Beranda Parlemen SNI dan Tidaknya, PLN yang Lebih Tahu!

SNI dan Tidaknya, PLN yang Lebih Tahu!

Herimaturida

LensaKalbar – Masyarakat dan pemilik rumah toko (Ruko) di Kabupaten Sintang tidak tahu mana itu, kabel dan instalasi listrik yang besertifikat SNI dan tidaknya. Teknisnya, PT PLN Rayon Sintang lah yang lebih mengetahuinya.

Olehkarenanya, PLN Rayon Sintang diminta lebih proaktif dalam menyampaikan hal-hal tersebut. Masyarakat pun dapat memahami apa saja dampak yang dapat ditimbulkan.

“Permasalahan ini harus cepat ditangani, agar ke depan dapat meminimilisir peristiwa kebakaran yang disebabkan oleh aliran listrik itu. Terutama soal keamanan (Safety). PLN harus dapat menjaminnya,” kata Ketua Komisi C DPRD Sintang, Herimaturida, Selasa (8/1/2019).

Sejauh ini, ungkap Herimaturida, banyak ditemukan kabel telanjang di sejumlah ruko di Sintang. “Kalau secara teknis, tentunya masyarakat dan pemilik ruko tidak tahu ya. PLN lah yang lebih tahu, hal-hal seperti itu kita harapkan dapat disampaikan oleh PLN, sehingga agar dapat diganti,” ujarnya.

Begitu juga masyarakat, harus proaktif. “Artinya, kalau memang ada yang dirasa tidak beres dengan aliran listriknya, baik itu kabel maupun lainnya. Kalau bisa jangan dikerjakan sendiri. Karena akan berakibat fatal.  Konsultasikan dengan PLN,” tuturnya.

Menurutnya, sejauh ini kinerja PLN Rayon Sintang sudah maksimal. Hanya saja, terkadang ada keteledoran. Mungkin karena banyak pelanggan yang ditanggani, sehingga kesalahan-kesalahan itu bisa terjadi.

“Namanya juga manusia. Tapi sekali lagi saya minta PLN harus memperhatikan septi, itu yang terpenting. Mau pasang baru, ganti kabel atau menambah daya, itu harus dikerjakan dengan benar,” pintanya.

Sebelumnya, Bupati Sintang, Jarot Winarno saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Oevang Oeray, Senin (7/1) sekira pukul 08.00 WIB, juga mengakui bahwa sebagian besar kebakaran  di Sintang disebabkan karena arus pendek (Korsleting Listrik).

“Sudah kita evaluasi bahwa seluruh bangunan di Kabupaten Sintang termasuk Pendopo Bupati Sintang, instalasi listriknya jelek. Apalagi dengan listrik kita yang tidak stabil,” katanya.

Sebelum kejadian kebakaraan saja, kata Jarot, malamnya sempat beberapa kali  mati lampu. “Kalau listrik padam hidup, padam hidup itu kan instalasi listrik tidak bagus,  sehingga menimbulkan percikan  api yang dapat mengakibatkan kebakaran,” ucapnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here