Peringatan Kartini ke-62, Perempuan Diminta Ambil Peran Lebih Besar dalam Pembangunan
- calendar_month Rab, 22 Apr 2026
- comment 0 komentar

Screenshot
LensaKalbar – Peringatan Hari Kartini ke-62 di Kalimantan Barat menjadi penegasan kuat bahwa peran perempuan tidak boleh berhenti pada seremoni. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan perempuan harus tampil sebagai motor penggerak pembangunan di berbagai sektor.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Kartini ke-62 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (22/4/2026), yang juga dihadiri Bupati Mempawah, Erlina, bersama jajaran Forkopimda, TP PKK, dan organisasi perempuan.
Menurut Ria Norsan, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus dimaknai secara kontekstual di era modern, yakni melalui kontribusi nyata perempuan dalam pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan.
“Kartini menyuarakan kesetaraan bukan untuk menandingi laki-laki, tetapi memastikan perempuan memiliki ruang untuk berkembang, belajar, dan berkarya,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran perempuan—terutama sebagai ibu—menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi dan pemimpin masa depan. Dukungan perempuan, kata dia, kerap menjadi kunci di balik keberhasilan banyak pihak.
“Kesuksesan hari ini tidak lepas dari peran perempuan, baik sebagai ibu maupun istri,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Erlina yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, menilai perjuangan Kartini telah membuka jalan lebar bagi perempuan Indonesia untuk maju dan berdaya saing.
“Kini perempuan memiliki kesempatan yang setara di berbagai bidang. Ini adalah buah dari perjuangan Kartini yang harus kita jaga dan lanjutkan,” kata Bupati Erlina.
Olehkarenanya, Bupati Erlina mengajak perempuan di Kalbar untuk tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dengan terus meningkatkan kapasitas diri dan profesionalisme.
“Mari isi semangat Kartini dengan kerja nyata dan kontribusi aktif dalam pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkas Bupati Erlina.
Peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus dorongan agar perempuan Kalimantan Barat semakin mandiri, berdaya, dan berperan strategis dalam pembangunan berkelanjutan. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar