Wabup Sintang Soroti Nilai MCP KPK Rendah, Komitmen Tak Ada Jual Beli Jabatan!
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menyoroti rendahnya nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk Kabupaten Sintang serta menegaskan tidak ada praktik sogok-menyogok dalam penentuan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.
Perihal itupun disampaikannya saat menghadiri Forum OPD Bidang Penguatan Tata Kelola Pemerintahan di Aula Bappeda Kabupaten Sintang, Rabu (11/3/2026), yang dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah terkait tata kelola pemerintahan.
Wabup Ronny menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah harus melakukan evaluasi serius terhadap rendahnya nilai MCP KPK tersebut dan segera melakukan perbaikan.
“Saya melihat nilai MCP KPK Kabupaten Sintang masih rendah. Ke depan kita perlu evaluasi apa penyebabnya, lalu lakukan perubahan. Tahun 2026 nilai MCP KPK wajib bagus,” tegas Wabup Ronny.
Wabup Ronny juga menegaskan komitmen kepemimpinan Bala–Ronny dalam membangun birokrasi yang bersih dan profesional, termasuk memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan.
“Tidak ada sogok menyogok atau setor menyetor dalam penentuan pejabat. Jabatan diperoleh karena prestasi dan kinerja, bukan karena kedekatan,” ujar Wabup Ronny.
Menurut Wabup Ronny, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sintang harus bekerja secara serius dan profesional sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Kami tidak minta apa-apa dari ASN. Kami hanya minta kalian bekerja dengan benar sesuai tupoksi kalian,” ucapnya.
Selain itu, Wabup Ronny juga mengingatkan ASN agar tidak menunda pekerjaan karena dapat memperlambat pelayanan kepada masyarakat.
“Menunda pekerjaan membuat pelayanan kita kepada masyarakat menjadi lambat. Saya mendorong ASN kita lebih lincah dalam memberikan pelayanan,” kata Wabup Ronny.
Olehkarenanya, Wabup Ronny menekankan pentingnya kekompakan antar organisasi perangkat daerah. Ia meminta seluruh OPD, bagian, dan bidang di lingkungan Pemkab Sintang membangun kerja sama yang solid demi tercapainya tujuan pembangunan daerah.
“Antar OPD harus saling bekerja sama. Jangan ada isu tidak cocok. Kalau suasana kerja tidak nyaman, maka tujuan Pemkab Sintang akan sulit tercapai,” pesan Wabup Ronny.
“Dan paling utama adalah tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sintang harus dibangun dengan prinsip baik, bersih, dan lincah agar pelayanan publik semakin cepat dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wabup Ronny. (prokopim/LK1)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar