Beranda Ekonomi Mr Syafii Efendi Ajak 700 Pemuda Sintang Jadi Pelaku Usaha

Mr Syafii Efendi Ajak 700 Pemuda Sintang Jadi Pelaku Usaha

Seminar Motivasi Nasional "Winning In Disruptive Era" di Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa (7/5/2019)

LensaKalbar –  Sekitar 700-an peserta hadir dalam Seminar Motivasi Nasional  “Winning In Disruptive Era”  yang di isi oleh sang motivator termuda di Indonesia, Mr Syafii Efendi di Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa (7/5/2019).

Bertema “Winning In Disruptive Era”, Syafii banyak bercerita melalui video. Berbagai video yang merupakan realita yang terjadi di Indonesia dimana generasi muda diperbudak gaya. Ia juga memberi gambaran kemajuan teknologi dimana kedepannya semua tenaga kerja diganti mesin.

“Perubahan adalah tuntutan, teknologi akan menggantikan peran manusia, akibatnya kebangkrutan kalah bersaing dan kemiskinan. Bahkan di negara maju, driver akan diganti teknologi otomatis,” ungkapnya.

Olehkarenanya, dia menyerukan kebencian atas kemiskinan dan meminta kepada anak muda menjadi pelaku usaha. Apalagi selain kemajuan teknologi, anak muda saat ini terancam serbuan tenaga kerja asing.

“Itulah kenapa kita harus membangun karakter sukses mulai sekarang,” ujarnya.

Untuk membangun karakter sukses, kata Syafii, tidaklah mudah. Apalagi  saat ini anak zaman now dihantui  oleh gadget dan pergaulan bebas. “Yang jadi masalah adalah adalah mental, karena merubah kebiasaan tidak mudah,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sintang, Kurniawan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sangat menyambut baik sekali seminar yang dilakukan pada hari ini.

Kurniawan menilai, kegiatan seperti inilah yang dapat membuka dan menjawab tantangan anak muda kita di masa mendatang. Berbagai solusi dan gambaran akan disampaikan mengenai dampak ekonomi Indonesia.

“Ini merupakan wujud adanya kepedulian terhadap masalah kepemudaan dan mencoba untuk melihat masa depan dengan optimis melalui langkah-langkah nyata yang antisipatif,”  ujarnya.

Sasaran pembangunan kepemudaan Indonesia, kata dia, adalah menciptakan jiwa kewirausahaan,  karakter yang mandiri , kreatif, berani mengambil resiko, dan mampu berpikir produktif. Kendati mencapai proses itu semua, diakuinya tidaklah semudah mengembuskan telapak tangan.

“Tatkala hilang, maka hilang lah segala-galanya.
Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga karakter kepumudaan agar tetap hidup dan berkembang,” pungkasnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here