Pemkab Sintang–BPJN Wacanakan Duplikasi Jembatan Melawi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan keseriusannya mendorong percepatan perbaikan dan pengembangan jalan nasional, khususnya di kawasan Tugu Jam dan Lintas Melawi yang selama ini menjadi titik kemacetan utama.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala saat memimpin rapat koordinasi bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Rabu (28/1/2026).
Rapat tersebut membahas tiga agenda strategis seperti perbaikan jalan nasional di kawasan Tugu Jam, pelebaran Jalan Lintas Melawi, serta usulan perubahan status jalan menuju perbatasan menjadi jalan nasional.
Pembahasan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Pemkab Sintang dengan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.
Bupati Bala menegaskan Pemkab siap mendukung penuh rencana tersebut, termasuk menyiapkan lahan untuk pelebaran jalan. Ia menekankan bahwa Pemkab Sintang tidak ingin dinilai menghambat pembangunan infrastruktur jalan nasional di wilayahnya.
Kepala BPJN Kalbar Candra menjelaskan, usulan perubahan status jalan menuju perbatasan telah diterima sejak April 2025, namun masih terkendala persyaratan teknis. Meski demikian, peluang tetap terbuka jika Kementerian PUPR mengambil kebijakan diskresi.
Untuk mengurai kemacetan di kawasan Tugu Jam, BPJN menawarkan strategi penanganan bertahap. Tahun 2026 difokuskan pada perencanaan dan kajian, 2027 penataan persimpangan, 2028 pembangunan duplikasi Jembatan Melawi, dan 2029 pelebaran serta penambahan lajur Jalan Lintas Melawi. Dukungan pendanaan disebut telah mendapat atensi dari Ketua Komisi V DPR RI.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sintang, Kurniawan mengungkapkan total panjang jalan di Kabupaten Sintang mencapai 2.100 kilometer. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 136 kilometer atau 6 persen yang berstatus jalan nasional. Jalan menuju perbatasan sepanjang 151 kilometer diusulkan menjadi jalan nasional agar penanganannya lebih optimal dan berkelanjutan di masa mendatang. (Kominfo/LK1)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar