Mudik Aman Dimulai dari Kendaraan Layak dan Sopir Prima
- calendar_month Sab, 14 Mar 2026
- comment 0 komentar

Jimi Manopo, Anggota DPRD Sintang
LensaKalbar – Lonjakan arus mudik Idulfitri yang kian mendekat memicu peringatan keras dari DPRD Kabupaten Sintang. Anggota DPRD, Jimi Manopo, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan kesiapan pengemudi guna menekan potensi kecelakaan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Jimi Manopo mengingatkan, perjalanan jauh tanpa didukung kondisi kendaraan yang prima dapat berujung fatal. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele pengecekan teknis sebelum berangkat mudik.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum digunakan untuk perjalanan jauh,” tegas Jimi Manopo.
Tak hanya masyarakat, Jimi Manopo juga mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk turun tangan secara serius. Ia meminta agar seluruh armada angkutan umum yang akan beroperasi selama musim mudik diperiksa secara ketat dan menyeluruh.
Menurut politisi PDIP, uji kelayakan kendaraan bukan cuma prosedur administratif, melainkan benteng utama dalam melindungi keselamatan penumpang. Bus, travel, hingga kendaraan penumpang lainnya wajib dipastikan layak jalan sebelum diizinkan beroperasi.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Jimi Manopo menyoroti tren peningkatan jumlah penumpang yang signifikan setiap menjelang Lebaran. Kondisi tersebut membuat aktivitas transportasi melonjak drastis, sekaligus meningkatkan risiko jika pengawasan tidak diperketat.
“Kami minta dinas terkait tidak lengah. Semua kendaraan angkutan umum harus dicek secara detail sebelum melayani masyarakat,” ujar Jimi Manopo.
Lebih jauh, Jimi Manopo menekankan bahwa faktor manusia menjadi penentu utama keselamatan di jalan. Pengemudi yang kelelahan atau tidak dalam kondisi fit dinilai berpotensi memicu kecelakaan, meski kendaraan dalam kondisi baik.
Olehkarenanya, Jimi Manopo meminta perusahaan transportasi dan instansi terkait memastikan para sopir memiliki waktu istirahat yang cukup serta dalam kondisi sehat saat bertugas.
“Jangan sampai sopir dipaksa bekerja dalam kondisi lelah. Ini menyangkut nyawa penumpang,” kata Jimi Manopo.
Jimi Manopo berharap pengawasan terpadu antara pemerintah daerah, aparat, dan penyedia jasa transportasi dapat diperkuat selama periode mudik. Ia menekankan bahwa keselamatan pemudik tidak boleh dikompromikan di tengah tingginya kebutuhan mobilitas saat Lebaran.
“Kalau semua pihak serius, kita bisa tekan risiko kecelakaan dan masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” pungkas Jimi Manopo. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar