Breaking News
light_mode

Presiden Terpilih Diminta Perhatikan Kawasan Perbatasan Sintang

  • calendar_month Ming, 12 Mei 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang mengharapkan Presiden  dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, kelak lebih memiliki program yang realistis dan memperhatikan pembangunan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

“Siapapun yang terpilih menjadi presiden, kita sebagai putra daerah tetap akan mendukung, dan berharap dapat memperhatikan pembangunan di kawasan perbatasan di sini,” ujar Anggota DPRD Sintang, Melkianus, Minggu (12/5/2019).

Ia mengemukakan, pembangunan di wilayah perbatasan di Kabupaten Sintang masih sangat tertinggal atau jauh berbeda dengan kondisi hail pembangunan di daerah lain, padahal selama ini disebut-sebut sebagai beranda depan NKRI.

Selain itu, kata Melkianus, peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan pemerintah dengan secepat mungkin. Solusinya adalah pemekaran Provinsi Kapuas Raya. Sebab wacana ini sudah lama diusulkan dan belum terealiasi hingga saat ini.

Menurut dia, setelah dilantik nanti oleh KPU Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin harus memberikan kebijakan-kebijakan yang lebih ataupun berpihak kepada Provinsi Kalbar, khusunya Kabupaten Sintang sehingga apa yang diharapkan masyarakat dapat terpenuhi.

Begitu pula, tambah dia, sinergi antara pusat dan provinsi harus terjalin dengan baik agar program-program yang dicanangkan baik oleh pemda maupun pemerintah pusat dapat sejalan dan menghasilkan pembangunan yang merata.

Ia mengharapkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan kubu 02 masyarakat dapat bersatu kembali dan menciptakan Indonesia yang lebih produktif dan maju.

“Marilah kita menjadi satu seutuhnya Indonesia dan melupakan semua kontestasi pilpres,” ujar dia.

Kemudian, Melkianus mengatakan bahwa presiden dan wakilnya nanti harus segera merealisasikan janji dan komitmen program-program pembangunan pro rakyat yang digaungkan saat kampanye dulu.

“Kami berharap bapak Jokowi dapat menjalankan semua program yang dijanjikan, kemudian komitmennya yang akan mengakomodir segala pengusaha kecil dan menengah,” kata dia.

Olehkarenanya, ke depan pemerintah harus mempermudah izin usaha kecil dan menengah serta meningkatkan bantuan permodalan kepada mereka agar mampu bersaing dengan para pengusaha dari luar.

“Nantinya pemerintah pusat juga dapat berkoordinasi dengan pemda setempat untuk dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang lebih kepada pengusaha kecil dan menengah ini agar mereka juga dapat tumbuh dan berkembang menjadi besar,” tutupnya. (Dex).

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPH Migas Minta PLN Ganti Bahan Bakar BBM dengan Gas

    BPH Migas Minta PLN Ganti Bahan Bakar BBM dengan Gas

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sejak tiga tahun terakhir Provinsi Kalimantan Barat PT PLN (Persero) membeli listrik dari Malaysia sebesar 170 Mega Watt dengan harga sebesar Rp. 1.050/kwh. Kondisi ini membuat harga listrik menjadi mahal dan tidak kompetitif. Wacana Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan disambut baik dari berbagai pihak, tidak hanya Pemerintah Provinsi Kalbar, bahkan Pemerintah Kabupaten Mempawah […]

  • Bupati Pastikan Pemerintah Bantu Korban Puting Beliung di Semudun

    Bupati Pastikan Pemerintah Bantu Korban Puting Beliung di Semudun

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Mempawah, Hj Erlina bersama Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi dan OPD terkait melalukan peninjauan serta penanganan korban bencana Angin Puting Beliung di Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Selasa (8/8/2023). “Atas nama pemerintah, kami sangat prihatin dan turut berduka atas musibah yang dialami para korban,” ucap Bupati Erlina disela-sela peninjauannya. Orang nomor […]

  • Pemkot Revisi Aturan Jam Operasional Truk Berat

    Pemkot Revisi Aturan Jam Operasional Truk Berat

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kota Pontianak bersiap merevisi Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 48 Tahun 2016 terkait jam operasional kendaraan angkutan berat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan volume kendaraan dan kebutuhan distribusi logistik, terutama barang pokok dan kebutuhan masyarakat di Pontianak dan Kalimantan Barat. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa revisi aturan […]

  • Sekda Minta OPD Solid dan Kompak

    Sekda Minta OPD Solid dan Kompak

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sintang menggelar kegiatan Ramah Tamah Perayaan Natal 2022 dan Tahub Badu 202e di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (24/2023). Hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Sintang, Jarot Winarno, Wakil Bupati Sintang, Melkianus, Sekda Sintang, Yosepha Hasnah, Asisten Sekda, Staf Ahli, pimpinan OPD dan sejumlah instansi vertikal lainnya. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris […]

  • Dilantik jadi Camat Teluk Pakedai, M Yusuf Mohon Dukungan Semua Pihak

    Dilantik jadi Camat Teluk Pakedai, M Yusuf Mohon Dukungan Semua Pihak

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – M Yusuf resmi menjabat Camat Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Ia menggantikan Rasudi yang mutasi menjadi Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kubu Raya. M. Yusuf, putra asli Teluk Pakedai, menjabat camat setelah dilantik Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan pada Senin (6/1/2020). Sebelumnya dia menjabat Kepala Bidang Perdagangan Dinas […]

  • Kades di Sintang Belum Mampu Pahami Tupoksi-nya

    Kades di Sintang Belum Mampu Pahami Tupoksi-nya

    • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Bupati Sintang menilai, Kepala Desa (Kades) beserta perangkatnya, belum mampu memahami Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi). Pasalnya, hingga kini masih ditemukan kesalahan dalam pengelolaan Dana Desa. “Dalam pelaksanaan tugas pemerintahan desa, tidak hanya menjadi tanggung jawab Kades. Harus ada pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas,” kata Askiman ketika membuka Bimbingan Teknis […]

expand_less