Breaking News
light_mode

Dewan Beleter Ruas Jalan Sintang-Merakai Hancur

  • calendar_month Ming, 6 Okt 2024
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – “Kalau musim kemarau berdebu, kalau musim hujan bubur”. Itulah kondisi ruas jalan Sintang menuju ke Merakai yang digambarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Lusi.

“Nah untuk kondisi sekarang ini hanya kendaraan – kendaraan tertentu saja yang bisa melewati ruas jalan menuju perbatasan Sintang, seperti kendaraan double gardan. Kalau diluar itu tidak bisa lewat, karena memang hancur jalannya,” ungkap Lusi ketika ditemui Lensakalbar.co.id di Gedung Parlemen Sintang, kemarin.

Walau demikian, Politisi Partai Demokrat ini, memastikan akan memperjuangkan infrastruktur jalan, terutama ruas jalan menuju ke perbatasan Sintang.

“Inilah yang akan saya perjuangkan. Jalan provinsi gimana kita lobi ke provinsi. Setidaknya dewan provinsi harus lah mengerahkan aspirasi mereka untuk jalan yang statusnya provinsi. Artinya, kita akan bangun komunikasi lah ke depannya sehingga ruas jalan ini diperbaiki,” kata Lusi.

Menurut Lusi, jarak tempuh dari Jembatan Kapuas Sintang menuju Merakai memakan waktu 4 jam lebih saat ini. Padahal jarak normalnya hanya 97 kilometer dari Sintang ke Merakai.

“Artinya, kalau jalan bagus kita hitung normal ndak sampai 1 jam udah sampai ke Merakai. Kalau mobil truk amblas, maka mbildouble gardan pun ikut amblas juga tidak bisa jalan,” jelas Lusi.

“Untuk kendaraan roda dua lancar lah  dan banyak juga yang mutar dari balai dan jalan kebun. Tapi memang kondisinya parah. Untuk itu, kami minta agar pemerintah dapat memperhatikan ruas jalan ini,” pungkas Lusi, wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Binjai Hulu – Kecamatan Ketungau Hilir – Kecamatan Ketungau Tengah – Kecamatan Ketungau Hulu. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Tahu dan Tempe Menjerit Harga Kedelai Naik

    Pedagang Tahu dan Tempe Menjerit Harga Kedelai Naik

    • calendar_month Sel, 1 Mar 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pedagang tahu dan tempe di Pasar Sebukit Rama Mempawah mengeluhkan kenaikan harga jual kacang kedelai. Kenaikan bahan baku pembuatan tahu dan tempe itu menyebabkan pedagang harus mengurangi produksi untuk menghindari kerugian. “Sejak beberapa waktu lalu, harga kedelai terus mengalami kenaikan. Biasanya Rp 400 ribu lebih per karung, sekarang menjadi Rp 600 ribu lebih,” […]

  • TNI-Polri dan Pemkab Turun Bersih-Bersih, Sintang Serius Benahi Masalah Sampah

    TNI-Polri dan Pemkab Turun Bersih-Bersih, Sintang Serius Benahi Masalah Sampah

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen membenahi persoalan sampah. Sabtu (21/2/2026), Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mewakili Bupati Sintang melepas puluhan peserta aksi pungut sampah di sepanjang Jalan Lintas Melawi, dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Aksi yang dipusatkan di Halaman Teras Kota Kampung Ladang itu melibatkan TNI, Polri, instansi vertikal, serta jajaran […]

  • Wabup Juli Dukung Pelestarian Bahasa Daerah di Festival Tunas Bahasa Ibu Kalbar 2025

    Wabup Juli Dukung Pelestarian Bahasa Daerah di Festival Tunas Bahasa Ibu Kalbar 2025

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, menghadiri acara puncak Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 yang digelar di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, ini menjadi ajang penting dalam upaya melestarikan bahasa daerah di tengah arus globalisasi yang […]

  • Zero PETI? Rayendra: Buktikan Donk, Jangan Hanya Wacana!

    Zero PETI? Rayendra: Buktikan Donk, Jangan Hanya Wacana!

    • calendar_month Sen, 8 Okt 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Zero PETI?. Sepertinya program tersebut bagus terdengar ditelinga. Sayangnya, program tersebut sekedar wacana dan rencana yang digalakkan oleh aparat penegak hukum. Buktinya, sepanjang Sungai Kapuas di Kabupaten Sintang masih ditemukan ratusan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kondisi ini tentu mengancam kehidupan masyarakat yang tinggal di pesisir sungai. “Programnya… bagus kalau Zero PETI. […]

  • Antisipasi Balap Liar, Polisi jaga Jalan Raya Mempawah

    Antisipasi Balap Liar, Polisi jaga Jalan Raya Mempawah

    • calendar_month Sel, 13 Apr 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Puluhan personil gabungan dari Satuan Sabhara dan Satuan Lalu Lintas Polres Mempawah mengantisipasi maraknya balapan liar di Kota Mempawah dan sekitarnya. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan patroli dan penjagaan di sejumlah ruas jalan, Selasa (13/4/2021) malam. Dipimpin Kanit Patroli Sat Sabhara Polres Mempawah, Iptu Imam Widhiatmoko, petugas berkeliling melakukan patroli di sejumlah kawasan […]

  • Tak Ada Perbedaan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta JKN-KIS dengan Umum

    Tak Ada Perbedaan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta JKN-KIS dengan Umum

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Vivie (30), salah satu warga Desa Sungai Labi, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang telah menjadi peserta dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2016 dari segmen kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri (perorangan). Vivie mendaftarkan diri beserta keluarganya ke dalam program […]

expand_less