Harga Plastik Melonjak, DPRD Sintang Minta Pemerintah Lindungi UMKM
- calendar_month Kam, 9 Apr 2026
- comment 0 komentar

Nikodemus, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nikodemus menyoroti serius dampak lonjakan harga bahan baku plastik yang kian menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kenaikan harga tersebut dinilai berpotensi melemahkan daya saing pelaku usaha lokal jika tidak segera direspons dengan langkah konkret dari pemerintah daerah.
Nikodemus menyampaikan bahwa pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor kuliner dan perdagangan, sangat bergantung pada kemasan plastik untuk menunjang operasional harian. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya produksi meningkat signifikan.
“Banyak pelaku UMKM mengeluhkan kenaikan harga plastik ini. Dampaknya langsung terasa pada biaya produksi mereka. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa berujung pada kenaikan harga jual atau bahkan penurunan kualitas produk,” ujar Nikodemus.
Nikodemus menambahkan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Jika sektor ini terganggu, maka efek domino terhadap ekonomi masyarakat akan semakin luas, termasuk penurunan pendapatan dan daya beli.
Menurut politisi Partai Hanura, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah strategis, seperti memberikan subsidi bahan baku, membuka akses terhadap alternatif kemasan yang lebih murah dan ramah lingkungan, hingga memfasilitasi kerja sama antara pelaku UMKM dengan produsen bahan kemasan.
Selain itu, DPRD juga mendorong adanya intervensi kebijakan untuk menjaga stabilitas harga bahan baku di pasaran. Koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat dinilai penting agar persoalan ini dapat ditangani secara komprehensif.
“Jangan sampai UMKM kita terpuruk hanya karena persoalan bahan baku. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata, bukan sekadar wacana,” tegas Nikodemus.
Di sisi lain, Nikodemus juga mengajak pelaku UMKM untuk mulai berinovasi, termasuk beralih ke penggunaan kemasan alternatif seperti kertas atau bahan biodegradable, meskipun diakui hal tersebut masih menghadapi tantangan dari sisi biaya dan ketersediaan.
“Dengan kondisi ini, kami komitmen untuk terus mengawal persoalan tersebut agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil. Ke depannya kami berharap ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya demi menjaga keberlangsungan UMKM di tengah tekanan ekonomi yang ada,” pungkas Nikodemus. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar