DPRD Harap Program MBG Menjangkau Wilayah 3T di Sintang
- calendar_month Sab, 21 Mar 2026
- comment 0 komentar

Senen Maryono, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Sintang.
Politisi Partai PAN menegaskan, pemerataan program tersebut sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Menurut Senen Maryono, hingga saat ini masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang yang menghadapi keterbatasan akses, baik dari sisi infrastruktur, transportasi, maupun distribusi logistik. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program MBG secara merata.
Olehkarenanya, Senen Maryono meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk menyusun strategi khusus agar program tersebut dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.
“Program MBG ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak. Namun, jangan sampai hanya terfokus di wilayah perkotaan saja. Wilayah 3T juga harus menjadi prioritas,” ujar Senen Maryono.
Senen Maryono menjelaskan bahwa masyarakat di daerah 3T justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan intervensi pemerintah dalam hal pemenuhan gizi. Dengan keterbatasan ekonomi dan akses terhadap bahan pangan bergizi, program seperti MBG dinilai mampu menjadi solusi konkret dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Senen Maryono mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Ia menyebutkan bahwa peran pemerintah daerah, instansi teknis, hingga pihak swasta sangat dibutuhkan untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan lancar hingga ke pelosok desa.
“Perlu ada sinergi yang kuat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Infrastruktur harus diperhatikan, distribusi harus dipastikan aman dan tepat sasaran, serta pengawasan juga harus diperketat,” tambahnya.
Selain itu, Senen Maryono juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat setempat, seperti pelaku usaha kecil dan kelompok tani, dapat menjadi bagian dari rantai penyediaan bahan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Senen Maryono berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada peluncuran program, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya dalam jangka panjang.
Evaluasi berkala, kata dia, perlu dilakukan agar program MBG benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Harapan kita, program ini tidak hanya berjalan secara simbolis, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat di wilayah 3T yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan,” pungkas Senen Maryono. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar