Wabup Juli: Tanpa Pangan Aman, Generasi Unggul Mustahil Terwujud
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif saat membuka Advokasi Terpadu Program Keamanan Pangan Kabupaten Mempawah Tahun 2026 di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin (6/4/2026).
Menurut Wabup Juli, tanpa pangan yang aman, bermutu, dan bergizi, upaya menciptakan generasi cerdas akan sulit tercapai. Karena itu, keamanan pangan bukan cuma isu konsumsi, melainkan bagian strategis dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Pangan yang aman, bermutu, dan bergizi adalah hak dasar masyarakat. Tanpa itu, mustahil kita mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Wabup Juli.
Pemerintah Kabupaten Mempawah, lanjutnya, telah menetapkan dukungan terhadap tiga program prioritas nasional serta satu program pangan aman daerah yang akan diintervensi pada 2026.
Program tersebut meliputi Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan.
Program Desa Pangan Aman diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjamin keamanan pangan hingga tingkat rumah tangga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Sementara Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas berfokus pada peningkatan kesadaran pedagang dalam menerapkan praktik ritel pangan yang sehat melalui pengawasan mandiri.
Di sektor pendidikan, Program Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan ditujukan untuk melindungi siswa dari jajanan berbahaya, sekaligus membentuk pola konsumsi sehat sejak dini.
Wabup Juli juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah telah ditetapkan sebagai lokus intervensi tahun 2026, yakni Desa Wajok Hilir, Desa Galang, Desa Sungai Purun Kecil, dan Desa Sejegi. Selain itu, program ini juga menyasar sekolah dari tingkat SD hingga Madrasah Aliyah, serta Pasar Jungkat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk memastikan keberhasilan program, Wabup Juli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Seluruh organisasi perangkat daerah, camat, hingga pemangku kepentingan diminta aktif mengintegrasikan program keamanan pangan ke dalam agenda kerja masing-masing.
Sinergi tersebut, menurutnya, dapat diperkuat melalui program pendukung seperti rumah desa sehat, pekarangan pangan lestari, dan sekolah Adiwiyata.
“Mari kita pastikan advokasi ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan demi mewujudkan Mempawah yang aman dalam pangan,” pungkas Wabup Juli. (Dex)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar