Sepauk. Permintaan ini bukan tanpa alasan, pasalnya kondisi ruas jalan di wilayah tersebut kerap hancur. “Tolong infrastruktur jalan di Sepauk Hulu diperhatikan, karena sering hancur dan menyulitkan mobilitas masyarakat […]

expand_less