Breaking News
light_mode

Reward untuk Warkop Patuh Prokes

  • calendar_month Sel, 1 Des 2020
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Sebanyak tujuh dari 13 pengunjung salah satu kafe di Jalan Reformasi Kecamatan Pontianak Tenggara terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil tersebut diperoleh berdasarkan uji swab saat digelar pengawasan penerapan protokol kesehatan di sejumlah warung kopi dan kafe di Jalan Reformasi pada Sabtu (28/11/2020) malam lalu.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Kota Pontianak saat ini masih berada di zona oranye. Hal ini disebabkan jumlah penduduk yang cukup besar dengan mobilitas dan aktivitas yang tinggi. Jumlah warga yang ditracing melalui uji swab juga banyak. Terbukti hasil pemeriksaan di sebuah kafe, dari 13 pengunjung yang reaktif dan dilakukan uji swab, tujuh diantaranya terkonfirmasi positif. Tujuh pengunjung kafe tersebut terdiri dari lima orang warga Kubu Raya dan dua dari Kota Pontianak.

“Hal ini menunjukkan bahwa saat ini hampir sebagian besar warung kopi yang dilakukan pemeriksaan uji swab selalu ada yang ditemukan terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya saat ditemui di kediaman dinasnya, Selasa (1/12/2020).

Untuk itu, ia menilai perlu dilakukan upaya untuk mengurangi tingkat ketertularan. Selain itu untuk meningkatkan angka kesembuhan.

Ia menyebut, rumah sakit juga sudah banyak berkurang pasien Covid-19 yang dirawat dibanding dua bulan lalu. Ia berharap Pontianak dalam waktu singkat bisa menuju zona kuning dari zona oranye, bahkan menjadi zona hijau.

“Sehingga kita bisa beraktivitas lebih nyaman lagi,” katanya.

Pihaknya tak henti-henti menggelar pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha seperti warung kopi dan kafe dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahkan saat ini tidak hanya sosialisasi, tapi sudah mengarah pada penindakan bagi pelanggar Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 58 tahun 2020.

“Tujuannya untuk memberikan pelajaran kepada pemilik warung kopi dan warga yang datang untuk patuh terhadap protokol kesehatan,” tuturnya.

Tidak hanya penindakan, pihaknya juga berencana memberikan reward atau penghargaan kepada pelaku usaha seperti warung kopi dan restoran sebagai apresiasi karena sudah menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya.

“Kita akan memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha sebagai tempat usaha yang bisa menjadi contoh,” imbuhnya.

Menurutnya, hampir 90 persen pelaku usaha mengharapkan pengunjungnya disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tapi masih ada segelintir pengunjung yang menjadikan masker hanya sebagai aksesoris atau bahkan hanya dikantongi. Mereka menganggap masker layaknya SIM, hanya dikenakan ketika ada razia. Jika tidak ada razia, masker dibuka lagi.

“Kita harapkan kesadaran masing-masing supaya Covid-19 segera berakhir,” pungkasnya. (LK1/prokopim)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sintang Target Nol Kasus Hukum di Era Bala–Ronny

    Sintang Target Nol Kasus Hukum di Era Bala–Ronny

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menuntaskan seluruh temuan Inspektorat pada tahun 2025. Hal itu disampaikannya saat membuka Gelar Pengawasan dan Pemutakhiran Data atas LHP Inspektorat di Aula Inspektorat Kabupaten Sintang, Kamis (27/11/2025). Wabup Ronny meminta seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga kepala sekolah segera menindaklanjuti […]

  • Jaga Warisan Leluhur, Bupati Jarot Ajak Rakyatnya Membangun Sintang Tanpa SARA

    Jaga Warisan Leluhur, Bupati Jarot Ajak Rakyatnya Membangun Sintang Tanpa SARA

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – 657 tahun silam. Para leluhur dinilai telah berhasil meletakan pondasi dalam membangun suatu peradaban yang harmonis tanpa mengenal perbedaan Suku Ras Agama dan Antar Golongan (SARA). Tatkala itu, para leluhur memberi tempat hidup itu sebuah nama. Namanya adalah Sintang. Kota ini telah diwariskan sebuah peradaban yang agung dengan menghargai dan menyatukan berbagai perbedaan […]

  • Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai dan Parit dari Sampah

    Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai dan Parit dari Sampah

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Aliran Sungai Kapuas membantu menghidupkan banyak rumah tangga maupun individu, khususnya di Kota Pontianak. Terbentang di tengah pemukiman warga, kebutuhan air bersih dari Sungai Kapuas kian bertambah seiring dengan jumlah penduduk. Menanggapi hal ini, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai bertambahnya populasi berarti menyumbang lebih banyak produksi sampah. Dia khawatir apabila tidak […]

  • Bakar Sampah, Rumah Penjual Kayu Nyaris Ludes Terbakar

    Bakar Sampah, Rumah Penjual Kayu Nyaris Ludes Terbakar

    • calendar_month Kam, 27 Sep 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Berawal dari membakar sampah, Kamis (27/09/2018), sebuah rumah penjual material kayu di Dusun Tarub, Desa Subah, Kecamatan Subah, nyaris ludes dilahap si jago merah. Beruntung warga setempat dan Babinsa Koramil 01/Subah membantu melakukan pemadaman api yang nyaris menghanguskan sebuah rumah penjual material kayu. Babinsa Koramil 01/Subah, Sertu Sodiq mengatakan, saat peristiwa kebakaran terjadi […]

  • Jangan Ada Lagi Diskriminasi Terhadap ODHA

    Jangan Ada Lagi Diskriminasi Terhadap ODHA

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Hari AIDS Sedunia di Kota Pontianak diperingati dengan membagikan masker gratis bagi masyarakat di Tugu Digulis Untan, Selasa (1/12/2020). Momentum Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan warga bahwa virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga sangat berbahaya. Hingga tahun 2020, berdasarkan data yang […]

  • Waduh, Masih Ada “Diskriminasi” di Dunia Pendidikan

    Waduh, Masih Ada “Diskriminasi” di Dunia Pendidikan

    • calendar_month Rab, 9 Mei 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kendati banyak kemajuan di berbagai sektor pembangunan, masih terdapat beberapa aspek pelayanan hak dasar masyarakat yang mesti ditingkatkan. Misalnya di bidang pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. Untuk bidang pendidikan, menurut Ketua Komisi C DPRD Kalbar, Harimaturida, masih terdapat “diskriminasi”. Masih banyak sekolah–baik negeri maupun swasta–di daerah pinggiran yang belum mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. […]

expand_less