Beranda Kubu Raya Musrenbang Bukan Seremonial Belaka

Musrenbang Bukan Seremonial Belaka

  1. LensaKalbar – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Terentang Tahun 2021, di Gedung Serbaguna Kecamatan Terentang, Kamis (6/2/2020).

Musrenbang mengangkat tema “Peningkatan Perekonomian Daerah, Sumber Daya Manusia, Kemandirian Desa Didukung Infrastruktur Mendasar dan Pelayanan Sosial Dasar”.

Camat Terentang Suharto mengatakan, musrenbang bertujuan memberikan wahana untuk mensinergikan dan menyampaikan proritas usulan-usulan yang berasal dari masyarakat.

“Usulan-usulan itu didapat melalui musrenbang desa yang sudah kami lakukan beberapa waktu lalu,” katanya.

Ia menerangkan, Kecamatan Terentang terdiri dari sepuluh desa. Para kepala desa yang menjadi mitra pemerintah kecamatan, selama ini selalu menjaga koordinasi yang sudah baik. Karena itu, dia meyakini, musrenbang yang dilaksanakan bukan hanya seremonial. Terutama jika melihat antusias yang hadir pada kegiatan musrenbang.

“Kita harus menghilangkan paradigma yang mengatakan musrenbang hanya seremonial,” kata dia.

Ia menambahkan, pembangunan di Kecamatan Terentang pada tahun 2019 lalu sudah semakin baik, meskipun ada beberapa desa yang belum maksimal. Suharto memaparkan pihaknya telah melakukan pendataan melalui pra musrenbang pada 4 Februari lalu terkait usulan-usulan dari seluruh kepala desa melalui Sistem Informasi Manajemen Penganggaran, pelaksanaan, dan Pelaporan (Simral).

“Mudah-mudahan usulan-usulan ini dapat terakomodir,” harapnya.

Wakil Bupati Sujiwo mengatakan, musrenbang merupakan suatu proses untuk menuju dokumen negara yakni Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Di dalam APBD ada hak-hak rakyat yang harus dieksekusi oleh pemerintah kabupaten.

“Sebelum menuju ke sana, musrenbang harus kita lalui. Maka dari itu musrenbang ini penting, karena pada momen ini banyak disampaikan keluhan, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Ia mengatakan, masih menjadi stigma dimana Kecamatan Terentang merupakan kecamatan yang paling ujung di Kubu Raya. Sehingga banyak yang beranggapan ketika ditugaskan di Terentang, adalah suatu hukuman.

“Banyak yang beranggapan ketika ditugaskan di sini (Terentang) dianggap seperti dibuang. Kita harus mengubah stigma itu. Untuk mengubah itu, kita harus kerja keras bersama-sama untuk mewujudkan Terentang ini menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sujiwo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi di Kecamatan Terentang. Hal itu menurutnya menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah daerah untuk mengatasinya.

Menurutnya, adalah kesalahan pimpinan daerah ketika ada beberapa hal yang seharusnya terbangun tapi tidak terbangun. “Sekitar 60-70 persen permasalahan di Terentang ini adalah infrastruktur,” jelasnya.

Sujiwo menegaskan, untuk usulan yang sifatnya mendesak, seperti jalan poros di Desa Teluk Empening, yang mengalami kerusakan parah, menjadi prioritas pemerintah kabupaten untuk segera dibangun.

Ia menyatakan pembangunan akan diupayakan melalui APBD Perubahan atau dengan anggaran Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ). “Jalan ini merupakan jalan satu-satunya melalui tranportasi darat untuk menuju ke kota, kabupaten. Begitu pula jembatan di Radak 1 dan Radak 2, itu tinggal menunggu ambruknya saja,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bukan hanya sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga akan memperhatikan pembangunan di sektor lainnya. Hanya saja, setiap kali musrenbang dilaksanakan, usulan dan keluhan masyarakat memang didominasi dengan infrastruktur. “Di luar sektor itu, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan rakyat, dan lainnya juga menjadi atensi kita,” katanya. (Jek/Humpro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here