Breaking News
light_mode

MTQ Sintang Ajang Merawat Nilai-nilai Kebangsaan

  • calendar_month Ming, 25 Mar 2018
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Meski diguyur hujan, antusias masyarakat tidak surut, ribuan orang tetap bertahan di tribun Stadion Baning untuk melihat langsung pembukaan Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIII tingkat Kabupaten Sintang, Sabtu (24/3) malam.

Kehadiran Qari Internasional, Muammar sebagai tamu yang melantunkan ayat suci Alquran, membuat para penonton yang memadati Stadion Baning Sintang terkagum-kagum.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, pelaksanaan MTQ ini selain dirancang untuk beradu suara dan keindahan membaca Alquran, juga diperluas menjadi ajang untuk merawat nilai-nilai kebangsaan.

“MTQ mampu melibatkan berbagai pemeluk agama lain untuk saling bekerjasama. Di dalam MTQ ini terdapat nuansa kemesraan spiritual. Sehingga berbagai komunitas agama dapat bertemu, berbaur dan merasa menjadi bagian yang utuh. Di sinilah buktinya kalau MTQ mampu memperkuat nilai keagamaan dan nilai kebangsaan,” papar Jarot.

Dalam konteks pembangunan daerah, tambah Jarot, pelaksanaan MTQ ini dapat membangun masyarakat Kabupaten Sintang yang religius sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

“Nilai dan semangat MTQ ini diharapkan mampu membentuk generasi  Qur’ani  di Kabupaten Sintang yang menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, membaca, serta mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan,” kata Jarot.

Dia berharap, generasi ini dapat menjawab tantangan globalisasi yang sedang dijalani saat ini.

“Mari kita bangun kompetisi yang sehat, yang baik, agar Kabupaten Sintang mampu mendapatkan kader-kader Qari dan Qariah terbaik untuk dapat berlaga di MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendatang,” ajak Jarot.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Sintang, Abdurrasyid mengatakan, sejak 2008 tidak pernah melaksanakan MTQ Tingkat Kabupaten Sintang.

“Sekitar 10 tahun silam. Tentu umat islam merindukan MTQ.  Alhamdulillah  malam ini kita dapat menyelenggarakan MTQ untuk mengobati rasa rindu masyarakat”, ungkap Abdurrasyid.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Sintang 2018, Joni Nurhaili mengatakan, bahwa MTQ ini untuk mengoptimalkan pembinaan baca Quran di tengah umat Islam di Kabupaten Sintang.

“Ini juga untuk saling mempererat persatuan antarumat Islam dan umat lainnya. Juga ajang menjaring bibit potensial Qari dan Qariah yang nantinya akan dibawa ke MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Juli 2018 di Kabupaten Mempawah,” kata Joni.

Ia menjelaskan, MTQ ini terdiri atas 5 jenis lomba, yaitu  Tilawah, Hifzil, Tartil, dan Fahmil  Quran, serta  Khat atau Kaligrafi.

“Terdiri atas 226 peserta dan 176  official. Sehingga totalnya 402 orang,” ungkap Joni.  (Dex)

  • Penulis: lk-02 lk-02

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Umat Muslim Ikuti Zikir dan Selawat di Kubu Raya

    Ribuan Umat Muslim Ikuti Zikir dan Selawat di Kubu Raya

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ribuan umat Muslim dari berbagai daerah di Kalimantan Barat memenuhi Halaman Kantor Bupati Kubu Raya untuk mengikuti zikir dan selawat yang digelar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (12/7/2019) malam. Kegiatan zikir dan selawat dihadiri Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Wakil Bupati Sujiwo, Sekretaris […]

  • DBD Meningkat, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan

    DBD Meningkat, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward mengimbau masyarakat di Kabupaten Sintang untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini tengah mengalami peningkatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, saat ini kasus DBD memang tengah mengalami peningkatan. Kondisnya, tersebar di 14 kecamatan yang ada di kabupaten ini. […]

  • Jangan Mau Dipecah Belah Orang Luar

    Jangan Mau Dipecah Belah Orang Luar

    • calendar_month Kam, 3 Mei 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Masyarakat Kabupaten Sintang mesti solid dalam menjaga kerukunan antaragama, suku dan budaya. Agar Bumi Senentang yang dicintai ini tetap dalam keadaan aman, nyaman dan kondusif. Jangan mau dipecah belah orang luar. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim, usai menghadiri Pasar Rakyat dan Pentas Budaya Bhinneka Tunggal Ika, di halaman […]

  • Limbah PT MKS Diduga Cemari Sungai Ketungau, DPRD Sintang Desak PT MKS Bertanggung Jawab Penuh

    Limbah PT MKS Diduga Cemari Sungai Ketungau, DPRD Sintang Desak PT MKS Bertanggung Jawab Penuh

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah milik PT Mitra Karya Santosa (PT MKS) memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Sintang. Sekretaris Komisi D DPRD Sintang, Jimi Manopo, menegaskan perusahaan harus segera bertanggung jawab karena dampak pencemaran telah meluas hingga ke wilayah Kecamatan Ketungau Hulu dan mengganggu sumber air masyarakat di lima desa. Limbah yang […]

  • Minta Lurah Verifikasi Data Warga Miskin

    Minta Lurah Verifikasi Data Warga Miskin

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta para lurah melakukan musyawarah kelurahan untuk menentukan dan memverifikasi data penduduk miskin. Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jumlah penduduk miskin 24.668 Kepala Keluarga (KK). “Sementara data dari Bappeda Kota Pontianak berdasarkan survei tahun 2017 jumlah penduduk miskin 29.171 jiwa atau setara 8.400 KK,” sebutnya. Namun […]

  • Kalbar Bisa Jadi Lumbung Pangan Nasional

    Kalbar Bisa Jadi Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Kam, 12 Okt 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tidak imbangnya antara pertambahan penduduk dengan produksi pangan termasuk krisis perubahan iklim sehingga menjadi faktor utama penyebab krisis pangan dunia. Tak heran, jika kebijakan pangan mesti perlu dikawal secara serius oleh 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalbar.Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ermin Elviani, SH, Kamis (12/10). Legislator Partai Demokrat ini berpendapat, negara-negara maju, […]

expand_less