Beranda Headline Virus Corona, Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dinkes Sintang

Virus Corona, Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dinkes Sintang

Press release Dinas Kesehatan Sintang, Senin (27/1/2020)

LensaKalbar – Dunia belakangan ini sedang dikhawatirkan oleh sebaran virus misterius (Corona) yang baru-baru ini ditemukan di Wuhan, Cina.

Update terakhir, sebanyak 56 orang tewas akibat virus 2019-nCov, jenis baru dari coronavirus. 237 pasien berada dalam kondisi kritis dan ada 1.900 kasus yang telah ditemukan.Di Wuhan, China hingga saat ini belum dapat dikendalikan.

Hal ini menjadi kekhawatiran setiap negara. Termasuk Indonesia yang juga sangat mengkhawatirkan sebaran virus ini. Meski tidak masuk dalam daftar 13 negara terinfeksi itu, tapi Indonesia merupakan negara tetangga Malaysia. Dan, banyak warga negara asing (WNA) dari Malaysia dan China di Indonesia.

Pemerintah Indonesia sudah gencar melakukan langkah-langkah antisipasi. Termasuk di Kalimantan Barat sudah mengambil langkah antisipasi dan kesiapan.

Gurbernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji pun sudah menyarankan masyarakat tidak panik dan meminta membiasakan hidup sehat, selalu cuci tangan, istirahat yang cukup dan sering berolahraga.

Bahkan, Kemenkes RI mengaktifkan 100 rumah sakit rujukan sebagai bentuk mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kasus virus corona.

Nah, di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ada tiga rumah sakit rujukan yang ditunjuk untuk menangani penyebaran virus tersebut yakni, RS Soedarso, RS Abdul Aziz Singkawang, dan RS Ade M Djoen Sintang.

Olehkarenanya, semua pihak terutama intansi terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkrit terkait virus tersebut.

“Pastinya kita harap kepada Dinas Kesehatan Sintang agar segera mengambil langkah pencegahan secara dini terkait virus ini. Apalagi, rumah sakit kita sudah ditunjuk sebagai salah satu RS yang direkomendasikan untuk penanganan dini virus corona,” kata Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa.

Selain itu, Santosa berharap masyarakat-nya dapat selalu waspada. Sebab, virus mematikan ini belum ditemukan obatnya. Dan penyebarannya sangat cepat.

“Hindari kontak dengan hewan-hewan yang bisa menyebarkan virus tersebut, seperti ular, kelelawar, dan lainnya. Terpenting, terus menjaga pola hidup sehat, berolah raga secukupnya, dan makan makanan yang sehat. Karena Sintang berbatasan langsung dengan negara tetangga (Malaysia). Jadi, kita wajib waspada dan mawas diri selalu,” pungkasnya.

Sementara, Senin (27/1/2020), Dinas Kesehatan Sintang menggelar press release kepada sejumlah awak media di Aula dr Mochtar Muluk.

Dalam press release, Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harrysinto Linoh menegaskan virus corona belum ditemukan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sintang.

Bahkan, Kadinkes Sintang ini menepis kabar adanya pasien terpapar virus corona yang ditangani RS Soedarso. “Di Indonesia, khsusnya Sintang belum ada ditemukan virus mematikan itu. Nah, untuk pasien yang dikabarkan meninggal dunia akibat terpapar virus corona adalah hoaks,” tegas Kadinkes Sintang.

Walau demikian, Kadinkes Sintang mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Sebab, Sintang berbatasan langsung dengan negara tetangga (Malaysia). Langkah antisipasi dini tentunya tetap diambil. Salah satunya mewaspadai orang yang baru berkunjung dari luar negeri.

Sebab, menurut dia, virus corona dapat terinfeksi apabila berinteraksi langsung dengan orang yang positif terpapar virus itu. Kemudian, pihaknya juga telah menyiapkan ruang penanganan khusus (isolasi) bagi pasien yang positif terpapar virus corona.

“RS Ade M Djoen kita salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk Kemenkes RI untuk penanganan virus itu. Kemudian, RS Soedarso dan RS Abdul Aziz Singkawang juga direkomendasikan menangani kasus corona,” pungkasnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here