Breaking News
light_mode

PIDB 2019, Pontianak Siap Sambut 500 Tamu Asing

  • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan persiapan Pontianak International Dragon Boat (PIDB) 2019 sudah mencapai 90 persen.

Sebagai tuan rumah, Kota Pontianak sudah mempersiapkan lokasi yang akan menjadi tempat penyelenggaraan PIDB. Koordinasi dengan pihak terkait maupun akomodasi bagi tamu-tamu asing terus dilakikan.

Bahkan sudah ada tim yang datang lebih dulu yakni dari Penang, Malaysia. “Persiapan secara teknis sudah kita laksanakan, kita harapkan dukungan dari masyarakat untuk kesuksesan event tingkat internasional ini,” ujarnya usai press conference PIDB di halaman Hotel Harris, Sabtu (14/9/2019).

Peserta yang akan hadir diperkirakan di atas 500 orang termasuk atlet dan officialnya. Sementara untuk hotel-hotel siap menampung para peserta dan tamu yang hadir pada event yang melibatkan tujuh negara.

Lomba dayung ini dipusatkan di Taman Alun Kapuas dan Tugu Khatulistiwa. “Kalau untuk prestasi tentunya kita ingin juara. Untuk itu kita percayakan kepada Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI),” ungkapnya.

PIDB 2019 ini sengaja digelar dirangkaikan dengan Titik Kulminasi di bulan September dan Hari Jadi Kota Pontianak ke-248 yang jatuh setiap tanggal 23 Oktober.

“Kita ingin di hari ulang tahun Kota Pontianak ini semakin meriah,” sebut Edi.

Ditambahkannya, sebagaimana arahan Presiden RI Jokowi kala kunjungannya ke Pontianak baru-baru ini, kta Edi, orang nomor satu di Republik ini minta supaya Sungai Kapuas kerap digelar event-event, baik skala lokal, nasional bahkan internasional.

“Potensi Sungai Kapuas ini jika dimanfaatkan dan dikelola secara baik akan menjadi daya pikat bagi wisatawan dan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Dalam PIDB tersebut, sebanyak 17 Komunitas Adat dan Paguyuban turut berpartisipasi dengan menggelar Pagelaran Seni Multi Etnis.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Rendrayani menerangkan, pagelaran seni multi etnis ini mencakup sejumlah etnis yang ada di Indonesia.

“Kami akan menampilkan berbagai seni dan budaya dari berbagai etnis di Indonesia, seperti seni tari, musik, bahkan juga ada lompat batu dari Nias, debus dan lainnya,” pungkasnya.

Sebanyak tujuh negara siap memeriahkan Pontianak International Dragon Boat (PIDB) 2019 yang akan digelar di Sungai Kapuas Pontianak pada tanggal 20 – 22 September 2019. Ketujuh negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, China dan Australia. (Jim/Humpro)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurang Ditanam Bikin Sintang Sulit Swasembada Beras

    Kurang Ditanam Bikin Sintang Sulit Swasembada Beras

    • calendar_month Sel, 5 Feb 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Idealnya produktivitas padi pada tingkat nasional adalah 5 hingga 6 ton perhektar. Sementara di Sintang hanya mampu 2 hingga 3 ton perhektar. Kondisi inipun disebabkan oleh faktor malasnya para petani di Sintang untuk menanam padi. “Masalah kita adalah kurang luasnya sawah yang ditanam. Ditambah petani kita malas menanam. Contohnya, di Kelam, dekat rumah kopi […]

  • STKIP Harus Mampu Cetak Generasi yang Intelektual

    STKIP Harus Mampu Cetak Generasi yang Intelektual

    • calendar_month Sab, 10 Apr 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Bupati Sintang yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Arbudin menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Wisuda ke-XI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Tahun 2021 di Gedung Auditorium H.A. Edy Riberu, Sabtu (10/42021). Hadir dalam Wisuda Ke-XI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Tahun 2021 tersebut Ketua Perkumpulan Badan Pendidikan […]

  • Hadeh! Gara-gara Perbup dan Kapuas Raya, Pemekaran Kecamatan Baru Terancam Ditunda

    Hadeh! Gara-gara Perbup dan Kapuas Raya, Pemekaran Kecamatan Baru Terancam Ditunda

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang melakukan koordinasi dengan Komisi I DPRD Provinsi Kalbar dan Bagian Tata Pemerintah (Tapem) Pemrpov Kalbar. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa ini mempertanyakan ihwal pemekaran calon empat kecamatan baru di Bumi Senentang. Yang meliputi, Kecamatan Sintang Barat, Mangat Baru, Tontang, […]

  • Pemkot Pontianak Raih WTP ke-12, Pesan Wako Edi: Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan

    Pemkot Pontianak Raih WTP ke-12, Pesan Wako Edi: Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali menyandang predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya. Opini WTP ini ditandai dengan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Pontianak Tahun Anggaran 2022 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Aula BPK Perwakilan Provinsi Kalbar, Jumat (12/5/2023). […]

  • Selain Infrastruktur, Kecamatan Pontianak Selatan .Usulkan Peningkatan SDM

    Selain Infrastruktur, Kecamatan Pontianak Selatan .Usulkan Peningkatan SDM

    • calendar_month Rab, 10 Feb 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pembangunan di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan tidak hanya memfokuskan bidang fisik saja, tetapi juga non fisik. Camat Pontianak Selatan, Fursani mengatakan, dalam usulan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, selain infrastruktur, bidang perekonomian dan sumber daya alam, pihaknya juga mengusulkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan manusia. ” Jadi kami mengusulkan […]

  • Gubernur: Kubu Raya Punya Potensi PAD Besar

    Gubernur: Kubu Raya Punya Potensi PAD Besar

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menilai Kabupaten Kubu Raya punya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar. Di antaranya dari sektor pengelolaan lahan. Caranya, dengan menyesuaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dengan mendekatkannya pada nilai pasar. Karena itu, ia menyarankan pemerintah daerah untuk terus berupaya menggali potensi PAD tersebut. “Bisa sepuluh kali lipat dari […]

expand_less