LensaKalbar – Wabah virus Corona atau Covid-19 mengancam kesehatan dunia. Termasuk di Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang.
Karena itu, pemerintah mengajak masyarakatnya agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, agar terhindar dari Covid-19.
“Kita wajib waspada terhadap covid-19 ini, karena sampai hari ini masih belum ditemukannya anti virus untuk mengatasi penyakit tersebut,” ungkap Bupati Sintang, Jarot Winarno saat menghadiri kegiatan deklarasi ODF di Desa Mapan Jaya, Kecamatan Kayan Hulu, Rabu (11/3/2020).
Olehkarenanya, di kesempatan tersebut Bupati Jarot berpesan kepada masyarakat setempat agar menjaga lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama dengan tidak membuang air besar sembarangan.
“Saya minta masyarakat harus jaga kebersihan dengan cara, selalu mencuci tangan sebelum memegang makanan atau pun sebelum makan, selalu menutup makanan dengan baik, selalu membuang sampah rumah tangga dengan benar, dan membuang limbah rumah tangga dengan benar. Dengan begitu kita bisa menghindari berbagai macam penyakit yang disebabkan dari binatang, seperti lalat dan bintang lainnya,” katanya.
Menurut Jarot, di wilayah Kayan Hulu rerata penyakit pada umumnya sering terjadi adalah diare, TBC, demam tinggi, dan penyakit infeksi usus. Beberapa penyakit itu tidak bisa kita remehkan, bahkan penyakit seperti ini bisa menyebabkan kematian.
“Jika kita mampu memberantas penyakit infeksi usus pada anak, bahkan kita bisa menurunkan angka stanting 42 persen pada anak. Caranya dengan tidak membuang air besar sembarangan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harrysinto Linoh berharap agar desa desa lain di Kecamatan Kayan Hulu bisa mengikuti apa yang telah dilaksanakan oleh Desa Mapan Jaya.
Sebab, sambung Sinto, Desa Mapan Jaya ini merupakan Desa pertama yang mendeklarasikan diri sebagai Desa ODF di Kecamatan Kayan Hulu.
“Hidup bersih dan sehat akan membentuk karakter generasi unggul di Kecamatan Kayan Hulu dannjuga bagi Kabupaten Sintang kedepannya,” ujarnya.
Kepala Desa Mapan Jaya, Aten mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa bangga karena sudah mampu mendeklarasikan Desa Mapan Jaya ini sebagai Desa ODF.
“Cukup lama kita mempersiapkannya, mulai dari tahun 2017 kita mendata hanya memiliki 40 kepala keluarga. Kemudian, kita mulai dari tahun 2018 lagi kita rencanakan tapi selalu gagal, sehingga pada tahun 2019 lalu kita melakukan program pelatihan mencetak kloset untuk mengatasi kekurangan kloset pada setiap rumah warga yang masih tidak mampu membeli kloset. Akhirnya, sekarang sudah terpenuhi dan mendapatkan kloset atau jamban keluarga di setiap rumah warga,” pungkasnya. (Dex)