Sekda Kartiyus Pastikan Seleksi JPT Sintang Bebas Intervensi, Nilai Murni dari Tes
- calendar_month Sab, 18 Apr 2026
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka (open bidding) untuk 15 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang berjalan profesional dan murni berdasarkan hasil tes peserta, tanpa intervensi pihak mana pun.
Penegasan itu disampaikan Sekda Kartiyus saat membuka tahapan seleksi penulisan makalah di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Jumat (17/4/2026).
“Bahkan, saya tidak ikut mewawancarai dan memberikan penilaian untuk dua jabatan yang dilamar oleh adik kandung saya, Lili Suryani. Dari lima anggota panitia seleksi, hanya empat orang yang memberikan nilai. Saya tidak ikut, demi menjamin proses ini sesuai aturan,” tegas Sekda Kartiyus.
Sekda Kartiyus menekankan, integritas menjadi fondasi utama dalam proses seleksi ini. Ia memastikan seluruh tahapan dilakukan secara objektif dengan mengedepankan kompetensi dan kapasitas peserta.
Dalam tahapan penulisan makalah, peserta diminta mengangkat tema besar terkait upaya mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sintang. Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada kemampuan peserta menghadirkan inovasi yang aplikatif.
“Kami akan melihat sejauh mana inovasi yang ditawarkan mampu menjawab persoalan riil di OPD atau jabatan yang dilamar. Jangan sampai gagasan bagus di atas kertas, tapi tidak bisa diimplementasikan,” ujar Sekda Kartiyus.
Sebanyak 62 peserta yang mengikuti seleksi ini diingatkan untuk tetap konsisten hingga tahapan akhir. Kartiyus mengungkapkan, panitia seleksi hanya akan mengumumkan nilai pada dua tahap, yakni saat penilaian rekam jejak dan nilai akhir.
“Kalau diumumkan setiap tahap, dikhawatirkan ada peserta yang kehilangan semangat jika nilainya rendah. Kami ingin semua tetap berkompetisi sampai akhir,” kata Sekda Kartiyus.
Di akhir proses, panitia seleksi akan menetapkan tiga besar untuk setiap jabatan. Selanjutnya, keputusan akhir berada di tangan Bupati dan Wakil Bupati Sintang.
“Tiga nama yang lolos itu semuanya sudah layak. Pimpinan daerah bisa memilih peringkat satu, dua, atau tiga. Tugas kami hanya sampai pada penetapan tiga besar,” jelas Sekda Kartiyus.
Untuk menjaga kualitas seleksi, khususnya pada tahap asesmen, panitia menggandeng tim dari Universitas Padjadjaran Bandung. Sekda Kartiyus mengingatkan peserta agar mempersiapkan diri secara matang, terutama karena asesmen melibatkan aspek psikologis.
“Hati-hati saat mengikuti asesmen, karena banyak unsur psikologi. Persiapkan diri dengan baik, bersaing secara sehat, dan tunjukkan kemampuan terbaik,” pungkas Sekda Kartiyus. (prokopim/LK1)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar