Breaking News
light_mode

Biaya Mobilisasi Picu Harga Elpiji di Serawai-Ambalau Tembus Rp45 Ribu

  • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Wakil Ketua DPRD Sintang, Sandan, menyoroti tingginya harga gas elpiji di wilayah Serawai dan Ambalau yang disebut telah mencapai Rp45 ribu per tabung.

Menurutnya, harga tersebut memang masih tergolong tinggi bagi masyarakat, terutama kalangan ekonomi kecil, namun kondisi geografis dan biaya distribusi menjadi faktor utama penyebabnya.

Sandan menjelaskan, jika dihitung secara keseluruhan, harga elpiji di daerah tersebut sebenarnya dipengaruhi oleh tingginya ongkos mobilisasi. Ia menyebut biaya angkutan saja sudah mencapai sekitar Rp12 ribu per tabung, sehingga berdampak langsung pada harga jual di tingkat pengecer.

“Kalau kita hitung memang masih tinggi untuk masyarakat kecil. Tapi karena ini angkutan mobilisasi saja sudah Rp12 ribu, jadi mau tidak mau berpengaruh pada harga,” ujar Sandan.

Sandan menambahkan, proses distribusi elpiji ke wilayah Serawai dan Ambalau tidaklah mudah. Pasokan mobilisasi melalui Sintang kemudian  Nanga Pinoh hingga Serawai Ambalau, yang memerlukan perjalanan panjang dengan akses transportasi yang terbatas dan biaya operasional yang tidak sedikit.

Di sisi lain, harga di tingkat agen juga sudah cukup tinggi. Sandan menyebutkan bahwa masyarakat atau pengecer yang mengambil langsung dari agen harus membeli dengan harga di atas Rp20 ribu per tabung. Kondisi ini kemudian membuat harga di tingkat konsumen melonjak hingga Rp45 ribu setelah ditambah biaya distribusi.

“Kalau mereka ambil di agen sudah Rp20 ribu lebih. Jadi wajar kalau sampai di Serawai dan Ambalau bisa Rp45 ribu, karena ditambah lagi biaya mobilisasi,” jelasnya.

Walau demikian, Sandan mengakui bahwa kondisi ini tetap memberatkan masyarakat, khususnya bagi warga dengan penghasilan rendah yang sangat bergantung pada elpiji untuk kebutuhan sehari-hari.

Sandan berharap ke depan ada solusi dari pemerintah, baik melalui subsidi distribusi maupun penguatan sistem penyaluran energi ke wilayah terpencil, agar harga elpiji bisa lebih terjangkau dan merata.

Sandan juga mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi distribusi yang ada, sembari mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk terus mencari langkah strategis guna menekan biaya logistik di daerah-daerah sulit dijangkau.

“Ini memang persoalan klasik di daerah kita, terutama wilayah pedalaman. Tapi tetap harus kita cari solusi agar masyarakat tidak terus terbebani,” pungkas Sandan. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mempawah Fokus Bangun Infrastruktur dan Ekonomi Daerah

    Mempawah Fokus Bangun Infrastruktur dan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina menghadiri Sidang Paripurna Penyampaian Laporan Reses Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Tahun 2024, Senin (4/3/2024). Pada kesempatan tersebut, Bupati Erlina mengatakan penyampaian laporan reses tahun 2024 ini merupakan salah satu langkah dan komitmen yang tinggi dalam rangka mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku serta salah satu tahapan penyusunan perencanaan pembangunan daerah […]

  • Mempawah Terima 2 Ribu Sertifikat Tanah dari Presiden Jokowi

    Mempawah Terima 2 Ribu Sertifikat Tanah dari Presiden Jokowi

    • calendar_month Sel, 5 Jan 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Presiden Joko Widodo kembali menyerahkan Sertifikat Tanah untuk Rakyat secara gratis bagi masyarakat di tanah air. Satu di antaranya Kabupaten Mempawah. Ada sekitar 2.000 sertifikat yang diberikan. Prosesi penyerahan tersebut dilakukan presiden secara virtual di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (5/1/2021). Bupati Mempawah, Hj Erlina hadir dalam kegiatan tersebut. Dia mengaku bersyukur dengan […]

  • PAW Anggota DPRD Mempawah, Bupati Erlina Harap Eksekutif-Legislatif Tetap Kompak dan Bersinergi

    PAW Anggota DPRD Mempawah, Bupati Erlina Harap Eksekutif-Legislatif Tetap Kompak dan Bersinergi

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina menghadiri Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Mempawah Masa Jabatan 2019- 2024 di gedung DPRD Kabupaten Mempawah, Rabu (24/5/2023). Pada kesempatan tersebut, Bupati Erlina mengatakan pergantian antar waktu anggota DPRD merupakan momen yang sangat penting dalam kehidupan politik daerah. “Melalui momen ini kita […]

  • 8 Kasus DBD Masih Diambang Normal

    8 Kasus DBD Masih Diambang Normal

    • calendar_month Rab, 30 Jan 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar –  Dinas Kesehatan Sintang mengaku menangani 8 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Syukurnya tidak ada memakan korban jiwa. Kendati demikian, Dinkes Sintang tetap melakukan upaya pencegahan. Terutama melalui sosialisasi di media sosial, puskesmas, dan bahkan membagikan serbuk abate ke masyarakat. “Belum lama ini kita telah bagikan abate di Pasar Sungai Durian sekitar 500 serbuk. […]

  • APBD Sintang 2027 Tembus Rp1,9 Triliun, 88 Persen Masih Bergantung Pusat
    OPD

    APBD Sintang 2027 Tembus Rp1,9 Triliun, 88 Persen Masih Bergantung Pusat

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan, menyebutkan proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 mencapai Rp1,9 triliun, dengan ketergantungan tinggi pada dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp1,6 triliun atau sekitar 88 persen. Hal itu disampaikan Kurniawan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 di Pendopo Bupati Sintang, […]

  • 10 Persen Penduduk Mempawah Masih BAB Sembarangan

    10 Persen Penduduk Mempawah Masih BAB Sembarangan

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dinas Kesehatan PP KB Mempawah mendata, ada 6.468 atau 10 persen penduduk di Kabupaten Mempawah masih berprilaku buang air besar (BAB) sembarangan. Artinya, belum semua masyarakat di kabupaten yang bejuluk “Bumi Galaherang” ini menggunakan Jamban Sehat, yakni jamban sesuai standar Kementerian Kesehatan. Data tersebut diungkapkan Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi ketika menghadiri […]

expand_less