Beranda Sintang MTQ Sintang Ajang Merawat Nilai-nilai Kebangsaan

MTQ Sintang Ajang Merawat Nilai-nilai Kebangsaan

LensaKalbar – Meski diguyur hujan, antusias masyarakat tidak surut, ribuan orang tetap bertahan di tribun Stadion Baning untuk melihat langsung pembukaan Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIII tingkat Kabupaten Sintang, Sabtu (24/3) malam.

Kehadiran Qari Internasional, Muammar sebagai tamu yang melantunkan ayat suci Alquran, membuat para penonton yang memadati Stadion Baning Sintang terkagum-kagum.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, pelaksanaan MTQ ini selain dirancang untuk beradu suara dan keindahan membaca Alquran, juga diperluas menjadi ajang untuk merawat nilai-nilai kebangsaan.

“MTQ mampu melibatkan berbagai pemeluk agama lain untuk saling bekerjasama. Di dalam MTQ ini terdapat nuansa kemesraan spiritual. Sehingga berbagai komunitas agama dapat bertemu, berbaur dan merasa menjadi bagian yang utuh. Di sinilah buktinya kalau MTQ mampu memperkuat nilai keagamaan dan nilai kebangsaan,” papar Jarot.

Dalam konteks pembangunan daerah, tambah Jarot, pelaksanaan MTQ ini dapat membangun masyarakat Kabupaten Sintang yang religius sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

“Nilai dan semangat MTQ ini diharapkan mampu membentuk generasi  Qur’ani  di Kabupaten Sintang yang menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, membaca, serta mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan,” kata Jarot.

Dia berharap, generasi ini dapat menjawab tantangan globalisasi yang sedang dijalani saat ini.

“Mari kita bangun kompetisi yang sehat, yang baik, agar Kabupaten Sintang mampu mendapatkan kader-kader Qari dan Qariah terbaik untuk dapat berlaga di MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendatang,” ajak Jarot.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Sintang, Abdurrasyid mengatakan, sejak 2008 tidak pernah melaksanakan MTQ Tingkat Kabupaten Sintang.

“Sekitar 10 tahun silam. Tentu umat islam merindukan MTQ.  Alhamdulillah  malam ini kita dapat menyelenggarakan MTQ untuk mengobati rasa rindu masyarakat”, ungkap Abdurrasyid.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Sintang 2018, Joni Nurhaili mengatakan, bahwa MTQ ini untuk mengoptimalkan pembinaan baca Quran di tengah umat Islam di Kabupaten Sintang.

“Ini juga untuk saling mempererat persatuan antarumat Islam dan umat lainnya. Juga ajang menjaring bibit potensial Qari dan Qariah yang nantinya akan dibawa ke MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Juli 2018 di Kabupaten Mempawah,” kata Joni.

Ia menjelaskan, MTQ ini terdiri atas 5 jenis lomba, yaitu  Tilawah, Hifzil, Tartil, dan Fahmil  Quran, serta  Khat atau Kaligrafi.

“Terdiri atas 226 peserta dan 176  official. Sehingga totalnya 402 orang,” ungkap Joni.  (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here