Breaking News
light_mode

Jaga Kualitas Batik Kamboja

  • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Warga Gang Kamboja Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan membentuk Kelompok Pengrajin Batik Kampung Kamboja. Kelompok pengrajin yang baru berjalan selama satu bulan lalu ini diresmikan oleh Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti Kamtono, Selasa (5/3/2019).

Yanieta menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada para pengrajin khususnya penggiat yang menginisiasi pembentukan kelompok pengrajin batik kamboja. Selaku pengurus Dekranasda, pihaknya siap membantu untuk memasarkan produk-produk dari Kelompok Pengrajin Batik Kampung Kamboja.

“Kami dari Dekranasda Kota Pontianak siap menampung untuk memasarkan produk-produk yang pastinya harus berkualitas,” katanya.

Yanieta berharap, program-program Kelompok Pengrajin Batik Kampung Kamboja ini membawa angin segar untuk menciptakan pelaku ekonomi kreatif baru. “Sehingga bisa membantu kehidupan keluarga khususnya kaum ibu-ibu yang ada di Kampung Kamboja,” ujarnya.

Kepada para pengrajin, dia berpesan supaya memperhatikan kualitas produk batiknya. Selain itu juga ditekankan agar pengrajin tidak mengenal kata lelah dan patah semangat karena memang untuk belajar membatik membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Mudah-mudahan nanti batik-batik hasil dari pengrajin Kampung Kamboja bisa dipasarkan UMKM Center,” ungkapnya.

Selain kemahiran membatik, Yanieta berharap pentingnya memperhatikan kualitas dari bahan yang digunakan sebab itu mempengaruhi hasil atau produk batik itu sendiri. “Kalau kualitas bahan yang digunakan bagus dan cara membatiknya juga bagus, Insya Allah hasilnya juga bagus,” imbuhnya.

Menurutnya, keberadaan Kelompok Pengrajin Batik Kampung Kamboja ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan, baik domestik maupun asing. “Mereka bisa kita arahkan ke sini dan mudah-mudahan ini bisa menjadi role model bagi kecamatan-kecamatan lain,” tuturnya.

Untuk semakin mempercantik Kampung Kamboja, Yanieta memberikan masukan untuk menghiasi dinding-dinding dengan cat mural sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata. Seperti di Singapura, Jalan H Lane, di mana lorong-lorong kecil dihiasi dinding mural tetapi bisa menjadi viral di medsos.

“Padahal kalau Kampung Kamboja ini kita buat sedemikian rupa dengan dinding mural, saya yakin tak kalah bagusnya dengan di Singapura,” terangnya.

Ketua Rumah Batik Kampong Kamboja, Utin Dina Anggraini menjelaskan, Rumah Batik Kamboja ini awalnya beranggotakan empat orang. Dalam perkembangannya bertambah menjadi 16 anggota. Berangkat dari keinginan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat, terutama kaum perempuan dan untuk memaksimalkan waktu luang agar lebih produktif, maka dibuatlah program yang dimulai dari pelatihan hingga memproduksi sebuah produk kerajinan.

“Dengan kebutuhan pasar, yang mungkin menciptakan pasar baru untuk produk yang kami hasilkan. Untuk itulah program pelatihan batik tulis ini kami lakukan yang dimulai 16 Februari 2019 lalu. Hasil dari pelatihan itu bisa dilihat di sini. Kami juga akan menampilkan demo membatik,” papar dia.

Program yang direncanakan oleh Rumah Batik Kamboja ini, lanjut dia, dalam setahun terbagi dalam empat triwulan. Triwulan pertama belajar batik tulis, triwulan kedua belajar batik tulis dan cap, triwulan ketiga belajar menjahit pakaian jadi. Dan triwulan keempat belajar memproduksi tas, dompet dan cinderamata lainnya.

“Program ini kami rancang bersama Forum Pemerhati Wisata Alam (FPWA) Kalimantan Barat, di mana instruktur, peralatan, bahan dan perlengkapan lainnya difasilitasi oleh FPWA Kalbar,” pungkasnya. (Nrt/Hms)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Abdurrahman Musa Wafat, Bupati Erlina: “Jasa Almarhum Besar dalam Membangun Mempawah”

    KH Abdurrahman Musa Wafat, Bupati Erlina: “Jasa Almarhum Besar dalam Membangun Mempawah”

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kabupaten Mempawah berduka. Salah satu ulama terbaik di kabupaten itu, KH. Abdurrahman Musa wafat hari ini, Sabtu (24/7/2021) pukul 13.30 WIB. Bupati Mempawah, Hj Erlina bersama Wakil Gubernur Kalbar, H Ria Norsan didampingi Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi mengunjungi kediaman almarhum KH. Abdurrahman Musa di Dusun Heban, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah […]

  • Mamey Sapote, Sawo Jumbo di Festival Hortikultura

    Mamey Sapote, Sawo Jumbo di Festival Hortikultura

    • calendar_month Rab, 2 Mar 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Mungkin tak banyak orang yang mengenal Mamey Sapote, jenis buah sawo berasal dari Amerika Selatan. Buah sawo yang berukuran jumbo ini ditampilkan pada Festival Hortikultura (Hortifest) 2022 yang digelar Komunitas Gerakan Ayo Menanam (Geram) di Halaman Stasiun TVRI Kalbar, Rabu (2/3/2022). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mencicipi sawo Mamey Sapote usai membuka […]

  • Memasuki Usia Pernikahan ke 29, Yosepha Gelar Misa Syukur

    Memasuki Usia Pernikahan ke 29, Yosepha Gelar Misa Syukur

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menggelar misa syukur atas usia pernikahannya yang ke 29 tahun, Senin (10/2/2020). Misa yang dipimpin Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin, OFM. Cap didampingi Pastor Yohanes Pranoto, Pr dan Pastor Yohanes Fery, CM tersebut diikuti warga lingkungan Santo Yohanes Don Bosco, suster dan tamu undangan lainya. “Saya […]

  • Ingin Pelayanan Publik Dinilai Baik? Yuk, Sama-sama Keluar Zona Merah

    Ingin Pelayanan Publik Dinilai Baik? Yuk, Sama-sama Keluar Zona Merah

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dua tahun berturut-turut masuk Zona Merah dalam standar pelayanan publik (SPP), sungguh sangat memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang harus bertindak cepat untuk memperbaikinya, sebelum menjadi citra buruk jalannya pemerintahan. “Raport merah ini harus segera diperbaiki dan dievaluasi,” tegas anggota DPRD Sintang, Hardoyo, Senin (22/4/2019). Menurutnya, reformasi birokrasi itu, harus memberikan pelayanan dasar yang […]

  • Duh, Sintang Rawan Cabul

    Duh, Sintang Rawan Cabul

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2017
    • 1Komentar

    LensaKalbar – Di Kabupaten Sintang, rawan terjadi kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya angka kasus yang tengah ditangani kepolisian setempat. Periode Januari sampai 2 November 2017 ini, setidaknya sudah ada 17 kasus pencabulan dan 9 kasus KDRT yang ditangani Polres Sintang. Belum lagi […]

  • Bagindas Bakal Guncang Malam Penutupan Hari Jadi Kota Sintang ke-664
    OPD

    Bagindas Bakal Guncang Malam Penutupan Hari Jadi Kota Sintang ke-664

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan grup band nasional Bagindas akan tampil memeriahkan malam penutupan Pameran Ekonomi Kreatif dan Kuliner dalam rangka Hari Jadi Kota Sintang ke-664 Tahun 2026. Konser tersebut dijadwalkan berlangsung di panggung utama pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika saat menghadiri […]

expand_less